MOMSMONEY.ID - Bagi Anda nasabah atawa pengguna akun Indodax, jangan sembarangan memercayai pesan atau telepon dari pihak yang mengaku sebagai layanan pelanggan. Bisa jadi, mereka adalah penipu yang berusaha mencuri data pribadi hingga mengambil alih akun aset kripto Anda.
Modus penipuan bisa dilakukan melalui nomor telepon, akun media sosial, e-mail, hingga situs palsu yang menyerupai kanal resmi. Pelaku biasanya memanfaatkan kepanikan atau rasa khawatir pengguna agar korban mengikuti instruksi tanpa memeriksa kebenaran informasi terlebih dahulu.
Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, mengingatkan bahwa keamanan pengguna perlu didukung oleh ketahanan sistem sekaligus kebiasaan digital yang baik.
"Keamanan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemampuan pengguna mengenali modus penipuan dan memverifikasi setiap informasi yang diterima. Pelaku social engineering dapat memanfaatkan kepanikan, rasa urgensi, atau menyamar sebagai customer support untuk memperoleh data sensitif pengguna," bebernya mengutip siaran pers, Kamis (22/10).
Baca Juga: Harga Buyback Emas Hari Ini Kompak Turun, Antam dan Galeri 24 Bersaing di Puncak
Menurut Aloysia, Indodax tidak menyediakan layanan customer support melalui WhatsApp. Meski demikian, WhatsApp dapat digunakan untuk mengirimkan kode OTP dalam proses autentikasi tertentu.
Customer support resmi Indodax juga tidak pernah meminta kata sandi, PIN, kode OTP, recovery code, maupun informasi keamanan akun lainnya. Oleh karena itu, pengguna perlu waspada jika ada pihak yang meminta data tersebut dengan alasan membantu menyelesaikan masalah akun.
"Jika menerima pesan mencurigakan, jangan terburu-buru mengeklik tautan, mengikuti instruksi, atau memberikan data pribadi. Hentikan komunikasi dan periksa kebenaran informasi melalui kanal resmi Indodax," kata Aloysia.
Cara menghubungi customer support Indodax
Nasabah dapat menghubungi customer support Indodax melalui nomor telepon (021) 5065 8888 atau Customer Support Prioritas di (021) 5036 8888. Bantuan juga tersedia melalui email support@indodax.com serta fitur Live Chat pada aplikasi atau situs resmi INDODAX.
Untuk media sosial, pengguna dapat memeriksa akun resmi @indodax. Sementara itu, kanal Telegram resmi tersedia melalui @indodaxroom. Informasi mengenai kanal resmi juga dapat diakses melalui indodax.info.
Indodax menyampaikan imbauan ini di tengah meningkatnya risiko keamanan di sektor keuangan digital. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat lima insiden yang melibatkan ekosistem aset keuangan digital dan kripto sepanjang Agustus-September 2026.
Baca Juga: Mengenal SAL Token, Kripto yang Terhubung dengan Tagihan Logistik
Penanganan insiden telah dilakukan melalui koordinasi OJK dengan sejumlah pihak, termasuk Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), perbankan, lembaga kliring, pedagang aset keuangan digital (PAKD), dan penyedia jasa pembayaran. Upaya penanganan mencakup pemantauan transaksi tidak wajar, pembekuan rekening yang terindikasi, serta pemulihan dana.
Risiko penipuan di sektor keuangan digital juga menjadi perhatian dalam laporan CPA Australia bersama OJK dan UID Foundation. Laporan tersebut menekankan pentingnya tata kelola yang baik, kejelasan regulasi, kesiapan menghadapi insiden keamanan, serta kerja sama berbagai pihak untuk membangun ekosistem aset digital yang aman dan tepercaya.
Sejumlah risiko yang perlu diwaspadai antara lain phishing, penyamaran sebagai layanan pelanggan, dan social engineering atau manipulasi psikologis untuk mengelabui korban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News