MOMSMONEY.ID - Pengembangan sumber daya manusia (SDM) dinilai jadi kunci keberlanjutan industri kelapa sawit.
Salah satu upayanya dilakukan lewat program beasiswa bagi anak-anak petani sawit.
Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung, mengatakan penguatan SDM harus mampu menjawab tantangan industri yang semakin kompleks.
“Selain meningkatkan kualitas SDM saat ini, pengembangan tersebut harus mampu memenuhi kebutuhan industri kelapa sawit pada masa mendatang,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Senin (30/3).
Program beasiswa ini disediakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.
Beasiswa ditujukan untuk pendidikan sarjana dengan berbagai bidang keahlian, khususnya bagi anak-anak petani sawit.
Baca Juga: Makan Bergizi hingga Beasiswa, Dana GrabForGood di 2026 Naik Jadi US$ 3,2 Juta
“Sejak awal berdiri BPDP telah mempersiapkan SDM industri sawit melalui penyediaan beasiswa pendidikan sarjana untuk anak-anak petani sawit. Program ini merupakan suatu reinvestasi dana pungutan ekspor,” katanya.
Berdasarkan data 2025, sebanyak 13.265 peserta telah menerima beasiswa ini di berbagai perguruan tinggi.
Selain itu, program pelatihan teknis juga telah menjangkau sekitar 32.152 petani kelapa sawit.
Pada 2026, BPDP menargetkan kuota beasiswa mencapai 5.000 mahasiswa baru. Program ini difokuskan untuk memperkuat kompetensi di bidang teknis dan teknologi perkebunan.
Secara umum, program ini ditujukan bagi anak-anak petani sawit yang ingin melanjutkan pendidikan sarjana di bidang terkait industri sawit, dengan pengelolaan oleh BPDP bersama pemerintah.
“Memang jika dibandingkan dengan kebutuhan peningkatan maupun penyiapan SDM industri sawit yang diperlukan, apa yang telah dilakukan BPDP tersebut masih perlu diperbesar pada yang akan datang,” ujar Tungkot.
Ia berharap program ini bisa mencetak generasi sawit yang lebih unggul dan mampu bersaing di tingkat global.
“Inilah tantangan terbesar dalam SDM industri sawit kita. Bagaimana reinvestasi dana sawit untuk membangun dan mempersiapkan SDM sawit yang lebih unggul dari negara pesaing kita bahkan lebih unggul dari industri lain,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News