M O M S M O N E Y I D
Santai

Kenalan dengan Tawas, Deodoran Alami Ampuh Usir Bau Ketiak

Penulis: Christ Penthatesia  |  Editor: Christ Penthatesia


MOMSMONEY.ID - Ini dia penjelasan singkat tentang tawas, deodoran alami yang aman digunakan setiap hari.

Penggunaan deodoran alami seperti tawas kembali menjadi viral karena dinilai aman dan minim efek samping.

Bagi perempuan, manfaat tawas ini sudah tak perlu dipertanyakan lagi. Sejak zaman dahulu, tawas juga sudah dipercaya mampu membantu menghilangkan bau badan.

Baca Juga: Ternyata Berbeda, Ini Daftar Gen Warisan Ayah dan Ibu Ke Anak

Tawas tergolong dalam batuan kristal yang tidak beracun dan aman jika digunakan sebagai deodoran alami.

Tawas merupakan kristal garam transparan yang mudah larut dalam air. Awalnya, tawas memiliki kegunaan sebagai obat tradisional yang dapat membantu menyembuhkan luka.

Melansir dari Wikipedia, tawas memiliki sifat menyerap. Ketika digunakan, tawas bisa menyerap kotoran, racun, dan zat-zat berbahaya lainnya.

Jadi, dengan menggunakan tawas sebagai deodoran, bisa membantu menghilangkan bau badan juga. Yang tentu disebabkan karena bakteri-bakteri penyebab bau badan.

Baca Juga: Suka Mandi Air Hangat Tanda Kesepian lo, Cari Tahu Tanda Lainnya di Sini

Selain dalam bidang kecantikan, laman Thought Co menjelaskan, tawas digunakan untuk memurnikan air dan digunakan untuk memproduksi pakaian atau tekstil yang tahan api.

Cara menggunakan tawas sebagai deodoran pun mudah, cukup dengan mencelupkan tawas ke dalam sedikit air lalu dioleskan ke bagian ketiak.

Tak hanya tersedia dalam bentuk padat, sudah banyak juga toko online maupun offline yang menjual tawas bubuk.

Jika ingin mencerahkan ketiak, tawas juga dapat digunakan sebagai obat pemutih alami ketiak. karena tawas memiliki sifat yang dapat menjernihkan.

Efek ketiak yang lebih cerah pun akhirnya bisa didapatkan jika menggunakan tawas sebagai produk deodoran alami.

Nah, itulah tadi penjelasan singkat tentang tawas dan manfaatnya untuk ketiak. Tertarik beralih menggunakan tawas?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Inilah Salah Satu Langkah Sektor Jasa Bisa Tembus Pasar Global

Peluang merambah pasar global di ragam bidang jasa, mulai dari jasa fasilitas manajemen hingga jasa digital terbuka via TEI.

4 Penyebab Otot Tidak Berkembang Meski Rajin Olahraga, Salah Satunya Kurang Tidur

Kali ini MomsMoney akan membagikan informasi tentang 4 penyebab otot tidak berkembang meski rajin olahraga. Simak, ya.  

BMKG Beri Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis, Daerah Ini Masuk Kategori Awas

Kali ini, wilayah yang masuk dalam kategori awas cukup mendominasi. Jumlahnya cukup besar dibandingan kategori siaga dan waspada.

4 Buku Financial Freedom Terbaik yang Wajib Anda Baca

Bagi Anda yang ingin mulai melangkah menuju kemandirian finansial, berikut adalah 4 buku financial freedom terbaik yang wajib Anda baca.

Upaya Mengembangkan Koperasi Bukan Sekadar Simpan Pinjam Semata

Kementerian Koperasi mendorong koperasi untuk mulai berani merambah sektor-sektor strategis seperti produksi, distribusi hingga keuangan.

Tetap Bugar di Tengah Kesibukan! Ini 7 Pola Makan Hidup Sehat untuk Pekerja Kantoran

Penerapan pola makan hidup sehat sangat penting untuk menjaga kebugaran pekerja kantoran jangka panjang. Ketahui tips lengkapnya di sini.

Bitcoin Rebound, Inflasi AS jadi Penentu Peluang Menguji US$ 87.000

Data inflasi AS yang dirilis Rabu (14/10) akan menjadi katalis penting bagi pergerakan Bitcoin selanjutnya.

Moms, Ini 6 Sinyal Bahaya yang Menunjukkan Kesehatan Mental Anak sedang Terganggu

Anak tidak selalu bisa mengungkapkan perasaan lewat kata-kata. Ini 6 tanda masalah kesehatan mental anak agar Moms bisa memberikan solusi tepat.

Bukannya Segar, Ini 6 Akibat Tidur Terlalu Lama untuk Tubuh Termasuk Penyakit Jantung

Memiliki durasi tidur melebihi 9 jam bisa memicu gangguan metabolisme dan nyeri fisik. Ketahui akibat tidur terlalu lama untuk kesehatan di sini.

Cek Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok (13/10) dan Lusa, Suhu Tertinggi Capai 37°C

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah 13-14 Oktober didominasi berawan, dengan suhu tertinggi mencapai 37°C di Klaten.