M O M S M O N E Y I D
Santai

Jarang Dicuci, Sarung Tangan Oven Bisa Jadi Benda Paling Kotor di Dapur

Jarang Dicuci, Sarung Tangan Oven Bisa Jadi Benda Paling Kotor di Dapur
Penulis: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Sarung tangan oven yang jarang dibersihkan ternyata bisa menyimpan banyak bakteri. Ini waktu ideal mencuci dan menggantinya.

Banyak orang rajin membersihkan kompor, wastafel, hingga meja dapur setiap hari. Namun di tengah rutinitas itu, ada satu benda yang sering terlupakan padahal dipakai hampir setiap memasak, yaitu sarung tangan oven. 

Benda ini terlihat sepele, tetapi jika terlalu lama tidak dicuci bisa menjadi tempat menumpuknya noda minyak, sisa makanan, hingga bakteri. Kondisi tersebut membuat sarung tangan oven berpotensi lebih kotor dibanding beberapa area dapur lain yang rutin dibersihkan. 

Melansir dari Southern Living, kebiasaan membiarkan sarung tangan oven kotor terlalu lama juga dapat mengurangi kemampuannya dalam melindungi tangan dari panas.

“Sarung tangan oven yang dipenuhi noda dan minyak bukan hanya terlihat tidak higienis, tetapi juga bisa mengurangi perlindungan saat digunakan,” ujar Brandee Gruener.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Sabtu 9 Mei 2026, Panen Hasil Kerja

Sarung tangan oven sering luput dari perhatian

Di banyak rumah, sarung tangan oven biasanya dipakai terus menerus tanpa jadwal pencucian yang jelas. Selama masih bisa digunakan, sebagian orang memilih membiarkannya tetap tergantung di dapur meski warnanya sudah kusam dan penuh bercak minyak.

Padahal, perlengkapan dapur ini sering terkena cipratan makanan, uap panas, hingga tangan yang belum tentu benar benar bersih. Jika dibiarkan terlalu lama, kotoran dapat menempel di serat kain dan memicu munculnya bakteri.

Tidak sedikit orang baru mengganti sarung tangan oven ketika kondisinya sudah sangat kotor atau mulai rusak. Kebiasaan seperti ini ternyata cukup umum terjadi di banyak rumah tangga.

Kapan sarung tangan oven harus dicuci?

Frekuensi mencuci sarung tangan oven sebenarnya tergantung pada seberapa sering benda tersebut digunakan. Jika dipakai setiap hari, sarung tangan oven berbahan kain idealnya dicuci setidaknya satu minggu sekali.

Pembersihan juga perlu segera dilakukan apabila sarung tangan terkena cairan daging mentah, minyak berlebih, atau tumpahan makanan. Kondisi lembap dan kotor bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri yang tidak terlihat.

Untuk membersihkannya, noda bisa dibersihkan lebih dulu menggunakan sabun lembut sebelum dicuci memakai air hangat. Banyak orang juga mencucinya bersamaan dengan handuk dapur agar lebih praktis dan higienis.

Sementara itu, sarung tangan oven berbahan silikon cenderung lebih mudah dirawat. Jenis ini cukup dicuci menggunakan sabun dan air setelah digunakan, lalu dibersihkan menyeluruh secara berkala agar tetap aman dipakai.

Bahaya menggunakan sarung tangan oven yang terlalu kotor

Sarung tangan oven yang dipenuhi minyak ternyata tidak hanya mengganggu kebersihan dapur. Kondisi ini juga bisa memengaruhi keamanan saat memasak.

Lapisan kain yang terlalu banyak menyerap minyak dapat menurunkan kemampuan isolasi panas. Akibatnya, tangan lebih mudah terasa panas ketika memegang loyang atau panci dari oven.

Selain itu, sarung tangan yang lembap dan penuh noda juga berisiko memicu bau tidak sedap di area dapur. Dalam kondisi tertentu, minyak yang menumpuk bahkan bisa meningkatkan risiko terbakar saat terkena suhu tinggi.

Karena itu, menjaga kebersihan perlengkapan dapur bukan hanya soal penampilan, tetapi juga berkaitan dengan kenyamanan dan keamanan saat memasak.

