MOMSMONEY.ID - Lebih dari sebulan setelah Ramadan, masyarakat mulai kembali ke rutinitas. Namun, pola belanja selama Ramadan 2026 meninggalkan perubahan menarik.
Data Blibli menunjukkan, lonjakan konsumsi tak hanya terjadi pada kebutuhan pokok, tetapi juga kategori gaya hidup.
Dibanding rata-rata transaksi harian sebelum Ramadan, kategori groceries seperti sirup dan snack masih tumbuh hampir empat kali lipat. Sementara fesyen muslim meningkat hampir tiga kali lipat.
Yang menarik, kategori non-esensial justru mencatat lonjakan signifikan. Peralatan olahraga seperti tenis dan padel naik lebih dari lima kali lipat, menjadi pertumbuhan tertinggi.
Produk elektronik rumah tangga, mulai dari TV LED hingga mesin cuci dan kulkas, juga tumbuh hampir dua kali lipat. Produk perawatan diri mengalami kenaikan serupa.
“Yang kami lihat bukan hanya peningkatan transaksi, tetapi juga adanya pergeseran motivasi belanja. Konsumen tidak lagi hanya fokus pada kebutuhan Ramadan, tetapi juga mulai memanfaatkan momentum ini untuk melakukan upgrade dalam gaya hidup mereka,” ujar Indra Perdana, Head of Campaign Blibli, dalam keterangan resmi Rabu (22/4).
Baca Juga: Tips Loud Budgeting demi Gaya Hidup Hemat di Era Digital
Di tengah tekanan ekonomi, konsumen kini cenderung lebih selektif. Laporan Jakpat bertajuk Consumer Commerce Outlook 2026 menyebutkan, masyarakat Indonesia semakin menjadi rational shopper, aktif membandingkan harga dan mencari nilai terbaik sebelum membeli.
Hal ini tercermin dari meningkatnya minat pada produk yang dianggap memberi manfaat jangka panjang, seperti olahraga dan elektronik.
Dari sisi demografi, kelompok usia 25–44 tahun menjadi penyumbang terbesar transaksi selama Ramadan 2026, dengan komposisi 54% pria dan 46% perempuan. Metode pembayaran didominasi virtual account, disusul kartu kredit dan dompet digital.
Menariknya, momentum belanja belum berhenti setelah Lebaran. Blibli mencatat aktivitas transaksi tetap berlangsung, baik untuk memanfaatkan promo lanjutan maupun memenuhi rencana belanja yang sempat tertunda.
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro, mengatakan, kelompok menengah menjadi penggerak utama akselerasi belanja. Ia juga menyoroti peran kalender promo digital seperti double day 3.3 dalam membentuk pola konsumsi masyarakat.
“Pasca Lebaran masih menjadi periode yang aktif. Konsumen tetap berbelanja, tapi dengan pilihan yang lebih selektif dan fokus pada apa yang benar-benar mereka butuhkan,” tutup Indra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News