MOMSMONEY.ID - Bhutan bisa menjadi pilihan destinasi bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Himalaya sekaligus mengenal budaya dan tradisi spiritual yang masih terjaga.
Negara di kawasan Asia Selatan ini memiliki daya tarik yang tak hanya berasal dari lanskap pegunungan, tetapi juga kehidupan masyarakat yang lekat dengan nilai-nilai keagamaan.
Salah satu warisan budaya Bhutan adalah chorten atau stupa, bangunan suci dalam tradisi Buddha yang melambangkan doa dan pencerahan. Di negara ini, spiritualitas tidak hanya ditemukan di biara dan situs keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
Budaya kebersamaan turut mewarnai kehidupan masyarakat Bhutan. Tradisi zhābtog, misalnya, mengajak masyarakat menyumbangkan waktu dan tenaga untuk kepentingan bersama.
Nilai tersebut menjadi salah satu gambaran kehidupan sosial yang menarik untuk dikenal wisatawan saat menjelajahi budaya setempat.
Baca Juga: Wisata Budaya Tak Hanya Ramai Pengunjung, UMKM Lokal Juga Ikut Tumbuh
Direktur Departemen Pariwisata Bhutan Damcho Rinzin mengatakan, kekayaan spiritual menjadi bagian penting dari identitas negara tersebut.
“Kami merasa terhormat dapat berbagi momen bermakna ini dengan dunia, sekaligus memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai Bhutan sebagai sebuah negara yang menempatkan spiritualitas, cinta kasih, dan kesejahteraan bersama sebagai bagian penting dari jati dirinya,” ujar Damcho dalam keterangan pers Sabtu (31/10).
Untuk memperkenalkan warisan tersebut kepada masyarakat internasional, Bhutan menggelar Project 108 pada 1 November 2026.
Inisiatif yang digagas Raja Bhutan ini berupa pembangunan 108 Jangchub Chorten atau stupa pencerahan secara bersamaan di Gelephu Mindfulness City.
Setiap stupa memiliki tinggi 15 meter dan berjarak 108 meter satu sama lain, membentuk koridor sakral di sepanjang Sungai Mau Chhu.
Angka 108 sendiri memiliki makna penting dalam tradisi Buddha, termasuk dalam 108 volume kitab Kangyur dan 108 butir tasbih doa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News