M O M S M O N E Y I D
Keluarga

4 Mitos Tentang Sunscreen yang Tidak Boleh Anda Percaya, Ketahui Fakta di Baliknya!

4 Mitos Tentang Sunscreen yang Tidak Boleh Anda Percaya, Ketahui Fakta di Baliknya!
Reporter: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan kulit dari bahaya sinar matahari kini semakin meningkat.

Di tengah maraknya tren kecantikan, sunscreen atau tabir surya telah dinobatkan sebagai produk wajib harian yang tidak boleh dilewatkan demi mencegah penuaan dini dan kanker kulit.

Namun, seiring dengan popularitasnya, beredar pula berbagai informasi keliru dan anggapan salah kaprah seputar penggunaan sunscreen.

Baca Juga: 4 Aroma Parfum yang Cocok untuk Wanita Kantoran, Wanginya Bersih dan Elegan

Banyak mitos yang berkembang di masyarakat justru mengurangi efektivitas kerja sunscreen dan menempatkan kulit dalam risiko kerusakan yang tinggi.

Simak dan catat, berikut adalah 4 mitos tentang sunscreen yang tidak boleh Anda percaya sebagaimana dilansir dari American Academy of Dermatology (AAD) dan Skin Cancer Foundation.

1. Sunscreen Hanya Perlu Dipakai Saat Cuaca Terik atau Liburan ke Pantai

Banyak orang mengira bahwa sunscreen hanya dibutuhkan ketika mereka sedang beraktivitas di bawah terik matahari, seperti saat berjemur di pantai atau berolahraga di lapangan terbuka. Ini adalah mitos yang sangat menyesatkan.

Faktanya, radiasi sinar UVA dari matahari memiliki gelombang yang sangat panjang dan tetap aktif dalam intensitas yang sama sepanjang tahun, baik saat cuaca mendung, hujan, maupun berkabut. Bahkan, sinar UVA ini mampu menembus awan tebal dan kaca jendela mobil atau rumah Anda, lho.

Jika Anda membiarkan kulit polos tanpa perlindungan saat cuaca berawan, sinar UVA akan tetap masuk ke lapisan dermis kulit. Kemudian, merusak kolagen dan memicu munculnya flek hitam serta kerutan halus secara diam-diam.

2. Pemilik Kulit Gelap Tidak Membutuhkan Sunscreen

Anggapan bahwa individu dengan warna kulit gelap (memiliki kadar melanin tinggi) kebal terhadap kerusakan akibat sinar matahari adalah mitos yang berbahaya.

Memang benar bahwa melanin yang melimpah memberikan perlindungan alami yang lebih tinggi terhadap kulit terbakar (sunburn) dibandingkan pemilik kulit putih. Namun, perlindungan alami ini tidak cukup kuat untuk menangkal radiasi sinar UV dalam jangka panjang.

Pemilik kulit gelap tetap rentan mengalami penuaan dini, hiperpigmentasi berupa bercak kehitaman yang tidak merata, serta risiko kanker kulit.

Para ahli menegaskan bahwa terlepas dari apapun warna kulit Anda, penggunaan sunscreen berspektrum luas (broad-spectrum) bersifat wajib untuk menjaga sel-sel kulit tetap sehat.

Baca Juga: 5 Obat Tekanan Darah yang Kini Tidak Lagi Dianjurkan

3. Semua Jenis Sunscreen Pasti Menyebabkan Jerawat

Enggan menggunakan sunscreen karena takut wajah menjadi beruntusan atau berjerawat adalah kekhawatiran yang sangat sering ditemui, terutama bagi pemilik kulit berminyak dan sensitif.

Mitos ini lahir karena formula sunscreen generasi lama cenderung memiliki tekstur yang tebal, lengket, dan meninggalkan lapisan putih (white cast) yang berat di wajah.

Namun, menyamaratakan semua produk sunscreen sebagai pemicu jerawat adalah kesalahan besar. Pasalnya, industri kecantikan saat ini telah berkembang pesat dengan menciptakan varian sunscreen berbasis air (water-based), gel yang ringan, serta formula khusus berlabel non-comedogenic.

Sering kali, jerawat yang muncul bukan disebabkan oleh sunscreen-nya, melainkan teknik pembersihan wajah yang kurang sempurna di malam hari. Karena sunscreen dirancang untuk menempel erat di kulit, maka Anda wajib melakukan double cleansing guna melarutkan residu sunscreen agar pori-pori tetap bersih.

