M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Investasi Berdampak Buka Peluang Kewirausahaan Sosial di Indonesia Bertumbuh

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Maraknya investasi berdampak atau konsep impact investment membuka peluang untuk para wirausahawan sosial di Indonesia untuk bertumbuh.

Fikri Syaryadi, Praktisi Investasi Berdampak dan CEO Bumandhala Impact Fund mengatakan dalam keterangan tertulis, Rabu (5/2), kewirausahaan sosial (social entrepreneurship) menjadi salah satu jawaban untuk membuka jalan ke arah baru, seiring maraknya ivestasi berdampak. 

"Kewirausahaan sosial menggabungkan fundamental pendirian bisnis mulai dari inovasi ide, tata kelola keuangan, hingga produk akhir yang bertujuan mengatasi isu sosial-lingkungan di masyarakat yang terjadi secara struktural maupun kultural," jelas Fikri.

Namun, salah satu tantangan utama pengembangan kewirausahaan sosial adalah keterbatasan pendanaan. Banyak investor beranggapan model bisnis ini sulit menghasilkan profit dan dampak sosialnya sulit diukur.

Di sinilah investasi berdampak berperan dalam mendukung pertumbuhan kewirausahaan sosial. Investasi ini dapat diterapkan di berbagai sektor seperti agrikultur, kehutanan, pengelolaan limbah, dan perikanan.

Mengingat Indonesia merupakan salah satu negara maritim terbesar di dunia, peluang untuk menerapkan skema investasi berdampak dalam sektor-sektor tersebut sangat besar.

Baca Juga: Schneider Electric Jadi Perusahaan Paling Berkelanjutan versi Corporate Knights

"Kewirausahaan sosial muncul sebagai bentuk inovasi jangka panjang sebagai solusi masalah lingkungan dan sosial, yang berasal dari sektor swasta maupun masyarakat, dengan tujuan untuk kebaikan bersama," kata Fikri.

"Namun, perubahan skala besar dan jangka panjang ini tidak mudah dan tidak murah untuk direalisasikan," lanjut dia.

Untuk mengoptimalkan potensi investasi berdampak di Indonesia, diperlukan infrastruktur dan ekosistem yang mendukung.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan kebijakan keuangan berkelanjutan untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/ SDGs dan transisi menuju Net Zero Emission tahun 2060 melalui Climate Risk Management & Scenario Analysis 2024 sebagai panduan sebagai panduan bagi bank untuk mengidentifikasi peluang dan risiko krisis iklim serta bagaimana menghadapinya.

Prinsip ESG juga telah diadopsi oleh Indonesia Investment Authority sebagai lembaga pengelola investasi di Indonesia untuk memastikan pembangunan berkelanjutan dengan fokus pada 12 area termasuk pengelolaan limbah, emisi sumber energi, dampak ekologis, hingga pelibatan komunitas.

Dengan adanya kebijakan yang lebih jelas dan terarah, investasi berdampak diharapkan dapat semakin berkembang dan menarik lebih banyak investor.

Baca Juga: DBS Foundation Alokasikan Lebih dari Rp 100 Miliar untuk Tingkatkan Dampak Sosial

Investasi berdampak sering kali dianggap sebagai bentuk investasi jangka panjang dengan imbal hasil yang cenderung lebih lambat dibandingkan investasi konvensional.

Rizky Wisnoentoro, Ketua Program Studi Sustainable Finance Universitas Islam Internasional Indonesia, menyebutnya sebagai "pengorbanan" yang harus dilakukan. 

"Sebaiknya selalu diingatkan bahwa investasi berdampak memberikan peluang bagi investor untuk membangun reputasi dan kepercayaan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk mitra bisnis, konsumen, dan masyarakat luas dalam mencapai target SDG di Indonesia," ujar Rizky.

Rizky juga memaparkan pentingnya penentuan target yang tepat dan terukur untuk memastikan bahwa perubahaan yang diupayakan tepat sasaran dan bisa dipertanggungjawabkan, terutama masyarakat terdampak. 

"Sayangnya, ini juga yang menjadi tantangan bagi investor dan pelaku bisnis untuk mengukur apakah perubahan pada indikator tertentu benar-benar diakibatkan oleh investasi atau perusahaan yang terlibat," sebut dia.

"Dengan menentukan target dan skala dari dampak yang ingin dihasilkan, investor dapat mencari “anchor study” untuk menjadi estimasi keuntungan finansial’ dari dampak sosial," imbuhnya.

