M O M S M O N E Y I D
Santai

6 Kesalahan Menanam Sukulen yang Dilakukan Pemula, Bisa Memicu Tanaman Jadi Layu

Reporter: Nur Afitria Cika  |  Editor: Nur Afitria


MOMSMONEY.ID - Menanam sukulen merupakan hal yang gampang gampang susah. Alih-alih menanam sukulen yang benar, beberapa pemula justru melakukan kesalahan menanam sukulen. 

Mengutip Balcony Garden Web, ada enam kesalahan menanam sukulen yang biasa dilakukan oleh pemula. Padahal, kesalahan tersebut mempunyai dampak bagi pertumbuhan tanaman. 

Bahkan, akibat kesalahan menanam sukulen bisa membuat tanaman tersebut mati. Oleh karena itu, sebelum menanam sukulen perlu mengetahui cara-caranya.

Baca Juga: Tips Menanam Bunga Gelombang Cinta dalam Pot, Bisa Tumbuh Besar dan Mengkilap

Nah, berikut ini 6 kesalahan menanam sukulen yang dilakukan pemula:

1. Menanam di pot besar

Salah satu kesalahan utama yang dilakukan orang adalah menanam sukulen dalam pot yang terlalu besar. Hal ini meningkatkan volume tanah di sekitar tanaman, yang memerangkap kelembapan berlebihan, mengakibatkan tanah lembab dan busuk akar.

Sukulen juga memiliki sistem akar yang dangkal dan tidak membutuhkan pot besar.

Jika Anda ingin menanam ulang, sebaiknya pindahkan tanaman ini ke pot yang satu ukuran lebih besar dari yang sudah ada.

2. Memperlakukan sukulen seperti tanaman dalam ruangan 

Sukulen
Sukulen

Meskipun tanaman ini bisa menjadi tambahan yang indah di dalam ruangan, tidak semua sukulen mentolerir cahaya redup seperti lidah mertua.

Sebagian besar tanaman ini paling baik bila terkena kombinasi sinar matahari langsung dan tidak langsung.

Gagal melakukannya akan menghasilkan pertumbuhan berkaki panjang, dedaunan terkulai, dan warna pudar.

Jika Anda memiliki jendela cerah yang mendapat cahaya terang hampir sepanjang hari, memelihara tanaman ini akan menjadi ide bagus.

Baca Juga: Daftar Tanaman Pembawa Keberuntungan 2023, Bikin Hoki dan Banyak Rezeki

3. Menggunakan tanah sembarangan

Menanam sukulen di tanah kebun biasa adalah kesalahan fatal lainnya yang dilakukan oleh pemula. 

Media tanam dari pekarangan bisa sangat kompak, membuatnya menahan air, sesuatu yang tidak disukai sukulen.

4. Penyiraman seperti tanaman normal

Banyak pemula enderung menyirami sukulen seperti tanaman lain, yang merupakan kesalahan besar. 

Berasal dari daerah gersang, daun berdaging tanaman ini menyimpan air ekstra yang bisa bertahan selama berhari-hari.

Penyiraman yang sering atau setiap hari dapat menyebabkan busuk akar, sehingga menghambat pertumbuhan tanaman dan kematian tanaman.

Hal yang terbaik adalah membiarkan tanah mengering sebelum Anda menyiraminya lagi.

Baca Juga: Ingin Daun Lebih Hijau? Coba Pakai Garam Epsom untuk Tanaman Hias

5. Menyiram dengan disemprot 

Banyak pemula yang melakukan penyiraman dengan menyemprot sukulen. Namun ternyata, semprotan air tersebut menyebabkan pengendapan tetesan air pada permukaan daun yang selanjutnya menyebabkan busuk daun, jamur, dan infestasi jamur lainnya.

6. Menanam sukulen dengan tanaman lain

Meskipun menanam varietas yang berbeda bersama-sama terlihat baik, sebaiknya jangan menanam sukulen dengan jenis tanaman lain karena masing-masing memiliki persyaratan tumbuh yang berbeda.

Tumbuhan lain membutuhkan lebih banyak air dan makanan; sesuatu yang sukulen tidak suka. Menumbuhkan tanaman lain dengan sukulen akan mengakibatkan kematian mereka sebelum waktunya.

