M O M S M O N E Y I D
Keluarga

4 Kesalahan Layering Skincare yang Harus Dihindari Jika Ingin Wajah Glowing

4 Kesalahan Layering Skincare yang Harus Dihindari Jika Ingin Wajah Glowing
Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Tren menggunakan beberapa lapis produk perawatan wajah atau layering skincare kini telah menjadi bagian dari gaya hidup wanita modern demi mendapatkan kulit impian yang sehat dan bercahaya.

Mulai dari teknik ala Korea dengan belasan langkah hingga tren memadukan berbagai serum berbahan aktif tinggi, banyak orang berlomba-lomba memberikan nutrisi terbaik bagi kulit wajah.

Namun, alih-alih mendapatkan wajah yang mulus dan bebas jerawat, mengombinasikan sembarang produk tanpa pemahaman yang benar justru bisa memicu petaka baru seperti kulit mengelupas, kemerahan, hingga jerawat yang semakin meradang.

Baca Juga: 4 Penyebab Kulit Kusam Susah Cerah yang Sering Diabaikan Wanita

Layering skincare memiliki aturan biologis dan kimiawi yang sangat ketat terkait urutan pemakaian serta kecocokan antar-bahan aktif. Kesalahan dalam memadukan produk ini tidak hanya membuat usaha Anda sia-sia, tetapi juga berisiko merusak skin barrier secara permanen.

Wajib tahu, ini 4 kesalahan layering skincare yang harus dihinidari sebagaimana dilansir dari American Academy of Dermatology (AAD), Healthline, dan WebMD.

1. Mengombinasikan Dua Bahan Aktif Keras yang Bersifat Saling Bertabrakan

Kesalahan paling sering dan paling berbahaya dalam layering skincare adalah mencampurkan dua bahan aktif berkonsentrasi tinggi yang memicu iritasi jika dipakai bersamaan.

Salah satu kombinasi yang paling sering memicu kerusakan adalah menggunakan retinol berbarengan dengan eksfoliator kimiawi seperti AHA atau BHA. Kedua bahan ini sama-sama bekerja mempercepat regenerasi sel kulit dan mengikis sel kulit mati.

Jika diaplikasikan bertumpuk dalam satu waktu, kulit wajah Anda akan mengalami eksfoliasi berlebih (over-exfoliation) yang berujung pada rusaknya skin barrier, sensasi terbakar, dan kemerahan ekstrem.

Contoh tabrakan lain adalah mencampur vitamin C dengan retinol di waktu yang sama. Tingkat pH keduanya yang bertolak belakang akan saling menetralkan fungsi masing-masing, sehingga produk menjadi tidak berguna.

2. Mengabaikan Aturan Urutan Tekstur

Selain memperhatikan kandungan bahan aktif, urutan layering skincare berdasarkan konsistensi teksturnya juga sangat menentukan apakah skincare tersebut dapat bekerja atau tidak.

Aplikasikanlah produk mulai dari yang teksturnya paling cair dan berbasis air (water-based) hingga produk yang paling kental dan berbasis minyak (oil-based).

Urutan yang benar biasanya dimulai dari pencuci muka, toner, essence, serum, pelembap (moisturizer), dan ditutup dengan minyak wajah (face oil).

Jika Anda mengoleskan pelembap tebal atau produk berbasis minyak terlebih dahulu sebelum serum, maka molekul serum yang cair tidak akan bisa menembus lapisan oklusif minyak tersebut. Akibatnya, serum hanya akan menggenang di atas permukaan wajah dan berakhir sia-sia tanpa terserap ke dalam epidermis.

Baca Juga: 4 Cara Mengecilkan Lengan dengan Cepat yang Terbukti Secara Ilmiah

3. Terburu-buru Mengaplikasikan Produk Berikutnya

Di tengah kesibukan pagi hari atau rasa kantuk yang melanda di malam hari, tak jarang kita langsung menumpuk satu produk di atas produk lainnya saat kondisi wajah masih basah kuyup.

