M O M S M O N E Y I D
Bugar

Sebab Kelenjar Getah Bening Bengkak, Gejala, dan Cara Mengatasi

Sebab Kelenjar Getah Bening Bengkak, Gejala, dan Cara Mengatasi
Reporter: Tiyas Widya Septiana  |  Editor: Hasbi Maulana


MOMSMONEY.ID -  Kelenjar getah bening  masuk alam sistem kekebalan tubuh manusia yang memiliki peran penting menjaga kesehatan tubuh. 

Kelenjar getah bening akan melawan infeksi virus, bakteri, parasit, hingga kuman dengan cara menyaring cairan limfatik. 

Bersumber dari situs Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kelenjar getah bening berbentuk seperti kacang yang kecil. 

Kelenjar ini terdapat di beberapa tubuh seperti leher, ketiak, selangkangan, hingga rongga perut dan dada. 

Ketika tubuh terserang infeksi, kelenjar getah bening akan langsung bereaksi dan membengkak. 

Baca Juga: 10 Khasiat Menakjubkan Daun Binahong, Bisa Turunkan Hipertensi hingga Diabetes

Penyebab pembengkakan kelenjar getah bening

Pembengkakan kelenjar getah bening atau limfadentis terbagi menjadi dua jenis, yakni: 

1. Limfadentis lokal: Terjadi di dekat asal infeksi seperti infeksi amandel menyebabkan kelenjar limfa di leher membengkak

2. Limfadentis umum: Terjadi akibat infeksi yang menyebar melalui darah atau penyakit yang menyebar ke seluruh tubuh. 

Beberapa mikroorganisme yang dapat menyebabkan kelenjar getah bening membengkak diantaranya: 

  • Bakteri, seperti Bartonella henselae (penyakit cakaran kucing), Mycobacterium tuberculosis, hingga Salmonella
  • Virus, seperti Cytomegalovirus, Epstein-Barr, Parvovirus, dan Rubella
  • Jamur, seperti Histoplasma capsulatum
  • Parasit, seperti Toksoplasma

Selain mikroorganisme, mengutip Alodokter, beberapa faktor risiko juga bisa menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening, seperti: 

1. Riwayat konsumsi obat-obatan tertentu

2. Pernah menjalani transplantasi organ

3. Penderita penyakit:  

  • Penyakit autoimun seperti rheumatoid artritis (lupus)
  • Kanker seperti leukemia limfoblastik akut dan limfoma (kanker kelenjar getah bening)
  • Neuroblastoma
  • Anemia sel sabit
  • Anemia hemolitik
  • Thalasemia
  • Penyakit Kawasaki
  • Sarkoidosis

Baca Juga: Perut Sering Kembung? Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Perut Kembung

Gejala dan cara mengatasi pembengkakan kelenjar getah bening

Gejala pembengkakan kelenjar getah bening dipengaruhi oleh penyebab dan lokasi infeksi. Gejala yang umum timbul yakni: 

  • Demam
  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau selangkangan
  • Nyeri pada kelenjar getah bening jika diraba
  • Kulit kemerahan di daerah kelenjar getah bening
  • Kumpulan nanah (abses) di kelenjar limfa yang membengkak
  • Keluarnya cairan dari kelenjar getah bening yang membengkak

Jika selama 5 hari gejala tersebut tidak kunjung sembuh, sebaiknya Anda periksa ke dokter. Selain itu gejala lanjutan dari pembengkakan kelenjar limfa yang wajib diwaspadai diantaranya: 

  • Keringat berlebih di malam hari
  • Berat badan turun tiba-tiba
  • Demam tidak kunjung membaik
  • Muncul gejala infeksi saluran pernapasan bagian atas, seperti pilek dan sakit saat menelan
  • Pembengkakan di tungkai, yang dapat menandakan penyumbatan pada sistem limfatik
  • Kelenjar getah bening membesar dan keras bila diraba, yang bisa menjadi tanda adanya tumor

Bersumber dari Kemenkes, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan agar kelenjar getah bening tidak membengkak yakni: 

  • Selalu mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun
  • Mencukupi kebutuhan istirahat
  • Mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang
  • Rutin berolahraga
  • Menghindari orang yang sedang sakit
  • Segera melakukan perawatan pada luka akibat cakaran hewan, dengan mencuci luka, mengoleskan antiseptik, dan menutupnya dengan kasa steril

Cara mengatasi pembengkakan kelenjar getah bening yakni dengan pengobatan yang tepat dari dokter. 

Akan ada beberapa pemeriksaan dan tes untuk mengetahui seberapa jauh kondisi Anda. 

Selanjutnya dokter akan memberikan tindakan seperti memberikan obat-obatan hingga operasi pada kelenjar getah bening jika diperlukan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tidak Boleh Asal, Ini 5 Cara Merawat Botol Parfum agar Aromanya Tahan Lama

Membeli parfum mahal ternyata belum tentu menjamin aroma awet. Simpan botol parfum di tempat gelap dan stabil suhunya.

Pilih Bra Biasa atau Sport Bra? Ketahui 4 Perbedaannya Sebelum Beli

Bingung mau beli bra biasa atau sport bra? Sebelum beli, ketahui dulu 4 perbedaan sport bra dan bra biasa ini.

Prediksi Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026: Duel Sengit Dua Tim Serang

Minggu, 21 Juni 2026, dini hari WIB. Pertandingan krusial Belanda vs Swedia akan sajikan duel taktik dan kualitas pemain. Jangan sapai terlewat.

Prediksi Jerman vs Pantai Gading (21/6): Perebutan Puncak Grup E

Pantai Gading punya kecepatan, Jerman punya lini serang mematikan. Siapa yang akan menang di Toronto Stadium? Cek prediksinya!  

Fitur Baru WhatsApp Android Tingkatkan Interaksi, Tak Perlu Repot Lagi

Jangan lewatkan update WhatsApp Android yang paling ditunggu. Menu pesan baru ini hadirkan tampilan segar dan interaksi lebih intuitif. 

HP Samsung Terbaru: Fitur Kamera S25 Ultra Unggul Jauh dari Seri Lain

Mencari HP Samsung terbaik? Galaxy S25 Ultra hadir dengan Snapdragon 8 Elite, namun ada kejutan di seri S25 & A35. Simak perbandingannya!

Kesehatan Anak Optimal: 7 Manfaat Labu Siam untuk MPASI, Kunci Tingkatkan Imun

Penting memberikan MPASI dengan nutrisi penting. Labu siam murah meriah ini bisa jadi solusi cegah obesitas dan tingkatkan imunitas anak.

Tablet Mini Terbaik: Ukuran Kecil, Performa Juara di 2026

Jangan salah pilih tablet mini. Huawei MatePad Mini dirilis dengan M-Pencil Pro dan layar OLED tajam. Lihat perbandingannya dengan tablet lain!

DBD Bukan Hanya Urusan Anak, Dokter Internist Desak Orang Dewasa Segera Vaksinasi

PAPDI desak vaksinasi DBD untuk dewasa 18–60 tahun karena komorbiditas perbesar risiko komplikasi hingga 7 kali lipat  

12 Daftar Makanan dan Minuman yang Mengandung Kalori Tinggi

Intip beberapa daftar makanan dan minuman yang mengandung kalori tinggi berikut ini, yuk!