M O M S M O N E Y I D
Bugar

Moms Wajib Tahu! Ini Penyebab dan Cara Mengatasi BAB Berdarah Pada Bayi

Reporter: Helvana Yulian  |  Editor: Helvana Yulian


MOMSMONEY.ID - Inilah beberapa penyebab dan cara mengatasi BAB berdarah pada bayi yang perlu diketahui oleh orang tua.

Orang tua mungkin langsung panik saat melihat darah pada popok bayi setelah buang air besar (BAB). 

Meski begitu, BAB berdarah pada bayi tidak selalu merupakan tanda bahaya. Pada beberapa kondisi, ternyata hal ini lumrah ditemui.  

Dengan mengetahui penyebabnya, penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi yang dialami. Namun, ada banyak hal yang bisa jadi penyebab BAB berdarah pada bayi.  

Menurut Pregnancy Birth and Baby serta Kids Health, inilah beberapa penyebab dan cara mengatasi BAB berdarah pada bayi yang perlu diketahui oleh orang tua, antara lain: 

Baca Juga: 4 Cara Ampuh Menurunkan Demam Anak Secara Alami

1. Asupan makanan

Penyebab BAB bayi berdarah yang pertama karena salah asupan makanan.  

Sistem pencernaan bayi masih dalam tahap perkembangan, sehingga makanan, minuman, atau obat tertentu yang dikonsumsi terkadang tidak dicerna dengan sempurna.  

Hal ini menyebabkan terkadang ditemukan warna atau tekstur dari makanan yang dikonsumsi pada tinja bayi.  

Tinja bayi bisa berwarna merah bila ia menyantap sajian yang memiliki zat warna merah, seperti buah bit atau tomat.  

Ketika menemukan warna merah pada tinja bayi, Anda bisa memeriksa terlebih dulu apakah warna merah tersebut memang darah atau bukan.  

2. Infeksi dan gangguan pada usus

Penyebab BAB bayi berdarah yang kedua adalah adanya infeksi dan gangguan pada usus.  

Coba perhatikan, apakah BAB berdarah yang dialami bayi disertai diare atau tidak. Jika iya, bisa jadi itu tanda infeksi atau gangguan pada usus.  

Beberapa jenis bakteri yang dapat menjadi penyebab infeksi pada usus bayi adalah E. coli, Shigella, Salmonella, dan Campylobacter.  

3. Sembelit dan fisura ani

Penyebab BAB bayi berdarah yang ketiga adalah sembelit dan fisura ani.  

Sembelit bisa terjadi pada semua bayi, namun lebih sering dialami oleh bayi yang mengonsumsi susu formula atau baru mulai mengonsumsi MPASI (akanan pendamping ASI).  

Sembelit akan memaksa bayi mengejan saat BAB. Tekanan yang terlalu keras bisa membuat luka dan robekan kecil pada area anus yang dikenal dengan fisura ani.  

Ketika terjadi luka pada area anus, bercak darah dapat ditemukan pada tinja bayi. Jika berkepanjangan, sembelit ini bisa menyebabkan ambeien pada anak.  

4. Menyusu dari puting yang berdarah

Penyebab BAB bayi berdarah yang terakhir adalah menysusu dari puting yang berdarah.  

Pada beberapa kasus, BAB berdarah dapat terjadi karena bayi menyusu dari puting ibu yang berdarah. 

Kemudian, darah tersebut masuk ke sistem pencernaan bayi dan membuat bayi BAB berdarah.  

Baca Juga: Moms Wajib Tahu Nih! Ini 5 Manfaat Pisang untuk MPASI, Bagus untuk Utak

Jika memang ini penyebabnya, kondisi ini tidak berbahaya. Ibu hanya perlu melakukan perawatan untuk menyembuhkan puting yang berdarah.   

BAB berdarah pada bayi perlu diatasi sesuai penyebabnya agar tepat penangananya. 

Namun ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan ketika mendapati adanya darah atau bercak kemerahan pada tinja bayi, yaitu:  

1. Pastikan bercak darah atau kemerahan yang ada pada tinja bayi bukan merupakan bagian dari makanan yang dikonsumsinya.  

2. Tingkatkan asupan serat pada MPASI, dan berikan MPASI dengan tekstur yang sesuai dengan tahapan usianya. Hal ini diperlukan jika bayi mengalami sembelit.  

3. Jika bayi BAB berdarah disertai lendir dan diare, terlebih jika bayi demam, berikan cairan yang cukup dan segera periksakan ke dokter. 

BAB berdarah pada bayi bisa disebabkan oleh beragam hal. Sebagian kondisi dapat sembuh sendiri dan bisa ditangani secara mandiri di rumah.  

Namun jika BAB bayi berdarah terjadi pada bayi berusia kurang dari 3 bulan, segera periksakan ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Rupiah Masih Volatil, Berpotensi Tembus hingga Rp 18.500 di Sisa Tahun Ini

Untuk sisa tahun 2026, rupiah cenderung volatile pada kisaran yang lebih lemah. Meski begitu, ruang rupiah menguat masih dapat diharapkan.

BCA Hapus Masa Berlaku Kartu Bisnis Debit, Ini Ketentuannya

Nantinya kartu BCA BDC yang diterbitkan setelah 1 Oktober 2026 sudah tidak lagi mencantumkan expiry date seperti yang sebelumnya.

8 Drama Korea Horor Seram untuk Ditonton Sepanjang Bulan Oktober Ini

Merupakan bulan yang tepat untuk menonton genre horor, berikut rekomendasi drama Korea horor yang bisa ditonton penggemar cerita seram.​

Reksadana Pasar Uang Pimpin Penguatan Sepekan, Ini 5 Terbaiknya

Reksadana pasar uang menjadi satu-satunya kategori yang masih mencatatkan imbal hasil positif. Kinerjanya tumbuh 0,08% dalam sepekan. 

BMKG Beri Peringatan Hujan 6-9 Oktober 2026, Ini Daftar Lokasinya

Suhu permukaan laut yang relatif hangat, konvergensi, perlambatan dan belokan angin dapat memicu hujan lebat, petir, dan angin kencang.

6 Promo Selasa Terbaru 6 Oktober 2026: Nikmati Diskon Menarik di CFC hingga HokBen

Bikin hari Selasa makin hemat dengan promo Selasa dari berbagai brand kuliner populer. Nikmati diskon spesial mulai dari CFC hingga HokBen.

Ranking FIFA Timnas Indonesia Usai Juara ASEAN Cup 2026, Tetap di Posisi 117

Timnas Indonesia tetap di ranking FIFA 117 usai juara ASEAN Cup 2026. Simak perolehan poin dan peluang Garuda naik peringkat.

Diskon 20% Promo Bakmi GM Bundling Best Selling Khusus GrabFood di Oktober 2026

Serbu promo Bakmi GM Bundling Best Selling sekarang dan nikmati diskon 20% lewat GrabFood. Pilihan paket hemat mulai bakmi hingga pangsit.

MNC Sekuritas Bagikan 4 Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Selasa (6/10)

IHSG berpotensi kembali melemah pada perdagangan Selasa (6/10/2026).​ Cek rekomendasi saham dari MNC Sekuritas untuk hari ini.

Cek 6 Ide Trading dari BNI Sekuritas untuk Perdagangan Hari Ini Selasa (6/10)

IHSG masih rawan kembali terkoreksi pada perdagangan Selasa (6/10/2026).​ Simak rekomendasi saham dari BNI Sekuritas untuk hari ini.