MOMSMONEY.ID - Pembekalan usaha perlu dilakukan bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Untuk itu Kementerian Perdagangan berkolaborasi dengan Bank Mandiri dan Tokopedia, serta dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat mutu produk UMKM dan meningkatkan kesiapan memasuki pasar yang lebih luas.
Sebanyak 215 pelaku UMKM mendapat pembekalan standardisasi, pemasaran digital, dan pengelolaan keuangan sebagai bekal memperluas penjualan serta menjajaki peluang ekspor. Upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Standardisasi Bidang Perdagangan “Makassar Bermutu, Pasar Makin Luas: Dari Lokal untuk Global” yang diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan, belum lama ini (29/10).
Dalam keterangan terpisah, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN), Moga Simatupang menyampaikan,
“Perluasan pasar harus didukung oleh produk yang bermutu dan memenuhi persyaratan. Untuk mendukung hal tersebut, salah satu yang dilakukan Kementerian Perdagangan dengan menyediakan lamansitu.kemendag.go.id sebagai portal informasi mutu yang memudahkan pelaku usaha mengakses informasi mutu produk dalam negeri serta regulasi teknis dan persyaratan mutu di negara tujuan ekspor," katanya dalam keterangan dikutip, Sabtu (31/10).
Sementara, Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan, Suharnah menekankan pentingnya penguatan mutu agar produk unggulan daerah mampu bersaing.
Beragam produk Sulawesi Selatan, mulai dari pangan olahan, kopi dan kakao, rumput laut dan perikanan, hingga fesyen dan kerajinan memiliki kebutuhan mutu yang berbeda. Oleh karena itu, menurutnya kesiapan memperluas pemasaran perlu diawali dengan pemahaman persyaratan yang relevan bagi masing-masing produk dan pasar sasaran.
Baca Juga: Tiga Hal Yang Perlu Jadi Perhatian Pebisnis di Era Yang Namanya Digitalisasi
Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu membekali peserta untuk mengenali standar dan persyaratan mutu di pasar dalam negeri maupun negara tujuan ekspor. Pembekalan ini membantu pelaku usaha menentukan persyaratan yang perlu dipenuhi sebelum memasarkan produk.
Pada produk pangan, misalnya, materi yang disajikan mencakup keamanan pangan, kesesuaian kemasan, pelabelan, dan informasi nilai gizi. Peserta memperoleh gambaran tentang aspek produk dan informasi yang perlu diperiksa, serta kebutuhan pengujian atau sertifikasi sesuai persyaratan yang relevan. Dengan demikian, perbaikan produk dapat diarahkan pada kebutuhan pasar yang hendak dituju.
Bimtek ini juga dilengkapi edukasi kesiapan berjualan digital dari Tokopedia.
Perwakilan Tokopedia, Surya Sastriando menekankan pentingnya foto dan deskripsi yang sesuai dengan kondisi produk. Informasi bahan, ukuran atau berat perlu disampaikan secara akurat, disertai kesiapan stok dan kemasan yang melindungi produk selama pengiriman. Konsistensi antara informasi di etalase digital dan produk yang diterima menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan konsumen.
Perwakilan UPT PLUT KUMKM Sulawesi Selatan, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Yusri melengkapi pembekalan dengan materi legalitas usaha.
Yusri menjelaskan pentingnya kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta pemenuhan perizinan dan persyaratan sesuai kegiatan usaha dan jenis produk. Kesiapan dokumen perlu berjalan bersama mutu dan informasi produk yang benar untuk mendukung kurasi maupun penjajakan kemitraan usaha.
Mustika Iriana dari UMKM MaingaQ menyampaikan bahwa pembekalan tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan standar mutu sebagai salah satu aspek dalam mempersiapkan produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
“Kami ingin memperluas pemasaran, tetapi juga perlu memastikan produk kami siap. Bimtek ini membantu kami melihat apa yang harus dibenahi, terutama informasi tentang mutu apa yang harus dipenuhi untuk produk khas Makassar,” ujar Mustika.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News