MOMSMONEY.ID - Ternyata ini, lho, beberapa alasan suhu tubuh selalu panas. Yuk, cek pembahasan lengkapnya berikut ini!
Tubuh terasa panas meski cuaca tidak terlalu terik bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas. Kondisi ini sering kali dianggap sepele, padahal bisa menjadi sinyal bahwa ada sesuatu yang terjadi dalam tubuh.
Mulai dari perubahan hormon hingga gangguan kesehatan tertentu, sensasi panas berlebih tidak selalu berkaitan dengan suhu lingkungan.
Baca Juga: 9 Camilan Tinggi Protein untuk Menjaga Kesehatan Jantung
Melansir dari laman Verywell Health, berikut ini beberapa alasan suhu tubuh selalu panas:
1. Hipertiroidisme
Jika Anda mengalami Hipertiroidisme, kelenjar tiroid bekerja terlalu aktif dan menghasilkan hormon berlebih. Hal ini membuat metabolisme meningkat, sehingga tubuh terasa lebih panas. Kondisi ini memang tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, tetapi dapat dikontrol dengan pengobatan, terapi yodium radioaktif, atau tindakan medis tertentu sesuai anjuran dokter.
2. Kehamilan
Saat hamil, hormon seperti estrogen dan progesteron mengalami perubahan. Aliran darah dalam tubuh juga meningkat, sehingga tubuh terasa lebih hangat dari biasanya. Untuk mengurangi rasa panas, Anda bisa menjaga ruangan tetap sejuk, minum cukup air, serta memakai pakaian yang ringan dan longgar. Biasanya, kondisi ini akan membaik setelah melahirkan.
3. Menopause
Perubahan hormon juga terjadi saat memasuki masa menopause. Penurunan estrogen dan progesteron dapat memicu hot flashes, yaitu sensasi panas yang datang tiba-tiba. Cara mengatasinya bisa dengan menjaga berat badan, menghindari makanan pedas, kafein, dan alkohol, serta memakai pakaian yang mudah dilepas saat tubuh mulai terasa panas. Jika perlu, konsultasikan dengan dokter terkait terapi yang sesuai.
Baca Juga: 8 Pilihan Teh Terbaik untuk Dikonsumsi Sebelum Tidur, Bikin Tidur Nyenyak
4. Efek obat tertentu
Beberapa jenis obat dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur suhu atau keseimbangan cairan. Contohnya antihistamin untuk alergi, diuretik, obat tekanan darah, hingga obat untuk kecemasan seperti antidepresan. Jika Anda merasa lebih mudah panas setelah minum obat, sebaiknya diskusikan dengan tenaga medis untuk penyesuaian dosis atau alternatif lain.
5. Gangguan kesehatan mental
Kondisi seperti kecemasan dapat memicu berbagai gejala fisik, termasuk rasa panas dan keringat berlebih. Saat cemas, tubuh menjadi lebih aktif dan memicu reaksi seperti detak jantung meningkat dan sensasi panas. Mengelola kecemasan dengan terapi, pola hidup sehat, dan istirahat cukup dapat membantu mengurangi keluhan ini.
6. Diabetes
Penderita diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2, cenderung lebih sensitif terhadap panas. Hal ini terjadi karena kerusakan pada saraf dan pembuluh darah dapat mengganggu kerja kelenjar keringat. Selain itu, diabetes juga membuat tubuh lebih mudah kehilangan cairan, sehingga meningkatkan risiko dehidrasi. Menjaga hidrasi, memakai pakaian nyaman, dan menghindari paparan panas berlebih dapat membantu mengontrol kondisi ini.
Baca Juga: 9 Manfaat Makan Semangka saat Cuaca Panas bagi Kesehatan Tubuh
7. Dehidrasi
Dehidrasi terjadi ketika tubuh kekurangan cairan. Kondisi ini membuat tubuh kesulitan mengatur suhu, sehingga terasa lebih panas. Gejalanya bisa berupa haus, lelah, pusing, hingga sakit kepala. Untuk mengatasinya, segera cari tempat yang sejuk, kompres tubuh dengan kain basah, dan minum air secara bertahap. Pada kondisi berat, dehidrasi bisa berbahaya dan memerlukan penanganan medis.
Itulah beberapa alasan suhu tubuh selalu panas. Semoga bermanfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News