M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Ulasan Pasar Saham saat The Fed Galau dan Prabowo Terpilih Jadi Presiden

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Manulife Asset Manajemen Indonesia memberi pandangan pasar saham masih menarik di tengah setimen eskternal dan internal yang saat ini berkecamuk.

Para investor masih dibuat bingung dengan arah tingkat suku bunga bank acuan Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed).

Hal ini terjadi karena pernyataan-pernyataan pejabat The Fed mengenai arah suku bunga dan inflasi cenderung menciptakan mixed message. Jadi, kadang terlihat dovish, tetapi bisa tiba-tiba berubah hawkish. 

Samuel Kesuama Senior Portfolio Manager, Equity PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), menyampaikan pandangannya soal prospek pasar saham.

Dalam beberapa bulan terakhir, Jerome Powell Gubernur The Fed memang menyatakan bahwa tren inflasi berada dalam penurunan, walaupun memang sesekali terjadi bumpy path volatilitas data jangka pendek, dan memproyeksikan Fed Funds Rate (FFR) dapat turun tiga kali tahun ini.

Namun, di pertengahan April, Powell menyatakan data inflasi dan ketenagakerjaan terkini membuat kebijakan restriktif masih mungkin harus dipertahankan untuk sementara waktu.

Pernyataan-pernyataan The Fed yang terlihat kontradiktif sebenarnya tetap menunjukkan konsistensi, bahwa The Fed sangat data driven untuk mengambil keputusan penurunan suku bunga. Yang perlu kita cermati lebih dalam, apakah inflasi AS yang meningkat lagi ini adalah ‘bumpy path’ atau tren struktural.

Jika  dilihat, kenyataannya ada beberapa faktor yang berpotensi menopang terjadinya non-inflationary growth, atau pertumbuhan ekonomi dengan inflasi yang cenderung terjaga.

Baca Juga: Dibuka di Zona Negatif, Ini Ramalan NH Korindo Sekuritas soal IHSG 29 April 2024

Yakni, terlihatnya normalisasi sisi pasok pada perekonomian yang dapat meningkatkan ketersediaan barang, dan peningkatan partisipasi tenaga kerja yang dapat memperbaiki ketersediaan jasa. 

Seharusnya, kombinasi kedua faktor ini dapat meredam kenaikan inflasi lebih lanjut, dan pelaku pasar masih dapat berharap membandelnya data inflasi akhir-akhir ini memang adalah volatilitas data jangka pendek.

Hal tersebut sesuai juga dengan pandangan IMF pada proyeksi ekonomi global terbarunya yang dipublikasikan April ini, yaitu target inflasi dari bank sentral AS menuju ke arah yang seharusnya, meskipun masih terlalu dini untuk menyatakan kemenangan. 

Para investor akan menunggu indikasi tentang apakah The Fed masih berharap untuk memangkas suku bunga pada tahap tertentu tahun ini ketika para pejabat menyimpulkan kebijakan dua hari mereka pertemuan pada hari Rabu. 

Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral membutuhkan lebih banyak keyakinan bahwa inflasi sedang menuju ke target 2% sebelum menurunkan suku bunga.

Sejauh ini samuel melihat gabungan berbagai faktor seperti masih kuatnya data ekonomi AS, komentar pejabat The Fed, serta meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah membuat pelaku pasar mengubah besaran dan frekuensi pemangkasan FFR tahun ini.

Estimasi pemangkasan pertama di akhir kuartal kedua berubah ke kuartal tiga, dan proyeksi tiga kali pemangkasan saat ini sudah mulai berubah menjadi dua kali saja.

Sementara, eskalasi konflik geopolitik Timur Tengah yang tiba-tiba meningkat tentunya melemahkan sentimen terhadap aset berisiko dan meningkatkan minat terhadap aset safe haven seperti emas dan mata uang Dolar AS.

Baca Juga: IHSG Bisa Makin Merosot, Ini Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas

Tidak bisa dipungkiri,  ketidakpastian pasar akibat tensi geopolitik yang tiba-tiba meningkat masih mungkin terjadi.

Di lain pihak, negara-negara sekutu dari kedua negara yang bertikai  terlihat berupaya untuk meredam terjadinya eskalasi lebih lanjut, karena pada akhirnya tensi geopolitik yang berkepanjangan akan merugikan sentimen dan meningkatkan risiko makroekonomi global keseluruhan.

Dalam negeri

Sedangkan, dari dalam negeri, ditetapkannya Prabowo Subianto sebagai presiden RI Samuel nilai membawa sentimen positif pada pasar. "Dapat dikatakan tema pemerintahan baru nanti adalah kesinambungan kebijakan," kata Samuel dalam keterangan tertulis.

Presiden Terpilih menjanjikan transisi pemerintahan yang mulus dengan kesinambungan kebijakan yang dijaga, lalu kebijakan fiskal yang lebih ekspansif melalui perluasan basis pajak - bukan kenaikan tarif pajak - serta upaya akselerasi dan kualitas pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

Semuanya terlihat cukup market friendly, walaupun memang ada kebijakan-kebijakan yang masih kita tunggu dampaknya terhadap APBN - dan ekonomi secara keseluruhan - seperti contohnya program makan siang gratis.

Hasil keputusan Mahkamah Konstitusi dalam perkara perselisihan hasil pemilihan umum Pilpres 2024 yang sudah diterima oleh kedua paslon penggugat juga diharapkan secara simbolis menjadi penutup proses pemilu, dan menjadi pembuka lembaran baru rekonsiliasi nasional dan dimulainya proses transisi pemerintahan.

Namun, pelemahan nilai tukar Rupiah yang terjadi akhir-akhir ini lebih disebabkan faktor global, dan salah satu fokus Bank Indonesia (BI) saat ini juga pun sudah sesuai, yaitu upaya stabilitas nilai tukar. 

