MOMSMONEY.ID - Aset kripto tak hanya digunakan untuk diperdagangkan. SAL Token ($SAL), yang diluncurkan pada 21 Oktober 2026, dikembangkan untuk menghubungkan teknologi blockchain dengan aktivitas bisnis logistik melalui konsep real-world asset (RWA).
SAL dikembangkan oleh tim di balik SAS Worldwide Logistics. Proyek ini memanfaatkan invoice atau tagihan jasa pengiriman barang sebagai dasar model pendanaan bagi perusahaan logistik yang membutuhkan modal kerja sambil menunggu pembayaran dari pelanggan.
Dalam industri logistik, pengiriman barang bisa selesai dalam hitungan hari, sedangkan pembayaran tagihan oleh pelanggan membutuhkan waktu beberapa minggu.
Kondisi ini membuat penyedia jasa logistik perlu memiliki modal kerja untuk membiayai operasional berikutnya.
Melalui model yang dikembangkan SAL, invoice dari layanan SAS Worldwide Logistics yang telah selesai akan dipilih dan diverifikasi.
Peserta yang memenuhi kriteria dapat berpartisipasi dalam pendanaan invoice tersebut menggunakan stablecoin seperti USDC atau USDT.
Baca Juga: Token Emas Kripto Semakin Diminati, GoIDR Targetkan Volume Transaksi Hingga US$1 Juta
Meski demikian, SAL Token tidak secara langsung mewakili atau menggantikan invoice tersebut. Token ini berfungsi sebagai utilitas dan akses dalam ekosistem, sedangkan proses pendanaan invoice dilakukan secara terpisah menggunakan stablecoin.
“Freight dapat bergerak lintas negara dalam hitungan hari, tetapi pembayarannya bisa membutuhkan waktu berminggu-minggu. Dan SAL dibangun karena hal itu,” ujar Arthur Sulaiman, Managing Director SAS Worldwide Logistics, dalam siaran pers, Kamis (22/10).
Model tersebut merupakan bagian dari konsep RWA, yakni pemanfaatan teknologi blockchain untuk menghubungkan aset atau aktivitas ekonomi di dunia nyata dengan infrastruktur digital.
Dalam pengembangannya, SAL berencana menguji model pendanaan ini melalui proyek percontohan bersama SAS sebelum memperluas penerapannya.
Bagi calon pengguna, penting untuk memahami bahwa keterkaitan token dengan aktivitas bisnis nyata tidak serta-merta membuatnya bebas risiko.
Informasi mengenai ketentuan pendanaan, tenor, risiko, dan estimasi penyelesaian pembayaran perlu dicermati sebelum berpartisipasi.
SAL Token resmi diluncurkan pada 21 Oktober 2026 dan tersedia untuk dibeli melalui Mobee. Adapun platform perdagangan lain akan diumumkan kemudian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News