M O M S M O N E Y I D
AturUang

Rp 200 Triliun Dipindah ke Bank BUMN: Akankah Kredit Meningkat?

Reporter: Nina Dwiantika  |  Editor: Nina Dwiantika


MOMSMONEY.ID – Langkah pertama Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan menjadi sorotan. Yang paling ramai menjadi pembicaraan adalah rencana Menkeu yang akan memindahkan Rp 200 triliun dana pemerintah dari Bank Indonesia (BI) ke bank-bank milik negara (Himbara).

Para pengamat pun angkat bicara soal rencana Menkeu pengganti Sri Mulyani ini. Menurut Muhammad Islam, kebijakan tersebut salah sasaran karena akar masalah lemahnya penyaluran kredit perbankan bukan terletak pada likuiditas, melainkan pada permintaan kredit (demand) yang rendah. “Masalah utama Adalah soal lemahnya prospek penjualan domestik dan daya beli masyarakat. Jadi, menambah likuiditas perbankan tidak otomatis mendorong kredit,” kata Islam, dalam siaran pers.

Menurut data OJK per Juni 2025 yang menunjukkan loan to deposit ratio (LDR) perbankan berada di level 86,5%, turun dari 88,3% bulan sebelumnya. Angka ini menandakan perbankan masih memiliki ruang untuk menyalurkan kredit, sehingga hambatan utamanya adalah lemahnya permintaan.

Islam menambahkan, nilai Rp200 triliun yang dipindahkan itu sebenarnya hanya setara sekitar 4,73% dari total dana pihak ketiga (DPK) Himbara atau hanya 2,14% dari DPK perbankan nasional. Per Juni 2025, DPK Himbara tercatat Rp 4.228,32 triliun. Dengan proporsi sekecil itu, dampaknya terhadap peningkatan kredit diperkirakan tidak signifikan.

 Islam menilai, tanpa memperbaiki akar masalah, dana pemerintah yang dialihkan ke Himbara berisiko hanya diparkir kembali dalam bentuk pembelian Surat Berharga Negara (SBN), alih-alih mengalir ke sektor riil.

Ia juga mendorong pemerintah agar lebih transparan soal tujuan kebijakan tersebut. Jika sebenarnya bertujuan mendukung pembiayaan APBN, kata Islam, lebih tepat menggunakan mekanisme Saldo Anggaran Lebih (SAL) atau Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) melalui persetujuan DPR, daripada memutar lewat perbankan yang justru menambah cost of fund pemerintah.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Guyur Perbankan Rp 200 Triliun, Emiten di Sektor Ini Akan Dapat Berkah

Sebagai informasi, rencana Menkeu Purbaya ini sendiri bertujuan untuk mempercepat penyaluran kredit perbankan agar dapat menggerakkan sektor riil dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dana Rp 200 triliun yang dipindahkan dari BI  ke Himbara diharapkan menjadi amunisi tambahan bagi bank-bank BUMN untuk menyalurkan pinjaman, khususnya kepada sektor-sektor prioritas.

Menteri Keuangan Purbaya seolah mengandalkan ungkapan "supply creates its own demand" dalam mendorong kredit perbankan. Namun, dalam praktiknya, banyak kendala yang membuat teori tersebut tidak berjalan otomatis. Penambahan likuiditas memang meningkatkan kapasitas bank untuk menyalurkan pinjaman, tetapi tidak serta-merta menciptakan permintaan kredit baru. Dunia usaha hanya mengajukan kredit jika prospek penjualan dan laba menjanjikan, sementara daya beli masyarakat yang lemah membuat konsumsi tertahan.

Menurut Islam persepsi risiko usaha yang tinggi, ketatnya persyaratan perbankan, hingga fenomena deleveraging pasca-krisis turut menekan minat meminjam. Bahkan, kondisi pasar keuangan sering kali membuat dana beralih ke instrumen yang lebih aman seperti Surat Berharga Negara (SBN) ketimbang masuk ke sektor riil. Akibatnya, kebijakan menambah pasokan dana di perbankan tidak selalu menjawab persoalan inti lemahnya permintaan kredit.

Baca Juga: Ekonom Sebut Menkeu Purbaya adalah Menteri Reflasi, Apa Itu?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hasil French Open 2026: Putri dan Raymond/Joaquin juga Melangkah ke 8 Besar

Hasil French Open 2026 babak 16 besar, tunggal putri Putri Kusuma Wardani dan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin juga ke perempatfinal.

Hasil French Open 2026: 2 Tunggal dan 1 Ganda Campuran Indonesia ke Perempatfinal

Hasil French Open 2026 babak 16 besar, Kamis (22/10), dua tunggal dan satu ganda campuran Indonesia melaju ke perempatfinal.

Prakiraan Cuaca Jakarta Besok Jumat (23/10), Hujan Ringan Turun di 5 Wilayah Ini

Prakiraan cuaca besok Jumat (23/10) di Jakarta mengacu ramalan BMKG, sejumlah wilayah turun hujan pada sore hari.

Aromanya Unik Khasiatnya Ciamik! Ini 7 Manfaat Natto, Bagus buat Bantu Turunkan BB

Manfaat natto bagi tubuh ternyata sangat luar biasa. Simak rahasia superfood Jepang ini dalam menjaga pencernaan, imun, hingga kesehatan jantung.

Jaga Keamanan Siber saat Melamar Kerja, Simak Berberapa Tips Berikut

Pencari kerja juga harus memahami informasi apa saja yang aman untuk dibagikan dan bagaimana cara melindungi akun dan perangkat mereka.

Ingin Tampak Bugar & Segar? Ini 7 Rahasia Cara Hidup Sehat dan Awet Muda secara Alami

Penuaan dini bisa Anda cegah dengan gaya hidup yang tepat. Simak panduan cara hidup sehat dan awet muda secara alami di sini.

Praktis & Sehat! Ini Manfaat Protein Bar untuk Diet serta Tips Memilihnya yang Tepat

Protein bar adalah camilan sehat dan praktis yang bisa menjaga energi serta memberi rasa kenyang. Simak manfaat dan cara tepat memilihnya.

Daun Cincau Ternyata Punya Potensi Ekspor Yang Menyegarkan

Ekspor daun cincau kering asal Jawa Tengah sudah menyebar ke sejumlah negara di Asia Tenggara hingga Tiongkok. 

Sadar Lemari Dorong Tanggung Jawab Masyarakat atas Limbah Pakaian

Founder Sadar Lemari Sarah Ratu Satriavi mengatakan, pakaian berbahan sintetis jika tidak diolah dengan benar akan menghasilkan zat berbahaya.

11 Provinsi Ini Masih Hujan Lebat, Berikut Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (23/10)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Jumat 23 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.