M O M S M O N E Y I D
HOME, AturUang

Memanfaatkan kredit bank konvensional untuk mendukung modal usaha

Reporter: Dikky Setiawan  |  Editor: Dikky Setiawan


MOMSMONEY.ID -Perbankan konvensional masih menjadi sumber pendanaan utama bagi dunia usaha, termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain mempunyai dana besar, perbankan konvensional juga memiliki jaringan yang luas. Skema kreditnya pun lebih populer di kalangan pengusaha ketimbang skema pembiayaan syariah. 

Sayang, masih banyak pengusaha enggan mengajukan pinjaman modal usaha kepada bank. Alasannya beraneka ragam, mulai dari kekhawatiran permohonan kredit ditolak, tidak punya jaminan, hingga tingkat bunga pinjaman yang menurut mereka masih tinggi. 

Kalau Anda termasuk pengusaha yang diam-diam sedang butuh modal segar, jangan buru-buru antipati terhadap tawaran kredit bank. Silakan pelajari dengan cermat.

Baca Juga: Mobil Idaman Terbeli, Kantong tetap Terlindungi

Kalau menurut bank Anda tergolong nasabah yang layak mendapat kredit dan Anda pun tak keberatan memenuhi segala persyaratan yang mereka pasang, siapa tahu kebutuhan modal segar Anda segera terpenuhi. 

Langkah paling awal kalau Anda benar-benar berharap mendapatkan kredit dari bank adalah mempelajari segala persyaratan. Nah, salah satu syarat utama memang calon nasabah harus bisa memberikan agunan atau jaminan atas kredit. 

Nilai agunan yang dimiliki nasabah harus 125% di atas nilai kredit yang diajukan. Selain itu, biasanya, bank juga hanya bersedia mengucurkan pinjaman ke usaha yang mereka nilai layak. Istilah bekennya, bankable. Standar bankable setiap bank bisa berbeda. 

Biasanya, bank akan mensyaratkan usaha calon nasabah minimal berjalan dua tahun. Ada sejumlah alasan di balik sikap bank yang terkesan selektif itu. Salah satunya, potensi risiko gagal bayar nasabah selalu ada. 

Apalagi jika pinjaman disalurkan untuk modal usaha baru. Lazimnya, usaha baru belum dapat memperlihatkan potensi pengembalian kredit.

Baca Juga: Begini Cara Menekan 3 Pos Pengeluaran Rutin Jika Memiliki Mobil

Sebelum mengajukan kredit, calon debitur mesti menimbang sejumlah faktor. Selain bunga, pelayanan, dan reputasi; kerapian bank dalam menyimpan data nasabah juga perlu menjadi pertimbangan. Pengusaha juga harus menghitung kemampuannya membayar cicilan. 

Debitur harus bisa mengalokasikan pos untuk membayar kredit. Tidak mungkin semua pendapatannya dialokasikan untuk membayar utang.

Jika memiliki agunan, calon debitur sebaiknya mengambil kredit beragunan. Soalnya, kredit tanpa agunan memiliki bunga lebih tinggi. Lagi pula, kita meminjam uang di bank, kan, dengan niat mengembalikan, bukan mengemplang. 

Nah, dengan agunan, bunga yang kita dapat bisa lebih murah. Don Simatupang, Pimpinan Wilayah BRI Medan, menambahkan, sebaiknya pengusaha baru tidak langsung meminjam dalam jumlah besar.

Biasanya, bank akan membatasi pinjaman hanya 70% dari total nilai usaha. Sisanya sebesar 30% harus dipenuhi sendiri oleh nasabah. 

Jika bisa, pinjaman ke bank lebih kecil dari modal sendiri. 

Selanjutnya: Mau Memulai Usaha Lewat Online atau Offline? Simak Dulu Tips Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

4 Jenis Pekerjaan Online yang Sangat Cocok untuk Ibu Rumah Tangga

Berikut adalah 4 jenis pekerjaan online yang sangat cocok untuk ibu rumah tangga karena menawarkan peluang pendapatan yang menjanjikan.

6 Tren Dekorasi Ruang Tamu 2027 yang Diprediksi Makin Nyaman dan Personal

Tren dekorasi ruang tamu 2027 mengarah pada warna hangat, pojok baca, furnitur fleksibel, penyimpanan rapi, dan sentuhan seni unik ya.  

Dari Belajar Nail Art, MUA Tuli Ini Berhasil Raup Pendapatan Rp13 Juta

Nail Art Jadi Ladang Penghasilan, MUA Tuli Binaan Bakti BCA Catat Pendapatan Rp 13 Juta               

Dana Darurat Terlalu Banyak? Ini Batas Wajar dan Cara Mengelolanya Saat Ini

Dana darurat perlu cukup untuk keadaan tak terduga, tetapi menyimpan terlalu banyak uang tunai juga punya risiko. Berikut cara mengelolanya.

Kaya Nutrisi dan Bebas Lemak, Simak 4 Manfaat Kentang Kukus untuk Menu Harian Diet

Mengandalkan kentang kukus dalam pola makan harian saat diet membantu mengontrol gula darah serta menjaga kesehatan usus.  

Jangan Dianggap Sepele ya, Ini 5 Gejala Kanker Rahim yang Wajib Dideteksi Sejak Dini

Kenali gejala kanker rahim sejak dini, dari keputihan tidak normal hingga nyeri panggul. Deteksi awal penting untuk mencegah risiko berbahaya.

4 Elemen Penting Yang Perlu Diperhatikan Saat Menyebar Keranjang Investasi

Strategi diversifikasi investasi atau menyebar keranjang investasi diperlukan supaya meminimalisir risiko.

6 Tren Desain Rumah Cantik yang Ternyata Bikin Repot Saat Dibersihkan

Ini 6 tren desain rumah terlihat cantik, tetapi bisa buat rumah Anda lebih sulit dirawat. Kenali materialnya sebelum pakai tren interior terbaru.

5 Kebiasaan Hemat Baby Boomer Amerika Saat Mengatur Uang yang Bisa Ditiru

Ini 5 kebiasaan hemat baby boomer yang sederhana bisa membantu mengurangi pengeluaran dan menjaga keuangan rumah tangga.

Tiga Prinsip Yang Bisa Dilakukan Memulai Usaha di Bangku Kuliah

Kementerian UMKM menyodorkan tiga prinsip bagi mahasiswa dengan melihat persoalan di lingkungan sekitar.