M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

5 Tips Mengurangi Polusi Udara di Rumah, Tubuh Makin Sehat!

Penulis: Kania Paramahita  |  Editor: Kania Paramahita


MOMSMONEY.ID - Polusi udara sudah menjadi masalah yang dihadapi sehari-hari, terutama bagi mereka yang selalu berurusan dengan asap kendaraan, pabrik, rokok, hingga kegiatan seperti pembakaran sampah.

Tak hanya di luar rumah, polusi udara juga bisa terjadi di dalam rumah, lo. Polusi udara di dalam rumah biasanya disebabkan oleh kompor gas, jamur, penggunaan produk kebersihan, asap pembakaran, hingga asap rokok.

Melansir laman resmi World Health Organization (WHO), dampak polusi udara terhadap kesehatan termasuk sangat serius. Bahkan, sepertiga dari kematian akibat stroke, kanker paru-paru, dan penyakit jantung disebabkan oleh polusi udara.

Baca Juga: Rumah Bebas Virus, Ini Tips Membersihkan Rumah Setelah Isoman Covid-19

Jadi, polusi udara bukanlah sesuatu yang bisa diabaikan begitu saja, terutama di dalam rumah. Namun, bagaimana caranya mengurangi polusi udara di rumah?

Jangan khawatir, caranya tidak sulit kok. Yuk, simak tipsnya berikut ini!

Buka jendela rumah lebar-lebar

Salah satu cara termudah untuk mengurangi polusi udara di rumah adalah dengan membuka jendela rumah lebar-lebar.

Dikutip dari Good Housekeeping, membuka jendela akan menyebabkan sirkulasi udara di rumah mengalir dengan lancar. Hal ini akan membantu menurunkan polusi di dalam rumah, terutama jika Anda baru saja memasak atau menggunakan benda-benda seperti produk pembersih dengan bahan kimia.

Jangan merokok di dalam rumah

Asap rokok merupakan salah satu jenis polutan udara yang umum dijumpai. Menurut National Health Service UK (NHS), asap rokok mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia beracun yang berbahaya jika terhirup.

Jadi, untuk mengurangi polusi udara di dalam rumah, berhenti merokok di dalam rumah. Jika rumah Anda telanjur berbau asap rokok, buka jendela secara rutin untuk melancarkan sirkulasi udara.

Baca Juga: Ampuh Melembapkan Udara, Yuk Kenali Cara Kerja dan Keunggulan Air Humidifier

Kurangi penggunaan karpet

Jangan salah, karpet ternyata juga dapat menyebabkan polusi udara di dalam rumah, lo. Bulu karpet yang padat dan halus dapat memerangkap berbagai partikel udara, mulai dari debu, bulu hewan, hingga bakteri.

Selain mengurangi penggunaan karpet, Anda bisa menggunakan vacuum cleaner dengan HEPA filter sehingga kotoran yang tersedot tidak terbuang kembali. Udara di dalam rumah pun akan lebih bersih.

Baca Juga: Mengenal HEPA Filter yang Banyak Digunakan Air Purifier, Apa Fungsinya?

Gunakan exhaust fan

Mengutip Consumer Reports, penggunaan exhaust fan di dapur dapat membantu mengurangi polusi udara yang disebabkan oleh asap saat memasak makanan.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan exhaust fan di dalam kamar mandi untuk membantu mengurangi kelembapan udara yang disebabkan oleh embun air saat mandi. Jadi, tak hanya mengurangi polusi, kelembapan udara di dalam rumah juga akan lebih terjaga.

Gunakan air purifier

Untuk membantu mengurangi polusi di rumah, Anda dapat menggunakan air purifier. Alat yang satu ini didesain untuk membantu menyedot dan memerangkap berbagai jenis polutan dan alergen di udara, mulai dari debu, bakteri, hingga asap.

Dilansir dari The Conversation, Anda juga dapat menggunakan tanaman hias sebagai air purifier alami. Beberapa jenis tanaman hias seperti spider plant dan lidah mertua dapat membantu menurunkan tingkat polusi di dalam rumah, sehingga udara akan lebih bersih dan sehat.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi polusi udara di dalam rumah. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Rahasia Langsing Alami, Ini 6 Manfaat Air Lemon untuk Diet dan Kesehatan, Coba yuk

Ketahui berbagai manfaat air lemon untuk diet, mulai dari melancarkan pencernaan hingga meningkatkan metabolisme tubuh.  

7 Tips Diet Rendah Purin yang Ampuh Cegah Asam Urat Kambuh, Banyak Minum Air Putih

Ini dia tips diet rendah purin yang efektif untuk menjaga kadar asam urat tetap stabil dan mencegah pembentukan kristal di persendian.  

Selimut Perca Kembali Populer? Ini Cara Menatanya biar Rumah Tetap Personal

Selimut perca kembali populer pada tahun 2026. Simak alasan trennya dan cara menata quilt agar rumah terasa hangat, unik, dan personal.

Prediksi Warna Interior Hijau Zaitun Jadi Tren Rumah yang Lebih Teduh Alami

Tren warna interior 2027 mengarah pada hijau zaitun dan warna bumi yang membuat rumah terasa hangat, tenang, dan natural.

Hujan Lebat Tetap Turun di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (5/9)

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Sabtu 5 September 2026 dengan status Waspada hujan lebat cuma di provinsi berikut ini.

Ke Ideafest 2026, Pengunjung Bisa Belajar Pilah Sampah juga lo

​Indofood bersama Rekosistem menyediakan 15 titik pengumpulan sampah di area Ideafest 2026 untuk mengajak pengunjung belajar memilah sampah.

Cek Prakiraan Cuaca DKI Jakarta di Akhir Pekan, Dominan Cerah dan Berawan

​BMKG memperkirakan cuaca besok di wilayah DKI Jakarta akan didominasi cuaca berawan, sementara lusa akan cerah di seluruh wilayah.

Keliling Yogyakarta Akhir Pekan? Simak Prakiraan Cuaca Besok (5/9) dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca wilayah Yogyakarta, besok (5/9), didominasi udara kabur dan berawan. Cek selengkapnya!

Akhir Pekan Berpotensi Hujan, Pantau Cuaca Sumatera Utara Besok (5/9) dan Lusa

Sejumlah wilayah Sumut berpotensi hujan ringan besok (5/9) dan lusa. Suhu udara diprakirakan mencapai 35°C di beberapa daerah.

Digitalisasi Alur Kerja Klinis, Kaiser Cancer Center Adosi EpiSoft

Kaiser Cancer Center mengimplementasikan EpiSoft, platform rekam medis elektronik khusus onkologi yang dikembangkan di Australia.​