M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Laba Naik 43%, Ini Alasan REAL Mulai Dilirik Investor

Laba Naik 43%, Ini Alasan REAL Mulai Dilirik Investor
Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Emiten properti PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) tengah mencuri perhatian investor setelah mencatatkan kinerja keuangan yang solid di kuartal III-2025.

Laba bersih perusahaan melonjak 43,2% menjadi Rp397,99 juta, menjadi sinyal positif di tengah pasar properti yang masih stagnan.

Berikut tiga alasan mengapa saham REAL mulai banyak dilirik:

1. Transformasi ke properti digital dan data center
REAL kini beralih dari pengembang konvensional menjadi penyedia kawasan properti digital dan infrastruktur data center.

Langkah ini sejalan dengan tren investasi global di sektor digital Indonesia.

“REAL mulai menunjukkan arah bisnis yang lebih visioner. Dengan fokus pada properti digital dan dukungan fundamental yang membaik, valuasi saham REAL berpotensi mengalami re-rating dalam jangka menengah,” ujar Rizal Rafly, Equity Research Analyst Ajaib Sekuritas dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (2/10). 

Baca Juga: Investor Mulai Lirik Saham Bank di Luar KBMI IV, Kapitalisasi Pasar BBNI Melonjak

2. Fundamental membaik dan efisiensi meningkat

Manajemen REAL menjaga arus kas positif melalui pengelolaan proyek yang selektif dan efisiensi biaya. Strategi ini membuat margin laba tetap terjaga meski kondisi pasar properti nasional masih penuh tantangan.

3. Sinyal teknikal mulai menguat

Dari sisi teknikal, saham REAL menunjukkan potensi penguatan.

"Selama harga tidak turun di bawah support kuat di Rp72, tren jangka pendeknya masih positif. Jika breakout di atas Rp80 berhasil, target berikutnya bisa ke area Rp100–120," tambah Rizal.

Selain itu, kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) yang diperpanjang turut menjadi sentimen positif karena mampu menjaga permintaan properti sekaligus memperkuat ekspansi REAL ke sektor digital.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.