MOMSMONEY.ID - Pasar HP flagship semakin ramai berkat kehadiran Redmagic 11 Pro dengan RAM 24GB, ponsel yang bawa baterai jumbo 7500 mAh. Kapasitas ini kalahkan baterai Samsung S25 Ultra yang hanya 5000 mAh.
RedMagic 11 Pro memberikan performa gaming yang luar biasa dengan pendingin yang mengesankan dan spesifikasi yang mumpuni. Ponsel ini pakai teknologi pendingin cair yang dulunya hanya ada di PC gaming kelas atas.
Esat Dedezade, pengamat gadget dari Stuff.tv, bilang, RedMagic 11 Pro adalah smartphone pertama dengan sistem pendingin tertutup untuk menghilangkan panas saat bermain Genshin Impact atau Call of Duty: Mobile.
“Para gamer yang suka main Destiny Rising dan Diablo Immortal akan sangat menyukai tombol kontrol haptic khusus RedMagic 11 Pro,” jelasnya.
Ponsel ini secara signifikan mengungguli ponsel unggulan lain dengan chip terbaru Qualcomm seperti OnePlus 15.
Baca Juga: Samsung S25 Ultra Bawa Fitur AI yang Canggih, Bisa Diakses Secara Offline Juga lo
Desain khas yang mencolok dan menawan
RedMagic 11 Pro langsung dikenali sebagai perangkat gaming berkat desainnya. Lapisan hitam transparan pada model Nightfreeze yang telah diuji dengan apik menampilkan jendela pendingin cair melingkar yang menarik perhatian, lengkap dengan cairan pendingin biru yang terlihat jelas.
Panel belakangnya benar-benar rata tanpa tonjolan kamera sama sekali. Sehingga, membuatnya ideal untuk diletakkan di atas meja atau dipegang saat bermain game.
Loop pendingin cair yang terlihat terletak di tengah dikelilingi oleh logam yang dipoles dan bertekstur. Logo Qualcomm Snapdragon tampak menonjol dengan logo RedMagic, dan kipas pendingin aktif khas perusahaan.
Semuanya diterangi RGB bersama dengan logo dan strip lampu baru di sepanjang bingkai samping. Anda dapat menyesuaikan semuanya atau mematikannya, Esat memilih tampilan gelap setelah rasa penasaran awalnya hilang, karena sudah lama meninggalkan fase gamer RGB dan lebih menyukai kesan yang minimalis.
Bingkai aluminium yang rata juga menampung serangkaian tombol biasa dan sakelar geser merah, secara default mengaktifkan Game Space. Namun, Esat menggunakannya untuk menghidupkan dan mematikan senter.
Port headphone 3,5 mm sangat jarang ditemukan pada perangkat kelas atas. Namun, perusahaan tetap menghargai minat pengguna dengan mempertahankannya di ponsel ini.
Udara hangat dari sistem pendingin dikeluarkan melalui ventilasi di bagian samping. Tapi, poin yang paling mengesankan dari Redmagic 11 Pro adalah peringkat IPX8.
Baca Juga: Daftar HP 2 Jutaan Spek Dewa, Ada Ponsel dengan Daya 7000 mAh & RAM Besar 8GB
Layar Amoled 6,85 inci kelas atas
Layar AMOLED 6.85 inci pada 11 Pro menunjukkan performa kelas atas, ada kamera depan di bawah layar yang hampir tidak terlihat dan memungkinkan rasio layar ke bodi yang sangat besar yaitu 95,3%.
Teknologi refresh rate variabel memungkinkan panel mencapai hingga 144Hz untuk bermain game yang smooth. Jika dibiarkan dalam mode otomatis, ponsel akan selalu menggunakan pengaturan tertinggi.
Tapi, Anda bisa memilih antara 60Hz, 90Hz, 120Hz, dan maksimal 144Hz di menu pengaturan. RedMagic mengklaim kecerahan puncak mencapai 1800 nits, warna-warnanya cerah dengan warna hitam pekat yang didambakan penggemar OLED.
Di sisi audio, sistem speaker stereo ganda memberikan audio yang sangat kuat. RedMagic telah meningkatkan konfigurasi speaker untuk generasi ini, memberikan bass yang lebih kuat dan kualitas suara yang lebih jernih.
Volume maksimalnya keras dengan audio tetap jernih, terpisah dengan baik bahkan pada volume tinggi. Distorsinya cukup minim dan respons bass yang lebih substansial daripada kebanyakan smartphone.
Baca Juga: Realme 16 Pro Guncang Pasar: Baterai 7000 mAh Bikin Kaget
Bagaimana kualitas foto yang dihasilkan?
Di sinilah kita menemukan kompromi paling signifikan dari RedMagic 11 Pro. Ponsel gaming memang jarang menonjolkan fitur kameranya.
