M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Investasi 2025: Emas atau Instrumen lain? Cek Dulu Kinerja Historisnya

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Tahun baru, saatnya menelaah ulang rencana keuangan dan investasi. Mari tengok kinarja beberapa alternatif investasi setahun ke belakang. 

Sepanjang 2024, pasar saham Indonesia mencatatkan kinerja yang kurang memuaskan, di mana IHSG membukukan pertumbuhan negatif sekitar -2.65%. Di sisi obligasi, indeks BINDO mencatatkan 4,71%. 

Terbatasnya kinerja kedua instrumen pasar modal ini menyebabkan banyak investor muda hilang kesabaran dan banting setir ke arah instrumen yang tengah “bersinar terang” seperti emas. Sepanjang 2024, emas memang berkilau begitu menyilaukan, dengan pertumbuhan 27,22% setahun penuh. Nah, serbu atau jangan?

Ketika berinvestasi, tentunya kita ingin alternatif yang memberikan kinerja baik dalam jangka panjang, bukan hanya setahun saja. Jadi mari kita teropong jauh ke periode yang lebih panjang. Dalam 5 tahun terakhir, secara rata-rata saham memberikan kinerja 2,50%, sementara obligasi 7,29% dan emas 11,58% per tahun. 

Sementara dalam periode 10 tahun, secara rata-rata saham tumbuh 3,15%, obligasi 8,21% dan emas 8,28% per tahun. Untuk periode lebih panjang lagi, yaitu 15 tahun terakhir, secara rata-rata saham berkinerja 7,13%, obligasi 8,95% dan emas hanya 5,98%.

Baca Juga: Harga Emas Naik ke Level Tertinggi dalam 11 Pekan, Imbas Kekhawatiran Kebijakan Trump

Di beberapa periode, emas memang terlihat memikat, tetapi bukan tanpa kekurangan. Kinerja setahun emas untuk 2024 adalah 27,22%, sementara untuk 2023 adalah 13,10%. Tetapi emas pernah membuat investornya menangis di beberapa tahun terakhir, yaitu -3,64% di 2021, -10,41 di 2015, bahkan -28,28 pada 2013. 

Dalam 15 tahun terakhir, pertumbuhan tahunan terendah saham adalah pada tahun 2015 sebesar -12,10%, sementara obligasi pada 2013 sebesar -7,10%, masih lebih baik daripada rekor terendah emas. Dari informasi ini kita dapat menyimpulkan bahwa sama seperti saham dan obligasi, emas bukanlah instrumen “kebal peluru” seperti yang kerap diiklankan oleh tetua-tetua di keluarga kita.

Eveline Haumahu Chief Marketing Officer Manulife Aset Manajemen Indonesia, mengatakan investasi adalah kendaraan untuk mencapai pertumbuhan uang dalam perjalanan waktu yang jauh lebih panjang daripada hanya satu tahun.

"Tujuan yang ingin kita capai bisa berupa dana pendidikan untuk anak kita dalam sepuluh tahun ke depan, rencana melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 dalam lima tahun, atau bahkan persiapan pensiun dalam 20 mendatang," kata Eveline dalam keterangan tertulis, Rabu (22/1).

Oleh karena itu, saat mempertimbangkan potensi imbal hasil dari alternatif investasi dan risiko fluktuasinya, kita sebaiknya fokus pada kinerja jangka panjang, bukan keuntungan jangka pendek.

Kinerja jangka panjang dari suatu instrumen investasi memberikan banyak informasi tentang karakter instrumen tersebut. Mengacu pada kinerja jangka panjang tentunya lebih baik dibanding memandang kinerja jangka sangat pendek, lalu dibutakan oleh keuntungan sesaat, atau justru dibuat ciut oleh rugi sesaat.

Baca Juga: Harga Emas Antam Melesat Rp 15.000 Hari Ini 22 Januari 2025

Sebuah alternatif lain yang memadukan beragam potensi saham, obligasi dan likuiditas dari deposito, dengan strategi diversifikasi yang baik dan pengelolaan aktif setiap hari, adalah reksadana.

Reksadana yang dikelola oleh manajer investasi terdiri dari puluhan saham dan obligasi berkualitas, sehingga berpotensi memberikan laba yang lebih optimal dan risiko fluktuasi yang lebih rendah dibandingkan investasi langsung di saham atau obligasi. Reksadana sudah ada di Indonesia sejak puluhan tahun lalu, dan telah menjadi pilihan lebih dari 14 juta investor Indonesia untuk menjaga dan menumbuhkan asetnya.

Menyesuaikan dengan tujuan investasi masing-masing investor, Eveline menyarankan bisa memilih reksadana yang paling agresif seperti reksadana saham atau campuran untuk tujuan jangka panjang. Reksadana moderat seperti reksadana obligasi untuk tujuan jangka menengah, dan reksadana konservatif seperti reksadana pasar uang untuk tujuan yang harus tercapai dalam 2-3 tahun. 

Jadi mana yang Anda pilih: saham, obligasi, emas atau reksadana? Selamat berinvestasi!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Resident Evil dan 6 Film Horor Populer Letterboxd yang Banyak Ditonton Sinefil

Inilah daftar film horor populer di Letterboxd yang wajib ditonton penggemar film seram dan mengerikan.​

Selain Kaya Protein, Berikut Manfaat Udang untuk Kesehatan

Anda salah satu penggemar udang? Selain kaya protein, ada segudang manfaat udang untuk kesehatan. Yuk, cari tahu di sini.

Ekonomi Sofa 2026: Nyaman dari Rumah tapi Pengeluaran Pribadi Bisa Bikin Boncos

Ekonomi sofa bikin hidup praktis, tetapi biaya pesan antar dan langganan digital bisa menguras dompet. Begini cara mengaturnya.

Kenali Tanda Empty Love, Hubungan Percintaan Tanpa Intimasi dan Gairah

Apakah pernah mendengar istilah empty love dalam sebuah hubungan? Jika belum, simak penjelasannya di sini.​

Ramalan Shio Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026, Sabar Hadapi Persoalan Pekerjaan

Simak ramalan shio hari ini 22 Oktober 2026 untuk 12 shio, mulai dari karier, keuangan, cinta, kesehatan hingga pesan menarik hari ini.

Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026, Ada Peluang Baru Menanti

Simak ramalan 12 zodiak hari ini Kamis 22 Oktober 2026, dari Aries hingga Pisces, lengkap dengan prediksi karier, asmara, dan keuangan.

Ini 4 Manfaat Buah Leci yang Kaya Antioksidan dan Vitamin C

Rasanya yang manis membuat leci banyak digemari. Namun, sudah tahukah Anda bahwa leci juga punya manfaat untuk kesehatan?

8 Tren Warna Cat Rumah 2027, Nuansa Hijau dan Cokelat Mulai Jadi Primadona

Intip 8 tren warna cat rumah 2027, mulai dari hijau klasik hingga cokelat hangat yang bikin suasana hunian terasa nyaman dan modern.

25 Ucapan Hari Santri Nasional 2026, Beri Semangat dan Apresiasi Santri

Ucapan Hari Santri Nasional 2026 berikut ini dapat Anda gunakan untuk memeriahkan momen penting ini.​   

Jangan Asal Buang Baju Bekas, Ini 4 Cara Mengelolanya agar Tak Jadi Sampah

Pakaian tidak terpakai belum tentu harus dibuang. Kenali cara memperpanjang masa pakai, memilah baju layak donasi, dan tips mengelola tekstil.