M O M S M O N E Y I D
Santai

Ternyata Ini Alasan Kenapa Sepatu Salomon Naik Daun Dalam Beberapa Tahun Terakhir!

Ternyata Ini Alasan Kenapa Sepatu Salomon Naik Daun Dalam Beberapa Tahun Terakhir!
Reporter: Benedicta Prima  |  Editor: Benedicta Alvinta


MOMSMONEY.ID -Salomon terlihat mencapai tingkat popularita yang tinggi dalam beberapa tahun terakhir, apa yang menyebabkannya? 

Sepatu Salomon telah jadi sepatu populer sejak tahun 2020 di luar negeri. Tren penggunaan sepatu Salomon kemudian ngetren sejak tahun lalu di Indonesia. 

Melansir Complex, kepopuleran sepatu Salomon ternyata tidak jauh dari kondisi pandemi yang melanda dunia. Pembatasan kegiatan di berbagai negara membuat orang menjadi menginginkan apa yang todak bisa mereka. 

Baca Juga: 50 Twibbon Hari Guru Kemenag 2023, Cocok Dipostng pada 25 November

Di dunia sepatu dan pakaian, ini berarti meningkatnya minat konsumen pada kegiatan di luar ruangan. Sepatu hiking dengan sol tebal atau sekedar sepatu kets alias sneaker yang tahan banting kembali populer. 

Ini membuka Salomon, sebuah merek yang dibangin pada tahun 1947 oleh Geoges Salomon di Alpen Prancis yang fokus pada ski menjadi produsen terkemukan di dunia. 

Salomon membuat sepatu ski di tahun 1979 dan baru terjun di sepatu mendaki pada 1992. Salomon membuat sepatu ski yang bersifat teknis pada mulanya sehingga tidak bisa digunakan untuk kegiatan lainnya. 

Kemudian Salomon dibeli oleh Adidas pada tahun 1997 dan mulai memproduksi sepatu kets untuk kegiatan luar ruangan yang lebih modern pada awal 2000. Ini menjadi sejarah mula Salomon akhirnya menjadi tren sepatu baru saat ini meski sudah tidak berada di bawah Adidas. 

Baca Juga: 6 Tips Bersihkan Wastafel Pakai Bahan yang Mudah Didapat dan Aman di Tangan

Kepopuleran Salomon sebenarnya bisa dilihat sejak tahun 2015. Saat itu Salomon diadopsi oleh retailer Prancis, The Broken Arm yang mulai ikut menjual sepatu ini dan nantinya akan melakukan kolaborasi berkelanjutan hingga hari ini. 

Nah kesuksesan Salomon diantara penggemar sneakers terjadi saat publik kecewa dengan anggapan tidak adinya dalam memperoleh sneakes milik Nike. Saat itu Nike sulit didapatkan karena rantai pasokan selma pandemi. 

Merek seperti Salomon, New Balance, Hoka, Crocs, Merrel dan On kemudian mengalami peningkatan popularitas selama beberapa tahun karena proyek-proyek keren dan kesediaan masyarakat untuk mencoba sesuatu yang berbeda. 

Salomon XT-4, XT-6 dan Snowcross memulai momentum mereka dan kini semakin banyak diminati. Merek ini kemudian berkolaborasi dengan Palace dan Comme des Garcons dalam proyek Hidden NY dan menang karena palet warna yang unik dan membuat sekelompok pencinta sepatu kets tertarik. 

Baca Juga: Pesan McD di McDelivery, Dapat Promo Diskon 25% Pakai Line Bank

Namun apa yang sebenarnya membuat Salomon jadi populer dan ngetren? 

Marketing Manager Salomon Alex van Oostrum menjelaskan awalnya mereka meluncurkan sebuah program setelah mendapatkan masukan dari The Broken Arm. Saat itu konsumen The Broken Arm menanyakan sepatu Salomon tertutama model Snowcrss. Inilah yang membuat Salomon merasa terkoneksi dengan konsumen.

Kemudian Salomon mengembangkan hubungan mereka dengan The Broken Arm dan meluncurkan Snowcross dalam warna tertentu. Di sinilah Salomon menjadi sepatu lifestyle dimulai. 

Menurutnya  fungsionalitas pada Snowcross lah yang menjadi alasan utama Salomon mendapatkan daya tarik. Sepatu ini memberikan gambaran olahraga musim dingin dan kegiatan atletik di luar ruangan. 

Baca Juga: Simak 7 Cara Merawat Kuku Tangan Tanpa Harus ke Salon, Tidak Sulit!

Setelah itu Salomon berkolaborasi dengan desainer Boris Bidjan Saberi yang melihat peluang dengan melakukan beberapa penyesuaian. 

Produk spesifik pertama hadir di tahun 2018. Salomon Advanced adalah arsip sepatu Salomon yang kemudian dikembangkan. 

Alex juga mengatakan tren luar juga berperan penting atas popularitas Salomon. Meski tetap saja produknya adalah hal yang utama. Menurutnya, fungsionalitas Salomon lah yang berperan penting dalam kepopuleran merek ini. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

4 Tanda Tidak Cocok dengan Ceramide, Muncul Jerawat hingga Kemerahan

Tiba-tiba jerawatan setelah pakai ceramide? Waspada, berikut ini 4 tanda tidak cocok dengan ceramide.

Kolaborasi NIVEA–Grab Sabet Dua Penghargaan di MMA SMARTIES APAC 2025

Kolaborasi antara NIVEA dan Grab Indonesia berhasil meraih dua penghargaan internasional di ajang MMA SMARTIES™ APAC 2025  

4 Buah Tinggi Kalori yang Harus Dibatasi Saat Diet, Wajib Tahu!

Sedang diet menurunkan berat badan? Ketahui 4 buah tinggi kalori yang harus dibatasi saat diet berikut ini.  

3 Warna Cat yang Harus Dibuang biar Ruangan Bagian Utara Terlihat Hidup

Ruangan utara sering terasa gelap dan dingin? Ini dia 3 warna cat yang justru memperburuk kondisi tersebut. Pelajari caranya agar terlihat cerah.

Jangan Sampai Salah Desain! Ini 5 Risiko Dapur Terbuka yang Mengganggu

Desainer ungkap alasan konsep dapur terbuka mulai ditinggalkan. Dapur tertutup terbukti efektif meredam bau dan suara. Cek manfaat utamanya.  

Intip Kesalahan Fatal Memasang Bingkai TV yang Bikin Ruangan Kaku

Ingin TV menyatu dengan dekorasi? Jangan buru-buru pakai bingkai. Ahli desain menyarankan solusi custom lemari atau penempatan strategis.  

Kesalahan Finansial Ini Bikin Tabungan Rp50 Juta Anda Mustahil Tercapai

Pengeluaran kecil harian yang sering menggerus tabungan Rp50 juta Anda. Evaluasi catatan keuangan Anda sekarang juga. Temukan caranya di sini, ya.

Stop Panik! Kenali Risiko Keuangan Jika Abaikan Sinking Fund

Merasa pengeluaran besar bikin stres? Sinking Fund solusinya. Pelajari cara hitung alokasi dana agar tujuan Rp45 juta terasa ringan dan terukur.

Trik Buat Aktivitas Agar Anak Lepas dari Gadget

Ajak anak bermain lilin dan permainan hands on untuk cegah anak lepas dari pegang gadget. Bisa jadi rekomendasi orangtua  

11 Alasan Berat Badan Bisa Berubah dari Hari ke Hari

Ternyata ini, lho, beberapa alasan berat badan bisa berubah dari hari ke hari. Apa sajakah itu?