M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Punya Bisnis Kuliner, Kini Kelola Pesanan GoFood dan GrabFood dari Satu Sistem

Punya Bisnis Kuliner, Kini Kelola Pesanan GoFood dan GrabFood dari Satu Sistem
Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Pelaku usaha makanan dan minuman (F&B) kini bisa mengelola pesanan dari GoFood dan GrabFood lebih mudah melalui satu sistem lo.

Odoo meluncurkan fitur integrasi terbaru dengan kedua platform pesan antar tersebut untuk membantu bisnis menyederhanakan operasional dan meningkatkan efisiensi.

Melalui integrasi langsung dengan GrabFood dan GoFood, seluruh aktivitas penjualan dapat dikelola dalam satu dashboard Odoo.

Sebelumnya, banyak pelaku usaha harus memantau pesanan dari aplikasi berbeda dan memasukkan data secara manual ke sistem kasir, yang berisiko menimbulkan kesalahan pencatatan.

Dengan fitur baru ini, setiap pesanan yang masuk dari GrabFood maupun GoFood akan otomatis tercatat dan terkirim ke sistem Point of Sale (POS) serta layar dapur.

Selain itu, stok barang juga akan diperbarui secara real time sehingga membantu mencegah kehabisan stok yang tidak terdeteksi.

Baca Juga: Mau Bisnis Kuliner Makin Cuan, Ini Strategi Digital ala Bakso Lapangan Tembak Senayan

Tak hanya itu, pemilik usaha juga bisa memperbarui harga, deskripsi produk, hingga menambahkan menu baru melalui satu sistem.

Perubahan tersebut akan langsung tersinkronisasi ke etalase toko di aplikasi GrabFood dan GoFood.

Dari sisi keuangan, seluruh transaksi dari layanan pesan antar maupun penjualan langsung akan tercatat otomatis di modul akuntansi Odoo.

Hal ini memudahkan pelaku usaha dalam memantau pendapatan, menghitung komisi platform, hingga menyusun laporan keuangan.

"Di industri pesan antar, kecepatan dan akurasi itu kunci. Ketika sistem Odoo terintegrasi langsung platform on-demand, pengusaha bisa memangkas waktu operasional dan fokus sepenuhnya pada esensi bisnis mereka: menyajikan produk dan pengalaman pelanggan yang terbaik," ujar Benny Putra Sugito, Direktur Odoo Indonesia, Senin (22/6)

Integrasi ini sudah tersedia untuk seluruh pengguna Odoo Enterprise versi 19.0 ke atas dan dapat digunakan tanpa biaya tambahan, baik pada layanan hosting Odoo Online, Odoo.sh, maupun On-Premise.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Ancaman Siber Makin Canggih, Ini 5 Kebiasaan Digital Yang Perlu Diubah Total

Gawat, berdasarkan data Microsoft Threat Intelligence, secara global, 73,3% upaya serangan siber turut melibatkan interaksi dengan pengguna.

Pendidikan Inklusif Tak Hanya di Ruang Kelas, Ini Contohnya

Garudafood bersama Sekolah Relawan mengadakan kegiatan edukasi dan kreativitas bagi santri  Pondok Pesantren Cahaya Qur’an di Kabupaten Bogor ​

Kulik Ekosistem Fitur Blu, Lebih Gampang Atur Keuangan Anak Muda dan Gaya Hidup

​Ekosistem perbankan digital blu menawarkan kemudahan mengelola tabungan, patungan, transaksi, dan kebutuhan mata uang asing. 

IHSG pada Selasa (27/10) Merosot Hampir 2%, Simak Saham Pemberatnya

IHSG pada Selasa (27/10) tidak bertenaga dan anjlok 1,99% ke level 5.266. Saham perbankan besar juga kompak ditutup turun.

Untuk Moms Bergelar Bos, Tingkat Engagement Employment Karyawan Sudah Oke Lo

Laporan Marsh menunjukkan tingkat employee engagement di Indonesia masih tinggi, tugas para pemimpin untuk menjaganya. ​

Harga Buyback Emas Hari Ini Kompak Naik, Hartadinata Naik Terbesar Rp 13.000

Harga buyback emas Hartadinata (HRTA) mencatat kenaikan terbesar, namun Antam masih memegang harga buyback tertinggi.

Solusi CBI Perluas Akses Kredit bagi 137 Juta Calon Debitur Termasuk Pekerja Informal

​Akses penyaluran kredit kepada debitur khususnya mereka pekerja sektor informal kini memungkinkan untuk diperluas lagi.

Data KTP Bisa Disalahgunakan untuk Pinjaman, Ini Risiko yang Perlu Diwaspadai

​OJK mencatat 702.342 laporan penipuan sejak November 2024 hingga September 2026 mencakup penyalahgunaan data KTP hingga pemalsuan dokumen.

Jangan Lupa Bawa Payung, Begini Prakiraan Cuaca Banten Rabu (28/10)

BMKG memperkirakan cuaca di sejumlah wilayah Banten menunjukkan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang besok, Rabu (28/10).

Lagi, Harga Emas Dunia Jebol US$ 4.000 di tengah Penguatan Dollar

Jika menembus US$ 3.900, harga emas berisiko melanjutkan penurunan hingga menguji area US$ 3.800 per troi ons.