M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Pemerintah Ancam Sanksi bagi BUMN & Kontraktor EPC yang Langgar Kewajiban TKDN

Pemerintah Ancam Sanksi bagi BUMN & Kontraktor EPC yang Langgar Kewajiban TKDN
Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Pemerintah berkomitmen akan menindak tegas Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan perusahaan pelat merah, serta kontraktor EPC, yang enggan mengikuti aturan terkait kewajiban Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). 

Sikap ini diberikan menanggapi sorotan publik terkait masih abainya perusahaan hulu minyak dan gas menggunakan produk dalam negeri dalam proyek-proyek yang sedang dikerjakannya, sehingga mengancam industri dalam negeri dan berdampak akan gulung tikar.

Ketentuan mengenai kewajiban TKDN diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 15 Tahun 2013 tentang Penggunaan Produk Dalam Negeri pada Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana merangkap Plt Dirjen Migas  menegaskan hal tersebut dalam keterangan tertulis, Selasa (14/1). Disebutkan, kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) produsen dalam negeri, dan penyedia barang dan/atau jasa yang melakukan pengadaan barang dan/ atau jasa pada kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi, wajib menggunakan, memaksimalkan dan memberdayakan barang, jasa, serta kemampuan rekayasa dan rancang bangun dalam negeri. 

"Ditjen Migas Kementerian ESDM dan SKK Migas akan memberikan sanksi dan sanksi administratif bagi KKKS yang melanggar penggunaan barang, jasa serta kemampuan rekayasa dan rancang bangun dalam negeri tersebut," tegas Dadan. 

Sebagai informasi, sorotan publik yang ramai diberitakan media nasional pada Minggu (12/1) dan ditanggapi oleh Dadan ini terkait dugaan telah terjadi pelanggaran nyata terhadap kewajiban TKDN di proyek EPC South Sonoro KKKS JOB Pertamina Medco E&P Tomori di Sulawesi Tengah, yang dilaksanakan oleh Konsorsium Kontraktor EPC PT Timas Suplindo dengan PT Pratiwi Putri Sulung.

Baca Juga: Bahlil Ditunjuk Jadi Ketua Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi, Ini Tugasnya

Ternyata di proyek milik PT Pertamina Energy Terminal (PET), yang merupakan anak usaha Sub Holding PT Pertamina International Shipping (PIS), juga terjadi hal yang sama. Yaitu pada proyek Pembangunan Terminal Rerigerated LPG Tuban Jawa Timur yang dilaksanakan oleh Kontraktor EPC PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), berkonsorsium dengan Japan Gas Corporation (JGC).

Dari fakta di lapangan, perusahaan dalam negeri Daeshin Flange Fitting Industri, telah menyampaikan protes dengan menyurati Konsorsium Timas-Pratiwi pada 27 Agustus 2024, yang kemudian telah terjadi pertemuan klarifikasi tanggal 18 Oktober 2024.

Namun, karena belum mendapatkan jawaban sesuai aturan perundang-undangan, maka pada 28 Oktober 2024, PT Daeshin Flange Fitting Industri kembali mengirim surat kepada GM Subholding Upstream Regional 4 Zona 13.

Surat tersebut juga ditembuskan ke berbagai pihak terkait, di antaranya kepada Menteri ESDM, Menteri Perindustrian, Menteri BUMN, Kepala SKK Migas, Dirut Pertamina, dan Dirut PHE. Namun surat itu tidak direspon oleh pejabat terkait, dan terkesan didiamkan begitu saja.

Tak hanya proyek hulu migas, industri sektor industri hilir yang mengolah gas jadi pupuk pun menuai sorotan. Di Proyek PUSRI-IIIB garapan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang misalnya, diduga masih menggunakan produk impor seperti produk Pipa Carbon Steel & Welded Pipe. Hal ini terungkap dari surat dari salah satu perusahaan dalam negeri, PT Trimitra Wahana Sukses (TWS).

Berdasarkan suratnya ke Direktur Utama PT Pusri Palembang, Daconi Khotob pada 6 Januari 2025, pihak PT TWS menemukan bahwa kontraktor proyek, yaitu konsorsium But Wuhuan Engineering CO., LTD - PT Adhi Karya (Persero), menggunakan produk impor.

Proyek pabrik Pusri III B dibangun senilai Rp10,5 triliun ini terasa janggal, karena sebenarnya masih banyak perusahaan dalam negeri yang mampu menyuplai produk Pipa Carbon Steel & Welded Pipe, tetapi konsorsium lebih memilih melakukan impor. Praktik impor tersebut juga tidak selaras dengan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan penggunaan produk dalam negeri (P3DN).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Yellow Run 2026 Ingin Pecahkan Rekor Pelari, Targetkan 10 Ribu Pelari

Yellow Run 2026 hadirkan ajang lomba lari dengan target 10.000 pelari. Pagelaran ini ingin pecahkan rekor pelari 5K dan 10K

Daftar Film dan Serial Terbaru Bulan April di Netflix, Penasaran?

Netflix kembali merilis daftar film dan serial terbaru untuk penontonnya. Mulai dari genre romansa, misteri, dokumenter hingga komedi terbaru

Aturan Baru Rekening BCA 2026: Cara Aman Agar Tabungan Tak Mendadak Ditutup

Simak yuk aturan baru rekening BCA 2026 agar tidak ditutup otomatis, lengkap dengan solusi praktis menjaga akun tetap aktif.​  

Langkah Cerdas Lindungi Rumah dari Hujan Lebat agar Bebas Bocor dan Jamur

Cek cara melindungi rumah dari hujan lebat agar hunian kamu terhindar dari bocor, banjir, dan kerusakan yang sering tak disadari!​  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok (1/4) dan Lusa (2/4), Hujan Ringan di Daerah Ini

Prakiraan cuaca Jawa Timur besok, sebagian besar wilayah diprakirakan terjadi hujan ringan hingga berawan dalam dua hari ke depan.

Film Ghost In The Cell Akan Tayang di 86 Negara, Ini Daftarnya

 Film terbaru yang ditulis dan disutradarai oleh Joko Anwar, Ghost in the Cell akan tayang di 86 negara.  

Tren Dekorasi 2026: Seni Unik Bikin Rumah Lebih Berkarakter dan Tak Membosankan

Berikut adalah cara mudah menghadirkan seni unik ini agar rumah terasa lebih personal, estetik, dan beda tanpa harus mahal.​  

10 Pelajaran Investasi dari Charlie Munger yang Sering Disadari Terlambat

Simak 10 pelajaran investasi dari Charlie Munger ini agar strategi kamu lebih aman, terarah, dan tidak rugi di masa depan.​  

Tips Membuat Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Besar, Ini 8 Trik yang Disarankan

Dapur sempit terasa sumpek? Yuk cek cara ini agar dapur kecil tampak lebih luas, rapi, dan nyaman tanpa renovasi besar.​  

Cara Cerdas Investasi Ala Charlie Munger yang Bisa Bikin Kekayaan Tumbuh Stabil

Yuk cek strategi investasi sederhana ala Charlie Munger ini untuk membangun kekayaan jangka panjang dengan cara yang lebih aman.​