MOMSMONEY.ID - Apa saja, sih, dampak buruk lilin aromaterapi untuk kesehatan? Berikut ini beberapa efek samping lilin aromaterapi di antaranya.
Penggunaan lilin aromaterapi semakin hari semakin banyak digunakan untuk kepentingan healing dan wewangian.
Selain memiliki aroma menenangkan dan cocok untuk terapi, ternyata zat-zat kimia yang terkandung dapat memberi dampak buruk jika digunakan terlalu sering.
Membakar lilin dapat menyebabkan kualitas udara dalam ruangan menjadi buruk, namun kalangan medis dan ilmiah masih berbeda pendapat mengenai apakah emisi yang dihasilkan dapat memberikan dampak yang berarti bagi kesehatan Anda.
Baca Juga: 5 Cara Berhenti Makan Berlebihan, Hindari Diet Ketat
Jadi, apakah lilin aromaterapi itu beracun?
Berdasarkan seluruh penelitian yang ada, Dokter Spesialis Paru Renee Dixon, MD kepada laman Cleveland Clinic menyatakan, ia tidak merasa khawatir terhadap orang-orang yang memilih untuk menyalakan lilin, setidaknya di ruangan dengan ventilasi yang baik.
Lalu, apakah lilin aromaterapi punya dampak buruk bagi kesehatan jika digunakan dengan cara yang salah? Inilah beberapa efeknya.
Alergi
Melansir laman Healthline membakar lilin aromaterapi dapat melepaskan VOC atau senyawa organik yang bisa menguap, seperti formaldehida, yang dapat meningkatkan risiko kanker.
Meski begitu, lilin aromaterapi hanya mengeluarkan kurang dari setengah jumlah yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). Orang yang terpapar senyawa tersebut melaporkan sakit kepala, sesak napas, dan batuk sebagai bentuk alergi.
Efek lain yang mengikuti gejala alergi karena lilin aromaterapi antara lain:
- Bersin
- Pilek
- Penyumbatan sinus
Baca Juga: Cara Jitu Untuk Mengistirahatkan Mata Setelah Lelah Nonton Gadget
Sakit kepala
Bukannya malah membuat tenang, terlalu sering terekspos lilin aromaterapi bisa membuat Anda sakit kepala. Hal itu disebabkan karena aroma wewangian lilin aromaterapi yang menusuk pernapasan bisa memicu timbulnya sakit kepala.
Menurut laman Web MD, sekitar 95% pasien migrain mengatakan bahwa kepekaan terhadap penciuman dapat memicu atau memperburuk migrain atau sakit kepala. Situasi tersebut disebut dengan osmofobia. Bau umum yang memicu kondisi tersebut termasuk knalpot mobil, asap rokok, dan wewangian.
Risiko kanker
Lilin aromaterapi terbuat dari parafin yang merupakan bahan utamanya. Sebuah studi tahun 2009 menyatakan, pembakaran lilin parafin bisa melepaskan gas dan bahan kimia organik mudah menguap seperti toluena dan benzena, yang diketahui menyebabkan kanker.
Menyalakan lilin aromaterapi juga melepaskan partikel seperti kecil yang mengendap ke udara. Menghirup endapan senyawa organik yang mudah menguap (VOC) dalam jumlah besar dapat merusak DNA dan menyebabkan masalah paru-paru.
Polusi udara dalam ruangan
Lilin beraroma yang sedang menyala melepaskan senyawa organik yang mudah menguap termasuk aseton, benzena, dan toluena yang berasal dari parafin, serta ftalat yang berasal dari pewangi buatan.
Senyawa-senyawa ini dapat memperburuk penyakit paru-paru dan meningkatkan risiko berbagai jenis kanker. Memastikan ventilasi yang baik dapat membantu mengurangi polusi udara di dalam ruangan.
Lilin beraroma juga melepaskan jelaga, yaitu karbon elemental. Untuk mengurangi jelaga, potong sumbu lilin hingga tersisa 1/4 inci (sekitar 0,6 cm) sebelum menyalakan lilin tersebut.
Demikianlah beberapa dampak buruk dari lilin aromaterapi jika terus digunakan secara berlebihan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News