Inilah yang membuat BI masih mempertahankan suku bunga acuan belum berubah. BI terus memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga nilai tukar lewat intervensi di pasar mata uang, dan pembelian SBN di pasar sekunder yang juga diharapkan bisa menopang pasar obligasi.

Jika volatilitas nilai tukar yang terjadi saat ini memang terbukti hanya lonjakan temporer, proyeksi kami untuk nilai tukar rupiah di akhir tahun nanti adalah kisaran Rp 14.900 – Rp 15.300 per dollar AS.

Baca Juga: Berikut Rekomendasi Saham dari KB VAlbury Sekuritas untuk 29 April 2024

Meski begitu, Samuel mengatakan momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap terjaga patut disyukuri. Sejak Desember 2022 Indeks Keyakinan Konsumen stabil bertengger di atas level 120, sementara indeks sektor manufaktur terkini berada di level tertinggi sejak November 2021, dan data penjualan ritel pun sejak Desember 2023 lalu secara gradual konsisten berbalik arah positif.

Pemulihan yang terus berlanjut membuat BI memperkirakan PDB Indonesia dapat tumbuh di kisaran 5,1% di 2024.

Momentum perekonomian yang positif di tengah valuasi pasar saham yang rendah sebenarnya membuka peluang bagi investor yang ingin berinvestasi dini, dengan memanfaatkan kondisi peralihan dari era suku bunga tinggi menuju suku bunga yang lebih akomodatif.

Beberapa katalis yang diharapkan dapat mendukung sentimen positif lebih berkelanjutan adalah rilis kinerja perusahaan kuartal pertama 2024 (termasuk arahan dan pandangan perusahaan ke depan pasca Idul Fitri), normalisasi likuiditas sejalan dengan rencana pelonggaran moneter.

Serta, kebijakan ekonomi dan calon anggota kabinet pemerintahan baru untuk memprediksi arah pertumbuhan ekonomi jangka menengah ke depan.

Strategi yang Samuel sarankan di tengah dinamika yang terjadi adalah untuk berfokus pada emiten dan sektor dengan fundamental  bottom-up yang baik dan relatif sedikit terpengaruh oleh volatilitas jangka pendek di ekspektasi makro global.

Samuel masih melihat sektor telekomunikasi memiliki prospek yang menarik ke depannya. Meskipun ada kekhawatiran akan memburuknya kompetisi di industri, emiten telekomunikasi menyatakan akan tetap berfokus pada profitabilitas sebagai tujuan utama.

Karakteristik sektor telekomunikasi yang defensif juga menjadi nilai tambah di situasi pasar saat ini.

Tema dan potensi pertumbuhan struktural. Samuel masih mempertahankan posisi di sektor yang berhubungan dengan bahan baku terkait industri energi baru terbarukan.

Transisi menuju era dekarbonisasi menguntungkan Indonesia yang berlimpah memiliki komoditas yang diperlukan dalam teknologi energi baru terbarukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbandingan Spread Harga Jual-Buyback Emas Hari Ini, Galeri 24 Menipis

Spread emas pada 21 Agustus 2026 sebagian besar menyempit. Galeri 24 mencatat penyusutan terbesar,  Pegadaian dan HRTA spread paling kecil.

Peringkat Harga Buyback Emas Hari Ini, Antam Tetap Tertinggi

Harga buyback emas bergerak beragam pada Jumat, 21 Agustus 2026. Antam masih mencatat harga buyback tertinggi.

Banyak Wilayah Diguyur Hujan, Pantau Prakiraan Cuaca Sumut Besok (22/8) dan Lusa

Prakiraan cuaca BMKG Sumut Besok (22/8) dan Lusa (23/8) didominasi hujan ringan. Suhu udara diprediksi mencapai 35°C di wilayah ini.

Prakiraan Cuaca Sumsel Besok Sabtu (22/8) dan Lusa, Waspadai Udara Kabur

BMKG memprakirakan cuaca Sumsel besok Sabtu (22/8) didominasi cerah. Lusa, sejumlah wilayah diprakirakan mengalami udara kabur.

Prakiraan Cuaca Sumbar Besok (21/8) dan Lusa, Wilayah Ini Diguyur Hujan

Hujan ringan berpotensi meluas di Sumbar pada Minggu (23/8). Sebanyak 12 wilayah diprakirakan hujan setelah Sabtu didominasi cerah.

GSMA Ungkap 4 Prioritas yang Bakal Membentuk Ekonomi Digital Asia Pasifik

Mengulik potensi dari ekonomi seluler jelang perhelatan M360 ASEAN 2026. Kontribusi industri ini diproyeksikan naik 40% pada 2030. 

Waspada Potensi Udara Kabur, Intip Prakiraan Cuaca Jogja Besok (22/8) dan Lusa

BMKG memprakirakan tiga wilayah DIY mengalami udara kabur pada Sabtu (22/8), sebelum cuaca berawan mendominasi pada Minggu (23/8).

Promo Alfamart Spesial Maulid Nabi 21-25 Agustus 2026, Es Krim Beli 2 Gratis 1

Manfaatkan promo Alfamart Long Weekend Spesial Maulid Nabi periode 21-25 Agustus 2026 untuk belanja lebih hemat di momen libur panjang.

Mau Liburan ke Bali Akhir Pekan? Cek Prakiraan Cuaca Besok (21/8) dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca Bali di akhir pekan relatif cerah. Simak wilayah yang berawan dan suhu tertinggi.

SR025 Resmi Ditawarkan, Cek Imbalan dan Daya Tariknya

Pemerintah menawarkan SR025 dengan imbalan tetap 6,80% dan 6,90% per tahun. Simak kelebihan dan risiko sebelum berinvestasi.