M O M S M O N E Y I D
Keluarga

4 Penyebab Bau Badan Semakin Parah, Bukan Hanya Faktor Eksternal!

4 Penyebab Bau Badan Semakin Parah, Bukan Hanya Faktor Eksternal!
Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Bau badan adalah masalah umum yang bisa dialami oleh siapa saja. Namun, terkadang aromanya terasa jauh lebih tajam dan mengganggu dari biasanya.

Banyak yang mengira bau badan hanya disebabkan oleh keringat, padahal keringat manusia sendiri sebenarnya tidak berbau. Aroma tak sedap muncul ketika protein dan lemak dalam keringat dipecah oleh bakteri yang hidup di permukaan kulit.

Jika Anda merasa aroma tubuh semakin menyengat, mungkin ada faktor internal atau eksternal tertentu yang sedang memicunya.

Baca Juga: 9 Manfaat Konsumsi Buah Ceri secara Rutin untuk Kesehatan Tubuh

Melansir Cleveland Clinic, Mayo Clinic, dan Harvard Health, berikut adalah 4 penyebab bau badan semakin parah yang perlu Anda waspadai.

1. Mengonsumsi makanan dengan aroma tajam dan tinggi lemak

Penyebab bau badan semakin parah yang pertama yaitu mengonsumsi makanan dengan aroma tajam dan tinggi lemak.

Apa yang Anda makan memiliki dampak langsung pada bagaimana aroma tubuh Anda diproduksi.

Makanan seperti bawang putih, bawang merah, dan rempah-rempah tertentu mengandung senyawa sulfur yang akan diserap ke dalam aliran darah dan dikeluarkan kembali melalui pori-pori kulit saat Anda berkeringat.

Selain itu, konsumsi daging merah secara berlebihan juga dapat memperparah bau badan. Sebuah studi menunjukkan bahwa asam lemak dalam daging merah memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna. Sehingga, sisa-sisa metabolismenya dapat memengaruhi aroma keringat menjadi lebih tajam dan asam.

2. Kondisi stres dan kecemasan yang meningkat

Penyebab bau badan semakin parah yang kedua yaitu kondisi stres dan kecemasan yang meningkat.

Pernahkah Anda merasa bau badan lebih menyengat saat sedang gugup atau menjalani presentasi penting? Hal ini bukan sekadar perasaan Anda saja.

Menurut laporan dari Mayo Clinic, tubuh manusia memiliki dua jenis kelenjar keringat yaitu ekrin (yang mendinginkan tubuh) dan apokrin (yang bereaksi terhadap stres).

Keringat akibat stres dihasilkan oleh kelenjar apokrin, yang teksturnya lebih kental serta kaya akan protein dan lemak. Jenis keringat inilah yang paling disukai oleh bakteri kulit. Ketika pecah, aroma yang dihasilkan jauh lebih kuat dibandingkan keringat saat Anda berolahraga atau kepanasan.

Baca Juga: 7 Manfaat Konsumsi Buah Blackberry secara Rutin untuk Kesehatan Tubuh

3. Ketidakseimbangan hormon dan kondisi medis

Penyebab bau badan semakin parah yang ketiga yaitu ketidakseimbangan hormon dan kondisi medis.

Perubahan hormonal yang drastis dapat mengubah aroma tubuh seseorang. Harvard Health menjelaskan bahwa fluktuasi hormon selama masa pubertas, menstruasi, kehamilan, hingga menopause dapat meningkatkan aktivitas kelenjar keringat secara signifikan.

Selain itu, kondisi medis tertentu seperti diabetes atau gangguan tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) juga dapat mengubah komposisi kimia tubuh.

Pada penderita diabetes, misalnya, kondisi ketoasidosis dapat membuat bau badan atau napas tercium manis seperti buah atau justru sangat asam. Adapun ini merupakan indikasi adanya penumpukan keton di dalam darah.