Meski begitu, RedMagic telah melakukan peningkatan dibandingkan generasi sebelumnya. Sistem kamera belakangnya memakai lensa utama 50MP dengan sensor 1/1.55 inci, stabilisasi gambar optik, dan aperture f/1.9.
Ada juga ultrawide 50MP dengan sensor 1/2.88 inci yang jauh lebih kecil dengan panjang fokus setara 13mm dan kamera ketiga 2MP untuk foto makro. Tidak ada lensa telefoto yang membatasi fleksibilitas pengguna untuk memotret subjek dari jarak jauh.
Dalam kondisi pencahayaan yang baik, kamera utama menghasilkan gambar yang menyenangkan dan realistis dengan detail yang memadai. Warna seimbang tanpa saturasi berlebihan, dan OIS membantu menjaga ketajaman gambar.
Jika membandingkannya dengan gambar dari Google Pixel 10 Pro XL atau iPhone 17 Pro Max, Anda akan melihat detail yang kurang halus dan rentang dinamis datar. Kamera ultrawide sebagian besar mencerminkan warna sensor utama yang menghasilkan foto yang konsisten saat beralih antara keduanya.
Namun, sensor yang lebih kecil terlihat kesulitan dalam kondisi pencahayaan yang kurang ideal. Ada juga sedikit distorsi di tepi, meskipun tidak lebih buruk daripada sebagian besar implementasi ultrawidenya.
Tidak adanya kamera telefoto khusus berarti semua bidikan yang diperbesar bergantung pada pemangkasan digital. Hasil pada perbesaran 2x dapat diterima berkat sensor utama yang memiliki begitu banyak piksel untuk diproses.
Namun, jika Anda beralih ke perbesaran 3x atau lebih maka kualitas gambarnya akan menurun dengan cepat. Ada pemrosesan agresif untuk mempertahankan tampilan yang bersih secara permukaan, tetapi detail halus sama sekali tidak ada.
Performa cahaya rendah dari kamera utama cukup memadai, bukan mengesankan. Sensornya mampu menangkap cukup cahaya untuk menghasilkan gambar yang dapat digunakan.
Akan tetapi, noise lebih mudah muncul dibandingkan pada perangkat dengan sensor yang lebih besar atau fotografi komputasi yang lebih canggih. Mode malam cukup membantu, meskipun membutuhkan tangan yang lebih stabil dan tidak sepenuhnya menyamai ponsel yang terbaik di kelasnya.
Perekaman video mendukung resolusi hingga 8K, meskipun Esat menyarakanak untuk tetap menggunakan 4K pada 60fps untuk kualitas dan ukuran file terbaik. Stabilisasinya sebenarnya cukup bagus, Anda bisa melakukan zoom saat merekam tanpa mengganti lensa karena semuanya digital.
Warna tetap realistis, meskipun gambar dapat terlihat sedikit datar. Kamera depan 16MP hasilkan selfie yang buram dan kabur. Kamera juga kesulitan mengatasi cahaya latar yang terang, seringkali membuat wajah tampak seperti siluet yang kurang terang.
Baca Juga: Samsung S25 FE Gunakan Kamera Telefoto Canggih, Bisa Lakukan Optical Zoom 3x!
Performa Snapdragon 8 Elite Gen 5 terbaru
Dengan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 terbaru dari Qualcomm dan RAM hingga 24GB, RedMagic 11 Pro adalah smartphone tercepat. Snapdragon 8 Elite Gen 5 menghadirkan peningkatan performa CPU sekitar 20% dan peningkatan GPU sekitar 30% dibandingkan generasi sebelumnya.
RedMagic 11 Pro menjalankan RedMagic OS 11.0, antarmuka kustom perusahaan yang dilapisi di atas Android 16. Antarmuka ini menggunakan tampilan Android standar dengan beberapa sentuhan berorientasi game.
Google Gemini adalah asisten AI default yang dapat diakses melalui penekanan lama pada tombol beranda atau tombol daya. Circle to Search hadir, begitu pula berbagai fitur AI yang didukung Google seperti terjemahan real time selama panggilan dan pencarian foto AI.
Game Space tetap menjadi inti dari pengalaman perangkat lunak. Diakses melalui tombol geser merah atau melalui laci aplikasi, fitur ini menyediakan antarmuka seperti konsol untuk meluncurkan game, memeriksa statistik kinerja, dan mengakses fitur khusus game.
Plugin ini mencakup fitur-fitur seperti perekaman layar, penghitung FPS, overlay crosshair dan filter visual untuk memudahkan melihat musuh. Itulah informasi lengkap yang memuat tentang performa dan RAM besar miliki Redmagic 11 Pro.
Selanjutnya: Realme 16 Pro Guncang Pasar: Baterai 7000 mAh Bikin Kaget
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News