M O M S M O N E Y I D
Bugar

5 Cara Menghilangkan Bau Apek di Rambut dengan Bahan Alami

Penulis: Rizka Noveliana  |  Editor: Rizka Noveliana


MOMSMONEY.ID - Jadi tidak percaya diri, coba cara menghilangkan bau apek di rambut dengan bahan alami. 

Rambut bau apek biasanya disebabkan oleh keringat, paparan sinar Matahari, perubahan hormon, hingga infeksi jamur di rambut. 

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena masih ada cara membuat rambut menjadi wangi. Melansir dari herworld.co.id, simak cara menghilangkan bau apek di rambut dengan bahan alami: 

1. Lidah buaya

Pertama, cara menghilangkan bau apek rambut dengan masker lidah buaya. Lidah buaya terbukti memiliki sifat antiseptik dan anti inflamasi yang efektif untuk mengatasi berbagai masalah rambut, yang mungkin jadi penyebab bau apek di rambut.

Kedua sifat itu akan membuat kulit kepala lebih bersih dan sehat, sehingga rambut bebas dari bau apek.

Anda bisa buat sendiri masker lidah buaya dengan mengambil sebagian gel lidah buaya, lalu aplikasikan ke kulit kepala dan rambut secara merata.

Pijat-pijat lembut dan diamkan selama kurang lebih 30 menit sebelum dibilas dengan air bersih. Gunakan masker lidah buaya ini dua sampai tiga kali seminggu untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Baca Juga: 4 Cara Memilih Pelembab Wajah Sesuai Jenis Kulit yang Tepat, Gimana?

2. Lemon

Cara menghilangkan bau apek selanjutnya adalah lemon. Lemon memiliki sifat anti mikroba yang bermanfaat untuk membunuh bakteri penyebab bau apek di rambut.

Untuk mendapatkan manfaatnya, potong buah lemon menjadi dua bagian, lalu peras untuk mengeluarkan airnya. Setelah itu, oleskan air perasan lemon pada kulit kepala dan tiap-tiap helai rambut secara merata.

Lakukan pijatan lembut di kulit kepala yang bertujuan agar air perasan lemon dapat meresap lebih dalam dan bekerja secara maksimal. Diamkan selama beberapa menit. 

Barulah bilas rambut dan kulit kepala menggunakan air hingga bersih. Namun, Anda perlu berhati-hati saat menggunakan air perasan lemon, karena sifat asamnya bisa membuat kulit kepala lebih sensitif.

Kemudian pastikan, tidak ada luka terbuka di kulit kepala, karena bisa menimbulkan rasa perih dan memperparah luka.

3. Essential oil

Essential oil juga bisa menghilangkan bau apek di rambut dengan bahan alami. Minyak yang bersifat anti mikroba ini dinilai cukup efektif untuk menghilangkan bakteri penyebab bau tidak sedap di rambut dan kulit kepala.

Bahkan, essential oil juga dipercaya mampu membantu mengurangi masalah ketombe. 

Anda bisa mengoleskan essential oil secara merata sambil dipijat-pijat lembut sebelum keramas, atau campur sedikit essential oil dengan sampo yang biasa Anda pakai.

Setelah itu, bilas rambut dengan air hingga bersih. Essential oil akan membantu membersihkan kulit kepala dan helai rambut dari kotoran-kotoran yang menempel, yang bisa menyebabkan bau apek di rambut. 

Baca Juga: 4 Cara Mendapatkan Kulit Glowing dari Bahan Alami, Coba yuk

4. Kulit jeruk

Kulit jeruk efektif bisa menghilangkan bau apek di rambut. Kulit jeruk mengandung vitamin C yang bersifat asam dalam kulit jeruk juga bermanfaat untuk membunuh bakteri penyebab bau apek di rambut. 

Anda cukup mengiris-iris kulit jeruk, dan tumbuh hingga halus. Kemudian, peras menggunakan kain bersih untuk memisahkan airnya dengan serat atau sari-sari kulit jeruk.

Barulah, oleskan air perasan kulit jeruk ke kulit kepala secara merata, lalu pijat-pijat dengan lembut. Bungkus rambut dengan handuk dan diamkan selama kurang lebih 20 menit. Terakhir, bilas rambut dengan air hingga bersih.

5. Tomat

Cara menghilangkan bau apek lainnya adalah tomat. Kandungan pH yang cukup tinggi dalam tomat diyakini efektif untuk menghilangkan bau apek di rambut.

Caranya cukup mudah, potong tomat menjadi beberapa bagian. Lalu, peras untuk memisahkan air dan sari-sarinya. Kemudian, oleskan sari-sari tomat itu ke kulit kepala secara merata sambil dipijat-pijat lembut.

Sementara air tomatnya bisa Anda oleskan di tiap-tiap bagian helai rambut dari akar hingga ke ujungnya. Diamkan selama beberapa menit, lalu bilas hingga bersih.

Jadi, itulah cara menghilangkan bau apek di rambut dengan bahan alami yang bisa Anda coba. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Inovasi Cokelat Rasa Rendang Supaya Bisa Langsung Nendang ke Pasar Global

Upaya Terve Chocolate bisa menembus pasar global dengan menampilkan rasa cokelat yang punya cita rasa Nusantara.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (22/10), Hujan Lebat Masih Turun di 4 Provinsi Ini

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Kamis 22 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Seluruh Wilayah Diprediksi Berawan, Ini Prakiraan Cuaca Jawa Barat Besok (22/7)

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat didominasi berawan pada Kamis (22/10) dan Jumat (23/10), dengan suhu hingga 38°C.

Melepas Penat di Pulau Dewata, Dari Mendaki Gunung Batur Hingga Melukat di Ubud

Data Airbnb yang menunjukkan, nature dan outdoor menjadi kategori Experience paling populer di Bali.  

Cerah di Semua Wilayah, Cek Cuaca Yogyakarta Besok (22/10)

BMKG memprakirakan seluruh wilayah DIY cerah pada Kamis (22/10). Suhu tertinggi mencapai 33°C di Kota Yogyakarta.  

Ebola Bundibugyo Menyebar di 5 Negara, Afrika dalam Tingkat Kesiapsiagaan Tinggi

Nigeria menjadi negara kelima yang mendeteksi Ebola Bundibugyo sejak wabah penyakit ini dinyatakan terjadi di Republik Demokratik Kongo.

Hujan Ringan Akan Turun di Wilayah Ini, Cek Cuaca Jawa Tengah Besok (22/10) dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah didominasi berawan pada Kamis (22/10) dan Jumat (23/10), dengan suhu hingga 36°C.  

Cek Cuaca Sumatera Selatan Besok (22/10) Didominasi Udara Kabur, Suhu Mencapai 37°C

Cuaca Sumatera Selatan besok diprakirakan didominasi udara kabur. Suhu di sejumlah daerah berpotensi mencapai 37°C. Simak prakiraan lengkapnya

Waspada Hujan Petir Wilayah Ini, Cek Cuaca Sumatera Barat Besok (22/10)

BMKG memprakirakan hujan petir di Pasaman Barat pada Kamis (22/10). Sejumlah daerah lain berpotensi hujan ringan dan udara kabur.

Menekan Limbah Tekstil, Setali Indonesia Dorong Pengolahan dan Daur Ulang Pakaian

CEO Setali Indonesia, Gema Minang mengungkapkan bahwa meningkatnya daya beli masyarakat turut mendorong konsumsi pakaian.