M O M S M O N E Y I D
Keluarga

4 Jenis Suplemen yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi, Cari Tahu Sebelum Coba

4 Jenis Suplemen yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi, Cari Tahu Sebelum Coba
Reporter: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Berniat untuk mencoba suplemen? Ketahui dulu 4 jenis suplemen yang sebaiknya tidak dikonsumsi berikut ini.

Suplemen bisa jadi solusi praktis saat Anda kekurangan nutrisi tertentu. Selain mudah untuk dikonsumsi, suplemen juga cenderung mudah ditemukan.

Jangan asal minum, pastikan Anda memilih suplemen yang sudah memiliki izin BPOM. Anda juga perlu tahu suplemen apa saja yang boleh dan tidak dikonsumsi.

Melansir EatingWell, ada 4 jenis suplemen yang sebaiknya tidak dikonsumsi. Apa saja? Berikut daftarnya.

Baca Juga: Manfaat Biji Labu untuk Menurunkan Kadar Gula Darah Tinggi

1. Suplemen diet

Suplemen yang sebaiknya tidak dikonsumsi pertama adalah suplemen diet.

Tinjauan tahun 2021 mengamati 315 uji klinis dan menemukan bahwa suplemen diet tidak menghasilkan banyak efek penurunan berat badan di antara peserta, bahkan tidak sama sekali.

Jika suplemen diet terasa berhasil pada Anda, efeknya hanya akan bertahan selama Anda mengonsumsi suplemen tersebut.

Sebaiknya, fokuslah pada gaya hidup dan pola makan sehat serta olahraga teratur. Ini adalah pilihan yang jauh lebih baik jika Anda ingin menurunkan berat badan dalam jangka panjang.

2. Suplemen kafein

Suplemen yang sebaiknya tidak dikonsumsi kedua adalah suplemen kafein.

Jika Anda sedang mengonsumsi obat apapun, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba suplemen baru. Begitu banyak nutrisi yang memengaruhi obat yang berbeda, dan hal ini sering kali tidak ditampilkan pada kemasan suplemen.

Misalnya, vitamin K dapat memengaruhi obat pengencer darah seperti Warfarin. Dan, orang yang mengonsumsi Warfarin perlu memantau asupan vitamin K mereka dengan cermat.

Dalam kasus ini, suplemen vitamin K tidak akan aman bagi seseorang yang mengonsumsi obat seperti Warfarin. Itulah mengapa penting untuk berbicara dengan dokter sebelum memulai sesuatu yang baru, meskipun itu hanya vitamin atau mineral dengan satu bahan.

Baca Juga: 9 Gaya Hidup Sehat untuk Menurunkan Gula Darah Tinggi

3. Suplemen dosis tinggi

Suplemen yang sebaiknya tidak dikonsumsi ketiga adalah suplemen dosis tinggi.

Kebanyakan suplemen vitamin dan mineral memiliki "batas atas yang dapat ditoleransi" (UL). Ini adalah asupan harian maksimum yang tidak mungkin menyebabkan efek samping.

Melebihi batas tersebut dapat menciptakan konsentrasi nutrisi yang terlalu tinggi dalam tubuh dan menyebabkan efek kesehatan yang merugikan. Terutama untuk vitamin yang larut dalam lemak (seperti A, D, E, dan K) atau logam berat (seperti zat besi, tembaga, dan zinc).

Inilah mengapa penting untuk melakukan sedikit riset dan memiliki gambaran spesifik tentang apa yang Anda inginkan sebelum membeli suplemen. Lewati suplemen dosis tinggi dan pilihlah suplemen yang dapat membantu Anda mengisi kekurangan nutrisi tanpa berlebihan.

4. Suplemen kafein

Suplemen yang sebaiknya tidak dikonsumsi keempat adalah suplemen kafein.

Kafein bisa dibilang sebagai obat paling populer di dunia. Jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, kafein dapat memberikan beberapa manfaat kesehatan.

Minuman berkafein seperti kopi dan teh mengandung banyak antioksidan dan senyawa anti-inflamasi, yang dapat memberikan tambahan energi dan nutrisi.

Sementara itu, suplemen kafein dosis tinggi cenderung mudah dikonsumsi dan biasanya mengandung 2-3 kali lebih banyak kafein per pil daripada secangkir kopi 8 ons. Ini mungkin lebih banyak daripada yang biasanya Anda konsumsi dalam sekali minum.

Selain gemetar, cemas, dan gelisah dalam jangka pendek, mengonsumsi kafein berlebihan secara teratur dapat mengganggu kesehatan mental. Juga, memperburuk kondisi medis tertentu seperti penyakit jantung dan diabetes serta dapat berdampak negatif pada tidur Anda.

Jika Anda merasa lelah di jalan atau dalam keadaan mendesak, pilihlah kafein dalam bentuk lain seperti kopi atau minuman berenergi dan hindari suplemen kafein karena bisa memicu gelisah.

Itulah 4 jenis suplemen yang sebaiknya tidak dikonsumsi. Selain suplemen-suplemen di atas, hindari juga suplemen yang tidak memiliki izin BPOM alias suplemen abal-abal. Semoga bermanfaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Promo Indomaret Super Hemat 19 Maret-1 April 2026, Fanta-Biokul Beli 2 Gratis 1

Siap-siap belanja irit, Moms! Promo Indomaret Super Hemat hadir lagi untuk periode 19 Maret-1 April 2026.

Kedai Kwetiau Shefa: Menu Sederhana Ini Punya Kisah Unik di Baliknya.

Kwetiau Shefa sering libur Sabtu, tapi pelanggan lama rela menunggu. Ada apa di balik loyalitas ini? 

Awas Rugi Waktu! Jangan Sampai Liburan 3 Hari Gagal Hanya Karena Ini

Libur panjang 3 April di depan mata! Hindari kesalahan umum pemesanan tiket yang bisa merusak rencana Anda. 

Bisnis Untung Besar: WhatsApp Kini Jadi Mesin Penjualan Otomatis!

Bisnis masih manual butuh 20-30 karyawan untuk layanan pelanggan? Dengan AI, Anda hanya butuh 2-3 orang. 

Jangan Hanya Main Gadget, Anak Bisa Tingkatkan Literasi Membaca di Aplikasi BukuAku

Aplikasi BukuAku hadir untuk memberikan akses membaca buku secara digital dengan lebih mudah.       

Ini Tips Investasi dari MAMI di Tengah Dinamika Pasar Global dan Domestik yang Tinggi

Simak tips investasi dari MAMI di tengah kondisi yang dinamis saat ini, saat dinamika pasar global dan domestik tinggi.

Provinsi Ini Hujan Sangat Lebat, Simak Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (25/3)

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Rabu 25 Maret 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat di provinsi berikut ini.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (25/3) di Jabodetabek, Hujan Lebat di Sini

Peringatan dini BMKG cuaca besok Rabu (25/3) di Jabodetabek dengan status Waspada hujan lebat di daerah berikut ini.

Kesehatan Mental: Aplikasi Batin Hadir, Curhat Kini Lebih Aman!

Mencurahkan isi hati ke ChatGPT punya batasan. Aplikasi Batin tawarkan kombinasi AI dan psikolog profesional. Pahami bedanya sebelum memilih!

Dampak Good Girl Syndrome Bagi Kesehatan Mental Seseorang

Jangan sampai berlarut mengabaikan dampak psikologis dari fenomena Good Girl Syndrome.