Baca Juga: Rumah Sepi Setelah Anak Dewasa? Ini 6 Cara Ubah Kamar Kosong Jadi Bermanfaat

Tanda sarung tangan oven sudah waktunya diganti

Ada beberapa tanda yang menunjukkan sarung tangan oven sebaiknya tidak lagi digunakan.

1. Permukaan mulai berlubang

Lubang kecil pada sarung tangan dapat membuat panas langsung mengenai kulit tangan dan meningkatkan risiko cedera.

2. Lapisan terasa menipis

Jika panas mulai terasa lebih cepat saat memegang loyang, artinya lapisan pelindung sudah tidak bekerja maksimal.

3. Bau sulit hilang

Sarung tangan oven yang tetap bau meski sudah dicuci menandakan kotoran sudah terlalu lama menumpuk.

4. Dipenuhi noda minyak

Noda minyak berlebihan membuat sarung tangan lebih sulit dibersihkan dan berpotensi mengurangi keamanan saat dipakai.

Kebiasaan sederhana yang penting untuk dapur

Membersihkan sarung tangan oven memang sering dianggap hal kecil. Namun kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga dapur tetap higienis dan nyaman digunakan setiap hari.

Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kebersihan rumah, perhatian pada perlengkapan dapur kecil seperti sarung tangan oven juga mulai penting diperhatikan. 

Melakukan perawatan rutin, perlengkapan ini tidak hanya lebih awet, tetapi juga tetap aman digunakan saat memasak untuk keluarga di rumah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Sekali Lagi, Informasi, Penanganan dan Tip Pencegahan Influenza

Berikut sejumlah penanganan dan tip untuk pencegahan influenza yang hingga kini  masih menjadi perhatian khalayak banyak.

Anomali, Suhu di Indonesia Selama September 2026 Lebih Panas Hampir 1°C

BMKG mencatat, Indonesia mengalami anomali suhu selama September 2028. Suhu udara di negara kita lebih panas dibanding rata-rata.

Dorong Wisman Jajaki Destinasi Domestik Via Garuda Indonesia Stopover Program

Garuda Indonesia Stopover Program diperkenalkan untuk memperluas kunjungan wisatawan mancanegara ke berbagai destinasi di Indonesia.

Cuaca Jawa Tengah Besok (6/10) dan Lusa: Berawan di Hampir Semua Wilayah, Suhu 36°C

BMKG prakirakan cuaca wilayah Jawa Tengah pada 6-7 Oktober didominasi berawan, dengan suhu mencapai 36 derajat Celsius di sejumlah daerah.

Konsultasi ke Psikolog Bahas Apa Saja? Ini Topik yang Paling Banyak Dibicarakan

Beragam persoalan bisa dibawa ke psikolog, mulai dari persoalan emosi dan hubungan keluarga hingga terjadinya depresi dan kecemasan.

Cuaca Jawa Timur Besok (6/10) dan Lusa: Berawan Mendominasi, Suhu Tembus 37°C

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur besok (6/10) dan lusa (7/10) didominasi berawan dan udara kabur, tanpa hujan.

Mayoritas Cuaca Jawa Barat Besok (6/10) Diprediksi Berawan, Tapi Ada Potensi Hujan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat pada 6-7 Oktober didominasi berawan, dengan sejumlah wilayah berpotensi hujan.  

Hampir Seluruh Wilayah Diguyur Hujan, Cek Cuaca Sumatera Utara Besok (6/10)

BMKG memprakirakan hampir seluruh wilayah Sumatera Utara hujan besok (6/10). Hujan sedang diprediksi terjadi di Labuhanbatu dan Dairi.

Semua Wilayah Diprediksi Cerah, Pantau Cuaca Yogyakarta Besok (6/10)

BMKG memprakirakan seluruh wilayah Yogyakarta cerah besok (6/10). Suhu udara berada di kisaran 23–32 derajat Celsius.

Ramalan Cuaca Sumatra Selatan Besok (6/10) Didominasi Udara Kabur. Suhu Tembus 37°C

Cuaca Sumatra Selatan besok diprakirakan didominasi udara kabur. Suhu udara mencapai 37 derajat Celsius di empat wilayah. SImak tiap wilayah.