MOMSMONEY.ID - Pilihan rumah terjangkau tersedia di Purwakarta, Jawa Barat, melalui proyek Hunian Warisan Bangsa (HWB).
Dalam proyek ini, harga rumah ditawarkan mulai Rp 98 juta untuk satu kamar tidur dan Rp 115 juta untuk dua kamar tidur, lebih rendah dibanding harga rumah subsidi dengan skema FLPP yang umumnya berada di atas Rp 160 juta.
Selain harga, skema pembiayaan juga dibuat ringan. Cicilan diperkirakan sekitar Rp 500.000 per bulan, dengan opsi cicilan awal sekitar Rp 170.000 per bulan selama 15 bulan pertama untuk unit satu kamar.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan, penyediaan hunian terjangkau menjadi bagian penting dalam memperluas akses kepemilikan rumah.
“Ini adalah terobosan yang sangat penting. Hunian berkualitas dengan harga terjangkau seperti ini adalah kunci untuk membuka akses kepemilikan rumah bagi masyarakat luas. Ini bukan hanya tentang rumah, tetapi tentang masa depan dan martabat,” ujar Maruarar Sirait dalam keterangan resmi Selasa (14/4).
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebutkan, proyek ini dapat menjadi contoh pengembangan perumahan di daerah.
Baca Juga: Millennium City Akan Rilis Produk Hunian Baru Harga Mulai Rp 700 Jutaan
“Purwakarta siap menjadi contoh. Ini adalah pembangunan yang tidak hanya membangun rumah, tetapi membangun kehidupan dan masa depan masyarakat Jawa Barat,” kata Dedi Mulyadi.
Sementara Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menyatakan dukungan terhadap proyek tersebut.
“Kami mendukung penuh proyek ini. Ini membawa manfaat nyata, lapangan kerja, investasi, dan harapan baru bagi masyarakat Purwakarta,” ujarnya.
Dari sisi pengembang, perwakilan Lippo Cikarang Ketut Wijaya menyampaikan, kolaborasi ini ditujukan untuk menghadirkan solusi perumahan bagi masyarakat.
“Ini adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi dan pemberdayaan dapat menghasilkan dampak besar. Kami bangga dapat berkontribusi dalam menghadirkan solusi perumahan yang nyata bagi masyarakat,” kata Ketut.
Proyek ini berlokasi di kawasan Purwakarta yang merupakan salah satu wilayah industri di Jawa Barat. Sejak diluncurkan pada Maret 2026, proyek ini mencatat penjualan lebih dari 1.500 unit.
Selain itu, proyek dengan nilai investasi sekitar Rp 1,5 triliun ini diproyeksikan dapat menciptakan lebih dari 3.000 lapangan kerja pada pertengahan 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News