M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Orangtua Perhatikan, Ini Tanda-Tanda Anak Mendapatkan Kesulitan di Sekolah

Reporter: Tiyas Widya Septiana  |  Editor: Tiyas Septiana


MOMSMONEY.ID - Tahun ajaran baru sudah berlangsung selama hampir 1 bulan lamanya. Biasanya anak sudah mulai beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru.

Namun, beberapa anak mungkin mengalami kesulitan di sekolah yang wajib diperhatikan oleh orangtua.

Perubahan metode belajar dan lingkungan membuat anak harus beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan teman-teman mereka. 

Pada awalnya mungkin anak bersemangat untuk menjalani kegiatan di sekolah. Namun, karena satu dua alasan membuat dia menjadi kurang bersemangat. 

Baca Juga: Kolonialisme dan Impersialisme Bidang Ekonomi, Ini Dampak yang Ditimbulkan

Sayangnya, tidak semua anak mau terbuka dengan orangtua dan menceritakan kesulitan yang dia alami di sekolah. 

Sebagai orangtua, Anda wajib mengetahui tanda-tanda jika anak mulai mengalami kesulitan di sekolah. Berikut ini rangkuman dari situs BPK Penabur tentang tanda anak mengalami kesulitan di sekolah.  

Menghindari topik tentang sekolah

Jika anak tiba-tiba tidak mau memberitahu Anda tentang apa yang mereka pelajari atau apa yang terjadi di sekolah. Hal ini bisa menjadi kode bahwa ada yang tidak beres dengannya. 

Terutama, jika sebelumnya anak suka mengobrol dan terbuka tentang sekolahnya tapi pada suatu ketika dia menutupi dan enggan membagikan informasi apa yang dia kerjakan di sekolah.  

Perubahan sikap

Saat anak sebelumnya menunjukkan sikap yang positif tentang sekolah, kemudian berubah sikap, sesuatu mungkin tengah dialaminya. 

Sikap ini dapat ditunjukkan dengan kemarahan atau sikap tidak peduli. Mungkin mereka sedang mengalami masalah dengan teman, guru, atau pelajaran.

Perubahan sikap lainnya yang perlu diperhatikan yaitu keluhan bosan dengan sekolah. Seringkali anak mengeluh bosan saat mereka tak mengerti tentang apa yang terjadi di sekolah.

Menunjukkan gejala sakit

Apakah anak mengalami perubahan pola makan, susah tidur atau mengeluh sakit? Jika ya, bisa saja anak sedang kesulitan di sekolah.

Timbul gejala sakit fisik

Gangguan tidur dan makan seringkali disebabkan oleh kecemasan. Terutama jika mereka tidak mampu mengikuti pelajaran atau tidak bisa mengerjakan tugas sekolahnya. 

Gejala fisik tersebut adalah bentuk ketidakmampuan anak dalam mengeluarkan emosinya.

Anak masih belum bisa menunjukkan ketidaknyamanan perasaannya sehingga mereka dikeluarkan lewat gejala sakit.

Baca Juga: 4 Teori Masuknya Ajaran Agama dan Kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia

Lama saat mengerjakan tugas

Pola belajar juga menjadi tanda anak mengalami kesulitan di sekolah. Karenanya orangtua perlu memperhatikan cara dan lama waktu anak belajar.

Jika dia menunjukkan pola belajar yang padat sehingga tidak memiliki waktu luang untuk bermain atau melakukan hal lain sepulang sekolah karena mengerjakan tugas, ini bisa menjadi sinyal adanya masalah. 

Biasanya anak menghabiskan waktu sekitar 10 menit per tingkat kelas untuk menyelesaikan tugas setiap harinya. Artinya, untuk anak kelas 2 SD sekitar 20 menit, kelas 3 SD 30 menit, dan seterusnya. 

Namun kebijakan pekerjaan rumah tergantung guru dan sekolah. Beberapa guru bisa memberikan pekerjaan rumah yang lebih banyak atau lebih sedikit. Jadi, ketahui dulu seperti apa kebijakan pekerjaan rumah setiap guru.

Laporan dari guru

Apakah Anda menerima laporan terkait perkembangan pembelajaran anak? Jika guru anak Anda menilai anak Anda berjuang lebih keras ketimbang siswa lain, ini perlu diperhatikan. 

Artinya, guru ingin bekerjasama dengan orang tua demi kemajuan akademik dan mengatasi masalah yang mungkin sedang dihadapi oleh sang anak. 

Selain nilai akademik, guru biasanya juga akan memberikan laporkan kepada orang tua jika anak melakukan hal buruk di sekolah. 

Terutama, jika sang anak biasanya bersikap baik dan tiba-tiba mulai menunjukkan perubahan perilaku di sekolah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Inovasi Cokelat Rasa Rendang Supaya Bisa Langsung Nendang ke Pasar Global

Upaya Terve Chocolate bisa menembus pasar global dengan menampilkan rasa cokelat yang punya cita rasa Nusantara.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (22/10), Hujan Lebat Masih Turun di 4 Provinsi Ini

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Kamis 22 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Seluruh Wilayah Diprediksi Berawan, Ini Prakiraan Cuaca Jawa Barat Besok (22/7)

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat didominasi berawan pada Kamis (22/10) dan Jumat (23/10), dengan suhu hingga 38°C.

Melepas Penat di Pulau Dewata, Dari Mendaki Gunung Batur Hingga Melukat di Ubud

Data Airbnb yang menunjukkan, nature dan outdoor menjadi kategori Experience paling populer di Bali.  

Cerah di Semua Wilayah, Cek Cuaca Yogyakarta Besok (22/10)

BMKG memprakirakan seluruh wilayah DIY cerah pada Kamis (22/10). Suhu tertinggi mencapai 33°C di Kota Yogyakarta.  

Ebola Bundibugyo Menyebar di 5 Negara, Afrika dalam Tingkat Kesiapsiagaan Tinggi

Nigeria menjadi negara kelima yang mendeteksi Ebola Bundibugyo sejak wabah penyakit ini dinyatakan terjadi di Republik Demokratik Kongo.

Hujan Ringan Akan Turun di Wilayah Ini, Cek Cuaca Jawa Tengah Besok (22/10) dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah didominasi berawan pada Kamis (22/10) dan Jumat (23/10), dengan suhu hingga 36°C.  

Cek Cuaca Sumatera Selatan Besok (22/10) Didominasi Udara Kabur, Suhu Mencapai 37°C

Cuaca Sumatera Selatan besok diprakirakan didominasi udara kabur. Suhu di sejumlah daerah berpotensi mencapai 37°C. Simak prakiraan lengkapnya

Waspada Hujan Petir Wilayah Ini, Cek Cuaca Sumatera Barat Besok (22/10)

BMKG memprakirakan hujan petir di Pasaman Barat pada Kamis (22/10). Sejumlah daerah lain berpotensi hujan ringan dan udara kabur.

Menekan Limbah Tekstil, Setali Indonesia Dorong Pengolahan dan Daur Ulang Pakaian

CEO Setali Indonesia, Gema Minang mengungkapkan bahwa meningkatnya daya beli masyarakat turut mendorong konsumsi pakaian.