4. Efek samping obat-obatan tertentu

Penyebab bau badan semakin parah yang keempat yaitu efek samping obat-obatan tertentu.

Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, hal tersebut mungkin menjadi alasan mengapa bau badan Anda terasa berbeda.

Beberapa jenis obat seperti antidepresan, antipsikotik, dan bahkan beberapa obat pereda nyeri dapat menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak keringat sebagai efek sampingnya.

Beberapa senyawa kimia dalam obat-obatan tersebut tidak sepenuhnya terurai di dalam sistem pencernaan dan akhirnya dikeluarkan melalui kelenjar keringat. Ini secara otomatis mengubah profil aroma tubuh menjadi lebih kuat atau berbau seperti bahan kimia.

Itulah 4 penyebab bau badan semakin parah. Mengatasi bau badan yang semakin parah memerlukan pendekatan dari dua sisi yakni menjaga kebersihan luar dengan sabun antibakteri dan memperhatikan kesehatan dalam tubuh.

Mengurangi makanan pemicu, mengelola stres dengan baik, dan menjaga hidrasi dengan air putih dapat membantu mengencerkan senyawa berbau dalam keringat. Namun, jika perubahan bau badan terjadi secara mendadak dan disertai dengan gejala lain, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan yang mendasari.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

4 Jenis Pekerjaan Online yang Sangat Cocok untuk Ibu Rumah Tangga

Berikut adalah 4 jenis pekerjaan online yang sangat cocok untuk ibu rumah tangga karena menawarkan peluang pendapatan yang menjanjikan.

6 Tren Dekorasi Ruang Tamu 2027 yang Diprediksi Makin Nyaman dan Personal

Tren dekorasi ruang tamu 2027 mengarah pada warna hangat, pojok baca, furnitur fleksibel, penyimpanan rapi, dan sentuhan seni unik ya.  

Dari Belajar Nail Art, MUA Tuli Ini Berhasil Raup Pendapatan Rp13 Juta

Nail Art Jadi Ladang Penghasilan, MUA Tuli Binaan Bakti BCA Catat Pendapatan Rp 13 Juta               

Dana Darurat Terlalu Banyak? Ini Batas Wajar dan Cara Mengelolanya Saat Ini

Dana darurat perlu cukup untuk keadaan tak terduga, tetapi menyimpan terlalu banyak uang tunai juga punya risiko. Berikut cara mengelolanya.

Kaya Nutrisi dan Bebas Lemak, Simak 4 Manfaat Kentang Kukus untuk Menu Harian Diet

Mengandalkan kentang kukus dalam pola makan harian saat diet membantu mengontrol gula darah serta menjaga kesehatan usus.  

Jangan Dianggap Sepele ya, Ini 5 Gejala Kanker Rahim yang Wajib Dideteksi Sejak Dini

Kenali gejala kanker rahim sejak dini, dari keputihan tidak normal hingga nyeri panggul. Deteksi awal penting untuk mencegah risiko berbahaya.

4 Elemen Penting Yang Perlu Diperhatikan Saat Menyebar Keranjang Investasi

Strategi diversifikasi investasi atau menyebar keranjang investasi diperlukan supaya meminimalisir risiko.

6 Tren Desain Rumah Cantik yang Ternyata Bikin Repot Saat Dibersihkan

Ini 6 tren desain rumah terlihat cantik, tetapi bisa buat rumah Anda lebih sulit dirawat. Kenali materialnya sebelum pakai tren interior terbaru.

5 Kebiasaan Hemat Baby Boomer Amerika Saat Mengatur Uang yang Bisa Ditiru

Ini 5 kebiasaan hemat baby boomer yang sederhana bisa membantu mengurangi pengeluaran dan menjaga keuangan rumah tangga.

Tiga Prinsip Yang Bisa Dilakukan Memulai Usaha di Bangku Kuliah

Kementerian UMKM menyodorkan tiga prinsip bagi mahasiswa dengan melihat persoalan di lingkungan sekitar.