Jika Anda mau, Anda dapat menanam sukulen dan kaktus yang berbeda secara bersamaan, tetapi tidak boleh menanam herbal, tanaman berbunga, dan sukulen dalam pot yang sama.

Jenis tanaman sukulen yang bisa dimakan

1. Buah naga

Buah naga memiliki kandungan yang kaya antioksidan, seperti polifenol, antosianin, dan karotenoid, yang membantu menangkal radikal bebas.

Bukan cuma itu, buah naga dapat menjaga kesehatan usus dan melindungi dari kanker. 

Baca Juga: Mirip Tanaman Pisang, Intip Cara Merawat Calathea Lutea biar Makin Estetik

2. Kaktus barel

Diperkaya dengan vitamin A, C, E, dan antioksidan, tanaman kaktus barel memberikan bantuan dari peradangan dan penyakit kronis. 

Mengonsumsi kaktus barel juga dapat menyembuhkan komplikasi diabetes.

3. Krokot

Salah satu jenis tanaman sukulen yang dapat dimakan adalah krokot. Tanaman ini kaya akan asam lemak omega-3, Vit E, dan Vit C. 

Krokot bagus untuk meningkatkan kesehatan kulit dan kuku. Selain itu, krokot bisa membantu menyeimbangkan berat badan dan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Baca Juga: Philodendron Disebut Tanaman Mirip Monstera, Kenali Jenis dan Perbedaannya

4. Kaktus pir berduri

Tanaman sukulen ini mengandung vitamin C dan bertakaroten yang mencegah peradangan dan meningkatkan penglihatan.

Selain itu, kaktus pir berduri mengandung mikronutrien yang memberdayakan fungsi pencernaan dan mencegah penyakit jantung.

5. Lidah buaya

Tanaman lidah buaya memiliki manfaat bisa menyeimbangkan pH lambung, menjaga fungsi hati dan menghidrasi tubuh.

Nah, itulah enam kesalahan menanam sukulen yang biasa dilakukan oleh pemula. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Rukita Beri Promo Bagi Calon Mahasiswa, Bisa Dapat Gratis Sewa Kost 1 Bulan

Calon mahasiswa bisa dapat promo dari Rukita berupa gratis satu bulan sewa jika booking langsung untuk dua semester.  

9 Makanan untuk Dikonsumsi di Usia 60 Tahun ke Atas agar Panjang Umur

Ada beberapa rekomendasi makanan untuk dikonsumsi di usia 60 tahun ke atas agar panjang umur, lho. Apa saja?  

4 Cara Konsumsi Bayam Paling Sehat supaya Nutrisinya Tidak Hilang

Yuk, intip beberapa cara konsumsi bayam paling sehat supaya nutrisinya tidak hilang berikut ini!            

5 Cara Konsumsi Yogurt yang Paling Sehat untuk Tubuh

Ternyata ini, lho, cara konsumsi yogurt yang paling sehat untuk tubuh! Mau coba terapkan?                 

10 Manfaat Kesehatan Konsumsi Ubi Jalar yang Jarang Diketahui

Tahukah bahwa ada beberapa manfaat kesehatan konsumsi ubi jalar yang jarang diketahui, lho. Cari tahu di sini, yuk!

5 Sayuran untuk Membuat Kenyang Lebih Lama, Cocok untuk Diet!

Sedang diet? Ada 5 sayuran untuk membuat kenyang lebih lama yang patut Anda konsumsi. Cari tahu di sini.

4 Tanda Wajah Tidak Butuh Serum, Kapan Harus Berhenti?

Ada 4 tanda wajah tidak butuh serum. Harus tahu, berikut informasi selengkapnya yang wajib Anda tahu.

Pantau Prakiraan Cuaca Besok (7/4) di Jawa Barat, Didominasi Hujan Ringan

​BMKG memperkirakan cuaca besok Selasa (7/4) dan lusa (8/4) di Jawa Barat akan didominasi hujan ringan.

Hujan Lebat di Wilayah Ini, Simak Peringatan dini BMKG Cuaca Besok (7/4) Jabodetabek

Peringatan dini BMKG cuaca besok Selasa (7/4) di Jabodetabek dengan status Waspada hujan lebat di daerah berikut ini.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (7/4), Hujan Sangat Lebat Turun di Provinsi Ini

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Selasa 7 April 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat di provinsi berikut ini.