MOMSMONEY.ID - Kebocoran katup jantung bisa membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah.
Salah satunya adalah insufisiensi katup pulmonal, yaitu kondisi ketika katup tidak menutup sempurna sehingga sebagian darah kembali mengalir ke bilik kanan jantung.
Jika kebocoran cukup parah, kondisi ini dapat mengganggu fungsi bilik kanan jantung dan memerlukan penanganan lebih lanjut.
Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah Transcatheter Pulmonary Valve Implantation (TPVI), prosedur penggantian katup pulmonal melalui pembuluh darah tanpa perlu membuka rongga dada seperti pada operasi jantung terbuka.
Baca Juga: Primaya Hospital Kelapa Gading Beri Harapan Baru bagi Pasien Kebocoran Katup Jantung
Namun, TPVI tidak bisa dilakukan pada semua pasien. Dokter perlu mengevaluasi kondisi pasien, termasuk bentuk dan ukuran struktur jantung, untuk menentukan apakah prosedur ini sesuai.
Dokter spesialis jantung Heartology Cardiovascular Hospital dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K), menjelaskan bahwa pasien dengan riwayat Tetralogy of Fallot (ToF), salah satu jenis kelainan jantung bawaan, tetap perlu menjalani pemantauan meski sudah menjalani operasi koreksi.
“Pada pasien dengan riwayat Tetralogy of Fallot, penanganan tidak selalu berhenti setelah koreksi kelainan jantung bawaan dilakukan,” ujar Radityo dalam siaran pers, Senin (26/10).
Menurutnya, sebagian pasien dapat mengalami gangguan lanjutan, termasuk kebocoran katup pulmonal.
Karena itu, pemeriksaan jantung secara berkala penting untuk menentukan apakah pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: Risiko Jantung Mengintai Akibat Makanan Tinggi Natrium & Kolesterol Jahat
Dalam prosedur TPVI, dokter memasukkan kateter melalui pembuluh darah menuju jantung untuk memasang katup pengganti.
Pemeriksaan transesophageal echocardiography (TEE), yakni pemeriksaan jantung menggunakan gelombang suara melalui kerongkongan, dapat membantu dokter melihat struktur jantung dengan lebih detail dan menilai hasil tindakan.
Dokter spesialis jantung intervensi Heartology Cardiovascular Hospital Dr. dr. Faris Basalamah, Sp.JP(K), mengatakan prosedur ini membutuhkan perencanaan yang matang.
“TPVI bukan sekadar memasang katup baru. Kami harus memastikan kondisi pasien sesuai untuk tindakan ini, memahami anatomi jantung, serta menentukan strategi pemasangan yang tepat,” kata Faris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News