4. Sunscreen dengan SPF Tinggi Cukup Diaplikasikan Sekali Saja

Menggunakan sunscreen dengan SPF tinggi, seperti SPF 50 atau SPF 100, sering kali memicu rasa aman yang palsu. Banyak yang percaya bahwa semakin tinggi angka SPF sunscreen maka semakin lama pula perlindungan tersebut bertahan, sehingga tidak perlu mengaplikasikannya ulang (reapply).

Secara ilmiah, angka SPF merujuk pada seberapa baik produk sunscreen memblokir sinar UVB, bukan durasi lamanya waktu bertahan.

Semua jenis sunscreen, tidak peduli seberapa tinggi angka SPF-nya, akan terformulasikan secara kimiawi untuk pecah dan kehilangan efektivitasnya setelah 2 jam terpapar udara, keringat, minyak wajah, atau gesekan tisu.

Mengaplikasikan ulang sunscreen setiap 2-3 jam sekali adalah satu-satunya cara untuk memastikan kulit Anda tetap terlindungi sepanjang hari.

Itulah 4 mitos tentang sunscreen yang tidak boleh Anda percaya. Untuk mendapatkan perlindungan maksimal, pilihlah sunscreen yang memiliki label broad-spectrum dengan minimal SPF 30 dan PA++++.

Aplikasikan sebanyak dua ruas jari untuk seluruh wajah dan leher sekitar 15-20 menit sebelum Anda keluar ruangan. Tujuannya adalah agar formula sunscreen dapat meresap dan membentuk lapisan pelindung yang sempurna pada kulit Anda.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tokocrypto Hadirkan 4 Aset Kripto Baru: Gensyn, USD.AI, Genius Terminal & Steem

Tokocrypto hadirkan 4 aset kripto baru yang memiliki infrastruktur digital di bidang artificial intelligence (AI). 

Malaysia Airlines dan Singapore Airlines Bermitra Luncurkan Produk Tarif Bersama

Peluncuran produk tarif bersama dengan Malaysia Airlines memperluas pilihan tarif bagi pelanggan yang bepergian antara Singapura dan Kuala Lumpur.

Belum Siap Punya Anak? Coba 4 Cara Mencegah Kehamilan Tanpa KB Ini

Kali ini MomsMoney akan membagikan informasi tentang 4 cara mencegah kehamilan tanpa KB. Baca di sini!    

Berawan Capai 33 °C di Kota Ini, Cek Prakiraan Cuaca Jawa Barat Besok Rabu (24/6)

BMKG merilis prakiraan cuaca Jawa Barat besok Rabu (24/6) berawan di beberapa kota dengan suhu mencapai 33 °C.

Ramalan Zodiak Besok Rabu 24 Juni 2026, Cancer dan Scorpio akan Bersinar

Cek ramalan zodiak besok Rabu 24 Juni 2026, mulai karier, keuangan, asmara hingga kesehatan untuk 12 bintang terbaru berikut ini.​

4 Mitos Tentang Seks yang Tidak Boleh Dipercaya, Ketahui Faktanya!

Berikut beberapa mitos tentang seks yang tidak boleh dipercaya beserta faktanya. Simak sampai akhir, Moms.

Indro Warkop: Jangan Tunggu Badan Rewel Baru Jaga Kesehatan

​Bersama Indro Warkop, Hotto mengajak masyarakat memprioritaskan kesehatan sejak dini dan tidak menunggu sakit untuk menerapkan pola hidup sehat.  

Prakiraan Cuaca Besok (24/6) dan Lusa di Banten, Hujan Turun di Daerah Ini

​BMKG memperkirakan cuaca besok di Banten akan turun hujan ringan hingga sedang, sementara lusa akan berawan.

Waspadai Udara Kabur, Begini Prakiraan Cuaca Besok (24/6) dan Lusa di DKI Jakarta

​BMKG memperkirakan cuaca besok di DKI Jakarta akan didominasi hujan ringan, sementara lusa didominasi udara kabur.  

Harga Emas Global Ambles Meski Negosiasi AS-Iran Lancar, Apa Penyebabnya?

Deutsche Bank AG memangkas perkiraan harga emas jadi US$ 4.300 pada kuartal ketiga, turun lebih dari seperlima dari perkiraan sebelumnya.