M O M S M O N E Y I D
Keluarga

4 Manfaat Facial untuk Pria, Cegah Jerawat hingga Mengurangi Stres!

Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Pria juga bisa facial. Berikut 4 manfaat facial untuk pria.

Dalam dunia kecantikan, facial kerap dianggap sebagai ritual yang eksklusif bagi kaum hawa.

Kendati demikian, facial sebenarnya bisa dilakukan oleh siapa saja tidak terkecuali oleh para pria.

Bagi pria, facial menawarkan setidaknya 4 manfaat yang luar biasa dan tentunya sayang untuk dilewatkan. Melansir laman Eva Mulia Clinic, inilah 4 manfaat facial untuk pria.

Baca Juga: 5 Channel Youtube Food Vlogger Populer Indonesia, Bikin Ngiler Semua

1. Menjaga kulit tetap bersih

Manfaat facial untuk pria yang pertama yaitu menjaga kulit tetap bersih.

Kulit akan terpapar oleh berbagai polusi dan kotoran setiap hari. Jika tidak dirawat, polusi dan kotoran tersebut dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan berbagai masalah kulit. Melalui proses facial, kulit akan dibersihkan secara mendalam dari kotoran, minyak berlebih, serta sel-sel kulit mati penyebab jerawat dan komedo.

Bagi para pria yang sering terpapar debu dan polusi udara, facial adalah cara yang efektif untuk menjaga kulit tetap bersih.

Facial juga bisa membantu mengatur produksi minyak yang sering menjadi masalah utama bagi pria dengan kulit berminyak. Saat produksi minyak terkontrol dengan baik, itu dapat membantu mencegah timbulnya jerawat dan masalah kulit lainnya.

2. Meningkatkan kesehatan kulit

Manfaat facial untuk pria yang kedua yaitu meningkatkan kesehatan kulit.

Selain membersihkan kulit, facial juga bisa membantu meningkatkan kesehatan kulit secara keseluruhan. Saat facial, seorang ahli perawatan kulit akan menggunakan berbagai produk dan teknik khusus untuk merawat kulit. Ini termasuk pembersihan, eksfoliasi, pemijatan, dan aplikasi masker.

Selama proses facial berlangsung, kulit akan mendapatkan nutrisi yang diperlukan untuk tetap sehat dan terhidrasi dengan baik. Hal ini dapat membantu mengurangi masalah kulit seperti kulit kering, kemerahan, dan ketidaksempurnaan kulit lainnya.

Sebagai salah satu langkah penting dalam facial, eksfoliasi akan membantu menghilangkan sel-sel kulit mati dan mendorong pertumbuhan sel-sel kulit baru. Alhasil, kulit akan tampak lebih cerah.

Baca Juga: Begini Cara Menata Cermin di Kamar Tidur Supaya Bisa Dapat Keberuntungan

3. Mengurangi tanda-tanda penuaan dini

Manfaat facial untuk pria yang ketiga yaitu mengurangi tanda-tanda penuaan dini.

Dewasa ini, semakin banyak pria yang sadar akan pentingnya merawat kulit guna mengurangi tanda-tanda penuaan dini. Kabar baiknya, facial dapat membantu mengatasi masalah tersebut.

Selama facial, teknik pemijatan yang digunakan dapat meningkatkan sirkulasi darah ke wajah, sehingga membantu mengurangi garis-garis halus dan kerutan. Selain itu, aplikasi masker khusus juga dapat membantu kulit tetap kenyal dan bercahaya. Jadi, jika Anda ingin terlihat awet muda, facial bisa menjadi solusi yang efektif.

Penting untuk diingat bahwa mencegah tanda-tanda penuaan jauh lebih efektif daripada mencoba menghilangkannya setelah muncul. Dengan rutin melakukan facial, Anda dapat menjaga kulit tetap sehat sekaligus memperlambat proses penuaan kulit.

4. Mengurangi stres

Manfaat facial untuk pria yang keempat yaitu mengurangi stres.

Facial bukan hanya tentang perawatan kulit, tetapi juga tentang relaksasi dan mengurangi stres. Saat Anda melakukan facial, Anda akan merasakan sensasi yang menenangkan dan nyaman. Pasalnya, teknik pemijatan yang digunakan selama facial dapat membantu mengurangi ketegangan otot di wajah dan meningkatkan perasaan relaksasi.

Selain itu, aromaterapi yang sering digunakan selama facial juga dapat memberikan efek menenangkan pada pikiran. Jadi, selain memberikan manfaat fisik untuk kulit, facial juga bisa membantu Anda merasa lebih baik secara keseluruhan.

Perlu Anda tahu bahwa stres dapat berdampak negatif bagi kesehatan kulit, seperti menyebabkan jerawat atau membuat kulit terlihat kusam. Oleh karena itu, meluangkan waktu untuk facial patut Anda pertimbangkan jika ingin meningkatkan penampilan dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.