MOMSMONEY.ID - Di era digitalisasi yang telah masuk ke dalam kebutuhan sehari-hari, Moms rupanya masih perlu menguasai beberapa hal agar bisnis yang dijalankan semakin mulus. Dus, Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri memberi saran ke pelaku usaha untuk menguasari tiga hal yang juga berlaku bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Tiga hal esensial tersebut yaitu terus belajar dan beradaptasi, bijak mengelola keuangan usaha, serta menjadi pelaku usaha digital yang cerdas. Dengan menguasai ketiganya, akan menjadi bekal bagi pelaku usaha dalam menjalani proses transformasi digital, meningkatkan daya saing bisnis, serta meraih peluang di pasar global yang kian dinamis,” urai Wamendag Roro pada kegiatan Kompetisi Pelaku Usaha Jagoan Pencari Cuan (Pujaan) Vol. 5 dalam keterangan yang dikutip Rabu (28/10).
Menurutnya, dengan terus belajar dan beradaptasi, pelaku usaha dapat selalu relevan dengan perubahan tren pasar serta kebutuhan konsumen yang terus berkembang. Selain itu, pemahaman yang bijak dalam mengelola keuangan usaha akan menjaga stabilitas dan keberlanjutan bisnis, sementara menjadi pelaku usaha digital yang cerdas memungkinkan pemanfaatan teknologi secara efektif, terukur, dan aman.
Sedangkan bagi UMKM, Wamendag Roro menerangkan, UMKM bukan sekadar penggerak ekonomi keluarga, tetapi juga pilar penting perekonomian nasional. Di balik warung yang melayani kebutuhan sehari-hari, ada perjuangan keluarga untuk membangun masa depan.
Baca Juga: UMKM Lokal Bidik Pasar Luar Negeri, Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
Di balik usaha gim dan produk digital, ada kreativitas generasi muda yang mampu menciptakan nilai ekonomi melalui teknologi. Oleh karena itu, UMKM harus kita dorong agar terus tumbuh dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Perhatian juga perlu diberikan kepada perempuan pelaku UMKM yang menjalankan usaha sekaligus mengelola keluarga. Peran ini membutuhkan ketekunan dan keberanian. Bahkan, sebanyak 64,5% dari pelaku usaha UMKM nasional merupakan kaum perempuan.
Plt. Direktur Utama PT Bukalapak.com Tbk, Natalia Firmansyah menjelaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar kompetisi modal usaha, melainkan komitmen untuk memperluas akses belajar, berkembang, menemukan peluang baru, serta merangkul berbagai pelaku usaha mulai dari UMKM konvensional hingga ekosistem gim.
“Dengan melaksanakan kegiatan ini secara berkesinambungan, diyakini mampu mendorong terciptanya ekosistem usaha yang lebih inklusif, sekaligus mempercepat daya saing para pelaku usaha digital di tanah air,” terang Natalia.
Salah satu pelaku usaha yang merupakan Mitra Bukalapak, Sukartini menyatakan, menjadi Mitra Bukalapak telah memberikan banyak manfaat, termasuk adanya komunitas untuk berdiskusi, arahan dan tips dalam berjualan, serta ilmu pengetahuan yang berguna untuk pengembangan usaha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News