MOMSMONEY.ID - Ada 4 waktu terbaik untuk berhubungan seks yang wajib diketahui para pasutri. Simak dan catat, berikut informasinya.
Menjaga keharmonisan dan keintiman bersama pasangan adalah salah satu pilar penting dalam membangun hubungan pernikahan yang sehat dan bahagia.
Dalam kehidupan modern yang padat dengan jadwal kerja dan urusan rumah tangga, aktivitas intim sering kali terasa seperti rutinitas yang dijadwalkan secara acak di malam hari saat tubuh sudah kelelahan.
Padahal, memilih momen yang tepat dapat meningkatkan kualitas keintiman, mengoptimalkan pelepasan hormon kebahagiaan, serta memberikan kepuasan yang lebih mendalam bagi kedua belah pihak.
Baca Juga: 4 Perbedaan Exfoliating Toner dan Peeling Serum, Jangan Salah Pakai!
Efektivitas libido dan energi seksual manusia sangat dipengaruhi oleh fluktuasi hormon alami tubuh sepanjang hari. Menyelaraskan aktivitas intim dengan jam biologis tubuh dapat memaksimalkan manfaat kesehatan seksual secara keseluruhan.
Bersumber dari Cleveland Clinic dan Healthline, berikut 4 waktu terbaik untuk berhubungan seks yang wajib diketahui para pasutri:
1. Pagi hari saat kadar hormon berada di titik tertinggi
Pagi hari, sesaat setelah bangun tidur, adalah salah satu waktu paling ideal secara biologis untuk melakukan aktivitas intim.
Dari sudut pandang medis, tubuh pria memproduksi kadar hormon testosteron yang berada di titik puncaknya pada pagi hari, yang secara alami meningkatkan gairah dan stamina. Bagi wanita, kadar energi yang masih segar setelah beristirahat semalaman membuat tubuh lebih sensitif terhadap sentuhan.
Berhubungan seks di pagi hari mampu memicu pelepasan hormon oksitosin dan endorfin dalam jumlah besar, yang berfungsi sebagai pereda stres alami.
Memulai hari dengan keintiman tidak hanya membakar kalori, tetapi juga meningkatkan suasana hati yang positif dan rasa percaya diri untuk menghadapi aktivitas seharian penuh.
2. Sore hari saat energi seksual pasangan berada di titik seimbang
Banyak pasangan yang melewatkan waktu sore hari, padahal momen ini menawarkan keseimbangan hormonal yang unik antara pria dan wanita.
Memasuki waktu sore (sekitar jam 3-5 sore), kadar hormon kortisol (hormon stres) pada tubuh wanita secara alami mulai menurun, sementara tingkat kewaspadaan dan energi emosionalnya meningkat.
Di sisi lain, meskipun kadar testosteron pria tidak setinggi di pagi hari, namun tingkat hormon estrogen (yang mengatur keintiman emosional) justru meningkat. Ini membuat pria menjadi lebih peka, ekspresif, dan fokus pada kesenangan pasangan.
Pertemuan energi ini menciptakan sinkronisasi yang sempurna untuk hubungan intim yang lebih lambat, romantis, dan penuh kedekatan emosional.
Baca Juga: Rahasia Body Goals dan Awet Muda: Ini 4 Manfaat Minum Kopi Tanpa Gula untuk Wanita
3. Pertengahan siklus menstruasi wanita (masa ovulasi)
Waktu terbaik tidak hanya dihitung berdasarkan jam harian, melainkan juga berdasarkan siklus bulanan wanita.
Sekitar dua minggu setelah hari pertama menstruasi, yaitu saat memasuki fase ovulasi atau masa subur, tubuh wanita mengalami lonjakan hormon estrogen dan luteinizing hormone (LH) yang sangat drastis.
Lonjakan hormonal ini secara alami meningkatkan aliran darah ke area panggul, yang membuat organ intim menjadi lebih sensitif dan secara signifikan mendongkrak libido atau gairah seksual wanita.
Berhubungan seks pada periode ini tidak hanya memberikan kepuasan fisik yang lebih intens dan orgasme yang lebih mudah dicapai karena pelumasan alami yang maksimal, tetapi juga menjadi momen emas bagi pasangan yang sedang merencanakan program kehamilan.
4. Malam hari sebelum tidur sebagai sarana relaksasi total
Meskipun malam hari sering diasosiasikan dengan tubuh yang lelah, faktanya waktu menjelang tidur tetap menjadi momen favorit yang memiliki manfaat kesehatan tersendiri.
Berhubungan seks di malam hari dapat bertindak sebagai obat penenang alami yang sangat efektif untuk mengatasi insomnia atau gangguan tidur.
Setelah mencapai orgasme, tubuh akan melepaskan hormon prolaktin dan oksitosin, yang secara bersamaan menurunkan kadar kortisol. Kombinasi pelepasan hormon ini memberikan efek relaksasi yang mendalam pada otot-otot tubuh dan memicu rasa kantuk yang sehat.
Mengakhiri hari dengan keintiman fisik mampu membantu melepaskan seluruh ketegangan mental setelah bekerja. Sehingga, Anda dan pasangan bisa mendapatkan kualitas tidur malam yang lebih nyenyak dan restoratif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News