M O M S M O N E Y I D
Santai

Peringatan Dini Cuaca Besok (1/8) Hujan Lebat, Status Provinsi Ini Waspada Bencana

Reporter: SS. Kurniawan  |  Editor: S.S. Kurniawan


MOMSMONEY.ID - Peringatan dini cuaca besok Kamis (1/8) dari BMKG berbasis dampak hujan lebat dengan kategori Waspada bencana di provinsi berikut ini.

"Waspada terhadap bencana hidrometeorologi dampak dari potensi hujan lebat," tulis BMKG dalam akun Instagram resminya, dikutip Rabu (31/7).

Info saja, bencana hidrometeorologi akibat dampak hujan lebat, seperti banjir dan tanah longsor.

Baca Juga: Puncak Musim Kemarau, Cuaca Hujan Lebat di Provinsi Ini 26 Juli-1 Agustus 2024

Provinsi yang berpotensi mengalami hujan lebat dengan kategori Waspada bencana hidrometeorologi:

  • Aceh
  • Sumatra Utara
  • Sumatra Barat
  • Riau
  • Jambi
  • Sumatra Selatan
  • Bengkulu
  • Lampung
  • Jawa Barat
  • Nusa Tenggara Barat
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Timur 
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Barat
  • Maluku Utara
  • Papua Barat Daya
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Papua Pegunungan
  • Papua Selatan

Baca Juga: Hujan Berpotensi Turun Pekan Ini, Simak Prakiraan Cuaca di Jabodetabek

Sementara kabupaten dan kota yang berpotensi mengalami hujan lebat dengan kategori Waspada bencana hidrometeorologi antara lain:

  • Aceh Besar
  • Pidie
  • Kota Pematang Siantar
  • Kota Tebing Tinggi
  • Toba Samosir
  • Kota Pariaman
  • Kota Padang
  • Solok
  • Indragiri Hulu
  • Pelalawan
  • Kota Sungai Penuh
  • Kerinci
  • Ogan Komering Ilir
  • Mukomuko
  • Tulang Bawang Barat
  • Kota Bandung
  • Kota Cimahi
  • Purwakarta
  • Kota Mataram
  • Lombok Barat
  • Kapuas Hulu
  • Sintang
  • Barito Utara
  • Gunung Mas
  • Kutai Barat
  • Paser
  • Kota Palu
  • Sigi
  • Mamasa
  • Mamuju
  • Majene
  • Pulau Morotai
  • Tambrauw
  • Mimika
  • Kota Jayapura
  • Keerom
  • Pegunungan Bintang
  • Yahukimo
  • Boven Digoel
  • Asmat

Peringatan dini cuaca besok hujan lebat dengan kategori Waspada bencana tersebut berlaku mulai Kamis, 1 Agustus 2024 pukul 07.00 hingga Jumat, 2 Agustus 2024 pukul 07.00.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Jadwal KRL Jogja-Solo Akhir Pekan 3-4 Oktober 2026, Cek Jamnya di sini

Yuk, cek jadwal KRL Jogja-Solo akhir pekan 3-4 Oktober 2026, menuju stasiun Palur. Jangan lupa catat jam pentingnya, ya.

Jadwal KRL Solo-Jogja Akhir Pekan 3-4 Oktober 2026, Catat Waktunya

Ini jadwal KRL Solo-Jogja akhir pekan 3-4 Oktober 2026. Jadwal akhir pekan perlu diperhatikan agar tidak keliru menggunakan jadwal hari biasa.

Dari Shanghai ke Jakarta, M Stand Bawa Gaya Ngopi Baru

F&B ID menghadirkan M Stand asal Shanghai ke Indonesia dengan menawarkan specialty coffee di segmen harga menengah.  

Tren Gaya Hidup Wellness Kembali Beri Ruang bagi Produk Obat Bahan Alam

Tren gaya hidup wellness mendorong kemunculan produk obat bahan alam untuk keseharian masyarakat.              

Sudah Bikin Banyak Konten tapi Sepi? Ini yang Bisa Dipelajari

Konten yang belum ramai bukan berarti prosesnya sia-sia. Pengalaman Voice of Baceprot menunjukkan pentingnya konsistensi dan keberanian eksplorasi

Cuaca Akhir Pekan di Jawa Barat Banyak Berawan, Cek Daerah yang Berpotensi Hujan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat Sabtu-Minggu didominasi berawan, dengan suhu mencapai 34°C di sejumlah wilayah  

Akhir Pekan Mau Jalan-Jalan? Yuk, Cek Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Tengah pada Sabtu-Minggu bervariasi, dengan cerah mendominasi Minggu dan suhu mencapai 35°C.

CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026, Angkat Tema Berani Tersesat

Perjalanan mengejar mimpi tak selalu lurus. Kejar Mimpi FEST 2026 mengajak generasi muda berani mencoba, gagal, dan menemukan arah.

Akhir Pekan Jawa Timur Cerah! Cek Prakiraan Cuaca Besok (2/10) dan Minggu

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Timur pada Sabtu-Minggu didominasi cerah, dengan suhu udara mencapai 37 derajat Celsius.

Kurs Rupiah terhadap Dolar AS Masih Fluktuatif, Ini Proyeksi Hingga Akhir Tahun

Rupiah masih bergerak di sekitar Rp18.000 per dolar AS. Ekonom menyebut tekanan global jadi pemicu utamanya.