M O M S M O N E Y I D
Bugar

Teknologi Ligamen Buatan, Simak Solusi Cepat Pulih dari Cedera Olahraga

Teknologi Ligamen Buatan, Simak Solusi Cepat Pulih dari Cedera Olahraga
Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Cedera ligamen lutut kerap dialami mereka yang rutin berolahraga dengan intensitas tinggi dan pergerakan cepat.

Untuk menjawab kebutuhan pemulihan yang lebih praktis, teknologi artificial ligament kini hadir sebagai alternatif penanganan cedera lutut tanpa perlu mengambil jaringan ligamen dari bagian tubuh lain.

dr. Sapto Adji Hardjosworo Sp.OT., CO, konsultan cedera olahraga RS Premier Bintaro, menjelaskan, cedera ligamen lutut akibat olahraga berat tergolong sangat sering ditemui.

Bahkan, tindakan operasi untuk kasus ini hampir dilakukan setiap hari.

“Hampir tidak ada hari tanpa operasi cedera ligamen lutut. Kasusnya memang banyak, terutama dari olahraga yang membutuhkan kelincahan dan kecepatan,” ujarnya Senin (15/12). 

Baca Juga: Teknologi Agentic AI Jadi Solusi Kerja Perusahaan Kian Mulus, Benarkah?

Selama ini, metode yang umum digunakan adalah mengganti ligamen lutut yang putus dengan ligamen dari bagian tubuh pasien sendiri, seperti paha belakang atau tempurung lutut.

Meski efektif, cara ini membuat tubuh harus “berbagi” jaringan dan membutuhkan waktu pemulihan yang lebih panjang.

Sebagai alternatif, artificial ligament menggunakan ligamen sintetis yang dirancang menyerupai ligamen alami.

Bentuknya berupa serabut yang saling menjalin seperti pita atau tali, dengan material yang aman dan kompatibel dengan tubuh sehingga tidak memicu reaksi penolakan.

Teknologi ini ditujukan untuk cedera lutut akibat olahraga permainan dengan unsur kelincahan dan kecepatan, seperti sepak bola, futsal, basket, dan bulu tangkis.

Baca Juga: 7 Tips dan Panduan Aman Berolahraga agar Bebas Cedera

Pada jenis olahraga ini, lutut bekerja ekstra karena sering melakukan perubahan arah gerak secara cepat.

Keunggulan lain dari artificial ligament adalah waktu pemulihan yang lebih singkat.

Jika metode konvensional umumnya membutuhkan waktu 6 hingga 12 bulan untuk kembali berolahraga, teknologi ini memungkinkan pemulihan dalam kisaran 6 minggu hingga 3 bulan.

“Tujuan operasi tetap sama, yaitu mengembalikan pasien ke aktivitas semula. Dengan teknologi ini, diharapkan proses pemulihan bisa lebih cepat,” kata dr. Sapto.

Saat ini, teknologi artificial ligament sudah tersedia di RS Premier Bintaro dan dapat menjadi pilihan bagi mereka yang ingin kembali aktif berolahraga setelah mengalami cedera lutut akibat aktivitas berat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Cek Warna Urin Anda! Ini Jadi Tanda Penting untuk Mengetahui Kondisi Kesehatan

Perubahan warna urin bisa menjadi indikator utama kesehatan tubuh Anda. Kenali arti di balik warna urin Anda di sini.

Nikmati Promo HokBen September 2026, Makin Hemat Pakai Bank Saqu & KB Bank

Dapatkan cashback hingga 50% dan diskon menarik lewat promo HokBen khusus pengguna Bank Saqu serta KB Bank. Makan enak jadi lebih terjangkau.

Buruan Serbu Promo Gokana September 2026, 4 Paket Combo Hemat Diskon hingga 30%

Nikmati paket Bento, Ramen, hingga Teppan Set dengan harga lebih terjangkau lewat promo Gokana Combo Hemat. Pesan praktis di GoFood atau GrabFood.  

5 Manfaat Rutin Minum Air Hangat di Pagi Hari Menurut Ahli Gizi, Wajib Tahu!

Ini 5 manfaat rutin minum air hangat di pagi hari untuk kesehatan tubuh yang tidak boleh Anda lewatkan.    

10 Solusi Keuangan Mendadak Tanpa Pinjol, Bisa Dicoba Saat Butuh Dana

Butuh dana mendadak tanpa pinjol? Ini 10 pilihan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan tanpa membuat kondisi keuangan semakin berat.  

4 Alasan Membeli Rumah Saat Pensiun Perlu Dipikirkan Kembali di Hari Tua

Membeli rumah setelah pensiun terdengar seperti pencapaian yang menyenangkan. Simak hal berikut yang harus dipikirkan ulang.  

Yura Yunita Rilis Lagu Pertiwi, Suarakan Keberanian Untuk Bersuara

Yura Yunita baru saja merilis lagu terbaru berjudul Pertiwi pada Rabu, 2 September 2026. ​              

Daftar Negara ASEAN dengan Tingkat Obesitas Tertinggi dan Faktor Penyebabnya

Kasus berat badan berlebih kian mengkhawatirkan. Ketahui urutan negara dengan tingkat obesitas tertinggi di ASEAN serta faktor penyebabnya.

Prakiraan Cuaca Jawa Barat Kamis (3/9) Mayoritas Wilayah Cerah, Cek Suhu 27 Wilayah

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat Kamis (3/9) didominasi cerah, sementara Jumat (4/9) cenderung cerah dan berawan.  

10 Peralatan Dapur Bebas Plastik yang Bisa Jadi Pilihan untuk Keseharian

Ini 10 peralatan dapur bebas plastik berbahan kayu, kaca, baja, silikon dan besi cor untuk penggunaan sehari hari.