Baca Juga: Inovasi Aksi Keberlajutan Mengubah Lahan Gambut Kabupaten Siak yang Sempat Terbakar

Investasi berdampak telah lama dilakukan beberapa negara di Eropa. Laporan dari Konsorsium Investasi Berdampak Eropa memperkirakan, dalam kurun waktu 2022-2024, investasi berdampak pada aset-aset yang tidak terdaftar oleh investor swasta Eropa dan Inggris telah mencapai rekor tertinggi sebesar €190 miliar yang sebelumnya berada di angka €80 miliar. Hampir separuh modal mengalir ke luar Inggris dan Eropa. 

Jika prospeknya terus didalami, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk memimpin pasar impact investing di Asia Tenggara.

Berdasarkan laporan Investing in Women, Indonesia terlibat dalam 20% kesepakatan investasi berdampak di Asia Tenggara pada 2020-2022, menurun dari 30% pada periode 2017-2019 dengan 90 kesepakatan berdampak.

Fikri Syaryadi menyampaikan harapannya atas perkembangan investasi berdampak. Keberlanjutan diharapkan lebih dari sekadar slogan, tetapi benar-benar terwujud melalui pengembangan impact investing di Indonesia.

Meskipun keberlanjutan lingkungan dan bisnis yang berfokus pada profit sering dianggap bertentangan, kini semakin banyak investasi yang mendukung pelaku usaha dan model bisnis dengan dampak positif yang nyata.

"Dengan semakin banyaknya investasi berdampak yang tercatat, Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh di Asia Tenggara sebagai pemimpin dalam investasi berdampak serta menjadi "anchor study" bagi negara-negara tetangga," kata Fikri. 

Investasi berdampak, menurut Fikri, perlu diperluas agar social entrepreneurship dapat diterapkan lebih luas di berbagai sektor. Perubahan ini membuka peluang baru bagi pelaku usaha, baik bagi investor yang beralih menjadi investor berdampak, maupun bagi calon pengusaha untuk mewujudkan inovasi mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Jangan Asal Buang Baju Bekas, Ini 4 Cara Mengelolanya agar Tak Jadi Sampah

Pakaian tidak terpakai belum tentu harus dibuang. Kenali cara memperpanjang masa pakai, memilah baju layak donasi, dan tips mengelola tekstil.

Masih Mau Minum Tiap Hari? Ini Sisi Gelap Teh Boba buat Tubuh, Ada Risiko Obesitas

Rasa manis dan kenyalnya teh boba memang menggiurkan, tapi kebiasaan meminumnya setiap hari bisa memicu obesitas hingga sembelit.

Stres dan Susah Tidur? Ini 4 Tanda Anda Butuh Suplemen Magnesium

Banyak orang tanpa sadar mengalami defisiensi magnesium. Sebagai panduan, berikut 4 tanda Anda butuh suplemen magnesium ya.

Kesetaraan Gender di Dunia Kerja Tidak Lagi Sebatas Persoalan Representasi Perempuan

Kesetaraan gender di dunia kerja tidak lagi sebatas persoalan representasi perempuan, tapi juga pengembangan SDM, inovasi, hingga saing bisnis.

Cegah Sebelum Telat! Ini 5 Cara Mencegah Pradiabetes Biar Enggak Jadi Diabetes

Ingin tahu cara mencegah pradiabetes agar tidak memburuk? Cukup kurangi gula tambahan, olahraga secara rutin, dan pantau kesehatan Anda.

Awas Usia Muda! Kanker Ovarium Disebabkan oleh 7 Hal Ini Termasuk Riwayat Menstruasi

Jangan abaikan kesehatan organ reproduksi Anda karena kanker ovarium bisa menyerang usia muda. Mulai dari riwayat keluarga hingga menstruasi.

4 Kesalahan Makeup Bold yang Bikin Wajah Terlihat Tua, Pemula Wajib Tahu

Makeup bold sering kali menjadi pilihan favorit. Ini 4 kesalahan makeup bold yang bikin wajah terlihat tua yang wajib Anda hindari.

Inovasi Cokelat Rasa Rendang Supaya Bisa Langsung Nendang ke Pasar Global

Upaya Terve Chocolate bisa menembus pasar global dengan menampilkan rasa cokelat yang punya cita rasa Nusantara.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (22/10), Hujan Lebat Masih Turun di 4 Provinsi Ini

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Kamis 22 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Seluruh Wilayah Diprediksi Berawan, Ini Prakiraan Cuaca Jawa Barat Besok (22/7)

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat didominasi berawan pada Kamis (22/10) dan Jumat (23/10), dengan suhu hingga 38°C.