Faktanya, terburu-buru melakukan layering tanpa memberikan jeda waktu agar produk meresap dengan sempurna dapat memicu fenomena yang disebut pilling. Ini adalah kondisi di mana produk skincare menggumpal seperti daki atau butiran kecil di atas kulit dan tidak mau menyerap.

Selain merusak tampilan makeup, menumpuk produk yang belum meresap juga dapat mengencerkan konsentrasi bahan aktif dari produk sebelumnya atau bahkan memicu reaksi kimia instan yang mengiritasi kulit.

Berikan jeda setidaknya 1 hingga 2 menit, atau tunggu sampai kulit terasa lembap dan kenyal (bukan basah) sebelum Anda melanjutkan ke langkah perawatan berikutnya.

4. Melewatkan Penggunaan Pelembap

Banyak pemilik kulit berminyak atau berjerawat sengaja melewatkan penggunaan pelembap atau moisturizer karena takut wajah semakin mengilap dan menyumbat pori-pori. Mereka berpikir bahwa menggunakan beberapa lapis serum dan toner sudah cukup untuk menghidrasi wajah. Padahal, ini adalah kekeliruan besar.

Fungsi utama dari pelembap dalam teknik layering adalah sebagai oklusif atau segel penutup. Serum dan toner umumnya bersifat humektan, yaitu menarik air ke dalam kulit, namun kandungannya mudah menguap ke udara jika tidak dikunci.

Tanpa pelembap di tahap akhir, cairan dan nutrisi penting dari serum mahal yang sudah Anda aplikasikan justru akan menguap keluar lewat proses kehilangan air transepidermal (TEWL).

Hal ini membuat kulit bagian dalam menjadi dehidrasi, yang secara ironis memicu kelenjar minyak memproduksi lebih banyak sebum alami dan membuat wajah semakin berminyak sekaligus kusam.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hasil Bulu Tangkis Asian Games 2026: Pastikan Medali, 4 Wakil Indonesia ke Semifinal

Hasil Bulu Tangkis Asian Games 2026 babak perempatfinal, Minggu (27/9), empat wakil Indonesia melaju ke babak semifinal dan pastikan medali.

Anak Belajar Bukan Hanya dari Rumah, Begini Pengaruh Lingkungan di Sekitarnya

Cara anak berpikir dan membayangkan masa depan tak hanya terbentuk dari keluarga, tetapi juga dari orang-orang yang ditemuinya setiap hari.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (28/9), Hujan Lebat Guyur 3 Daerah di Jabodetabek

Peringatan dini BMKG cuaca besok Senin (28/9), Waspada hujan lebat di daerah Jabodetabek berikut ini.​

Bukan Sekadar Cari Informasi, Ini Pentingnya Anak Rajin Membaca di Era AI

Di tengah banjir informasi dari AI dan media sosial, anak perlu belajar memahami, membandingkan, dan mempertanyakan informasi.

Hujan Lebat Turun di 20 Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (28/9)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Senin 28 September 2026 dengan status Waspada hujan lebat di provinsi berikut ini.

4 Langkah Cespleng Agar Terhindar dari Paparan Debu Saat Beraktivitas

Debu luar ruangan imbas dari kemarau berkepanjangan bisa mengganggu kesehatan terutama pernapasan, ada baiknya tetap waspada.

Program Laksmi Mendorong Kemandirian Ekonomi Perempuan

Kementerian UMKM merilis Program Laksmi yang bertujuan untuk menciptakan kemandirian pengusaha mikro perempuan dalam berusaha.

Shopee Ajak Anak Muda Pakai Batik Lewat Festival Batik Nusantara

Shopee melalui Shopee Pilih Lokal menghadirkan Festival Batik Nusantara mulai 25 September hingga 2 Oktober 2026.​

Duolingo Mencatat Minat Masyarakat Indonesia Belajar Bahasa Asing Melonjak

Indonesia merupakan salah satu dari lima pasar Duolingo dengan pertumbuhan pengguna aktif harian tercepat di dunia dari tahun ke tahun.​

Film Agensi Rumah Tangga Raih 1 Juta Penonton

Film Agensi Rumah Tangga yang diproduksi oleh Starvision dan disutradarai berhasil meraih 1.003.835 penonton​.