MOMSMONEY.ID - Pendidikan inklusif tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Kegiatan sederhana seperti menanam dan melukis juga bisa menjadi sarana bagi anak penyandang disabilitas untuk mengenali lingkungan, mengasah kreativitas, dan belajar mandiri.
Hal ini dilakukan di Pondok Pesantren Cahaya Qur’an, Kabupaten Bogor, yang membina 60 santri tunanetra berusia 6-20 tahun.
Para santri belajar Al-Qur’an menggunakan metode Braille, sekaligus mengikuti pendidikan umum dan keterampilan.
Dalam kegiatan bersama Garudafood dan Sekolah Relawan, para santri mengikuti aktivitas menanam menggunakan kids garden kit dan melukis.
Melalui pengalaman langsung, mereka diajak mengenali tekstur, bentuk, serta berbagai elemen di sekitarnya. Para santri juga mengikuti pembelajaran bahasa isyarat secara berkelompok.
Baca Juga: Pendidikan Tak Hanya di Ruang Kelas, Ini Cara Generasi Muda Jadi Problem Solver
Sebanyak 20 relawan Sekolah Relawan mendampingi kegiatan tersebut. Selain mengembangkan kreativitas, aktivitas menanam juga menjadi sarana mengenalkan kemandirian dan ketahanan pangan di lingkungan pesantren.
“Melalui aksi langsung ini, Garudafood ingin menghadirkan lingkungan yang inklusif, membuka kesempatan yang setara, serta mendorong para santri untuk terus berkembang dan meraih potensi terbaiknya,” ujar Head of Corporate Communication and External Relations Garudafood, Dian Astriana, dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10).
Selain kegiatan edukasi, Garudafood bersama Sekolah Relawan menyalurkan bantuan kepada sekitar 1.000 santri dan pengasuh di 10 pondok pesantren di Jawa Barat dan Banten.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News