MOMSMONEY.ID - Agar tidak salah paham, sebaiknya perhatikan, yuk, beberapa fakta menarik tentang MSG atau micin berikut ini.
Sudah sejak lama, MSG atau micin dikenal sebagai bahan makanan tidak sehat yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan.
Padahal banyak makanan instan hingga makanan di restoran yang menggunakan micin atau MSG sebagai bahan utama penguat rasa masakan.
Yuk, ketahui dulu beberapa fakta menarik tentang MSG yang sering dikira bikin bodoh.
Baca Juga: Dampak Panjang Trauma Untuk Kesehatan Mental dan Tubuh yang Wajib Diperhatikan
Punya reputasi buruk
MSG atau micin telah digunakan lebih dari 100 tahun lalu. MSG mendapatkan reputasi buruknya pada tahun 1960-an ketika dokter keturunan Tionghoa-Amerika Robert Ho Man Kwok menulis surat kepada New England Journal of Medicine.
Dia mengungkapkan, dirinya jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan Tiongkok.
Jurnal tersebut, menurut laman Prevention, menyebutkan, ada sindrom seperti merasa sakit, lemah, dan gangguan jantung yang muncul setelah mengonsumsi makanan di restoran China.
Penulis surat menyalahkan hal tersebut pada anggur masakan, MSG, dan juga terlalu banyak garam. Walaupun tidak ada riset yang bisa membuktikan kebenaran sindrom tersebut, itulah yang menjadi pemicu reputasi MSG kemudian menjadi makin buruk hingga saat ini.
Bahan yang aman
Faktanya, menurut laman Health Line, organisasi kesehatan seperti WHO, FDA, JECFA, dan EFSA, menyatakan, MSG adalah bahan yang aman digunakan pada makanan.
Tapi, organisasi tersebut pun telah menetapkan dosis harian untuk mengonsumsi MSG, yaitu 30 mg/kg. Jadi, tentu saja setiap orang masih bisa mengonsumsi MSG setiap hari tapi dalam dosis yang tepat dan tidak berlebihan.
Untuk menghindari efek jangka panjang yang buruk, sebaiknya konsumsi MSG atau micin sesuai batas yang telah diberikan dan jangan berlebihan, ya.
Baca Juga: 4 Gejala Tubuh Kekurangan Vitamin D Salah Satunya Sering Flu
Berbeda dengan garam
Banyak orang menyatakan, MSG sama dengan garam. Padahal, laman Unlock Food menjelaskan, MSG berbeda dengan garam. MSG terbuat dari air, sodium, dan juga glutamat. Sedangkan garam hanya terbuat dari kandungan sodium dan klorida.
Bisa menimbulkan alergi
Setiap tubuh manusia memiliki perbedaannya masing-masing. Termasuk, dalam merespons dan mentolerir jenis makanan yang bisa diproses oleh tubuh. MSG atau micin ini juga bisa menimbulkan efek alergi bagi orang-orang yang tidak tawar dengan kandungannya.
Glutamat menjadi penyebab seseorang mengalami sensitivitas tinggi pada MSG. Tanda-tandanya bisa berupa merasa terbakar, pusing, sakit kepala, mual, dan juga merasa sakit pada bagian dada.
Tentunya, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui alergi atau tidaknya tubuh pada MSG.
Demikianlah beberapa fakta menarik tentang MSG atau micin yang penting untuk diketahui agar tidak salah paham lagi, ya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News