M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Yuk Pahami Bahwa Menabung dan Investasi adalah Dua Hal yang Berbeda

Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Menabung dan investasi adalah sesuatu yang berbeda. Bukan hanya soal keuntungannya saja, tetapi semua disesuaikan dengan kebutuhan. 

Banyak pertanyaan mengapa seseorang harus berinvestasi. Apakah tidak cukup hanya dengan menabung?

Perlu dipahami bahwa menabung dan berinvestasi itu adalah sesuatu yang berbeda. 

Dilansir dari halaman resmi BNI Danarkesa Sekuritas soal edukasi belajar investasi dijelaskan bahwa Menabung berarti menyisihkan uang  tanpa mengharapkan adanya kenaikan dari nilai uang yang disimpan.

Baca Juga: Antisipasi PHK dengan Disiplin Atur Keuangan ala Finansialku

Dari analisa sekilas tampak bahwa berbagai macam tabungan di bank menawarkan bunga tabungan sekitar 1-3%. Tetap menarik, kan?

Akan tetapi, apabila memperhitungkan pengaruh inflasi, bunga tersebut sebenarnya terbilang kecil.

Pasalnya, setiap tahun harga-harga barang selalu naik dengan persentase yang jauh melebihi bunga tabungan.

Hal tersebut membuat terjadinya pengurangan dalam nilai tabungan yang dimiliki.

Sementara itu dalam berinvestasi justru tandanya kita mengharapkan adanya kenaikan dari nilai uang seiring berjalannya waktu alias mendapat keuntungan. 

Uang yang diinvestasikan diharapkan memberi nilai tambah tersebut disimpan dalam suatu bentuk kekayaan yang disebut dengan aset.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Jadwal KRL Solo-Jogja Akhir Pekan 7-8 November 2026, Intip Jam Keberangkatannya

Cek jadwal KRL Solo-Jogja 7-8 November 2026 dari Palur hingga Yogyakarta. Simak daftar jam keberangkatan setiap stasiun untuk akhir pekan.

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.