M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Ini Tips Mendapat Penghasilan Lebih Baik di Era Ekonomi Sulit

Ini Tips Mendapat Penghasilan Lebih Baik di Era Ekonomi Sulit
Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Kondisi ekonomi yang tidak pasti memengaruhi ketidakpastian penghasilan juga. PT Manulife Aset Manajemen Indoensia (MAMI) membagikan tips masyarakat bisa mendapat penghasilan lebih baik di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini. 

Dunia begitu dinamis, tantangan finansial pun terus begerak dan membuat hidup begitu berbeda dari generasi ke generasi. Cara-cara yang dulu diadopsi orang tua, hari ini tak lagi mumpuni untuk membawa kita ke level aman, apalagi level sejahtera. 

Salah satu contohnya adalah bagaimana ayah dan ibu kita cukup berjaya dalam hidup dengan satu penghasilan. Hari ini? Ada begitu banyak kemungkinan yang menantang kesiapan kita untuk dapat bertahan dalam hidup.

Freddy Tedja, Head of Investment Specialist MAMI, menyampaikan, berbagai dinamika terus terjadi, mulai dari perang tarif sampai ketegangan politik, seakan tak memberi ruang bernafas bagi pemulihan setelah seluruh warga bumi ditampar pandemi selama 3 tahun. 

Pekerjaan menjadi tak sepasti dulu, pola bisnis tak lagi dapat mengandalkan cara lama. Buahnya, penghasilan jadi tak pasti.

"Sebagai individu, terutama jika di belakang kita ada sejumlah orang yang bergantung pada kita, kita perlu tameng: Salah satunya dari sisi penghasilan," kata Freddy dalam keterangan tertulis, Senin (4/8). 

Penghasilan yang baik harus memenuhi 3 aspek, yaitu lebih dari satu sumber, sumbernya berbeda dan memiliki korelasi rendah satu sama lain, serta terkelola dengan baik agar stabil.

Selanjutnya, menurut Freddy, ketika sebuah keluarga memiliki dua penghasilan, misalnya dari ayah dan ibu yang bekerja, aspek pertama sudah terpenuhi. 

Baca Juga: Manfaat Rekening Sapu Tunai untuk Maksimalkan Uang yang Menganggur

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana korelasi kedua sumber penghasilan? Jika keduanya bekerja di kantor, apalagi di bidang yang sama, maka kondisi tertentu dapat menghilangkan kedua sumber penghasilan ini secara bersamaan. 

Akan baik jika kedua sumber penghasilan begitu berbeda sehingga salah satu bisa menjadi pelampung jika yang lainnya hilang.

"Kita bisa mengombinasikan penghasilan berupa gaji dengan pendapatan bisnis, tetapi yang terbaik adalah pasangan antara penghasilan aktif dengan pendapatan pasif,” kata Freddy. 

Setelah memilih sebuah mesin penghasilan pasif, aspek berikutnya yang perlu dipenuhi adalah stabilitas. Salah satu instrumen investasi yang bisa dipilih adalah reksadana yang salah satu memiliki potensi dalam memenuhi aspek ini. 

Reksadana memiliki aset yang terdiversifikasi dengan baik karena berisi puluhan saham, obligasi dan deposito yang diracik secara profesional, dikelola dengan disiplin setiap hari untuk menjaga peluang return optimal pada tingkat risiko terkendali.

Saat ini, ada begitu banyak reksadana yang memiliki fitur dividen atau Pembagian Hasil Investasi berkala.

"Dividen reksa dana beda dengan bunga deposito atau tabungan yang merupakan imbalan bagi nasabah yang “meminjamkan” uangnya ke Bank untuk digunakan sebagai modal bisnis Bank”, kata Freddy. 

Dividen reksadana adalah pembayaran sebagian dari keuntungan investasi. Sebagai contoh, Reksadana Manulife Obligasi Unggulan (MOU) Kelas A, yang selama setahun terakhir (Juni 2025) mencetak keuntungan total sebesar 6,8%.

Baca Juga: Cara Melindungi Keluarga dari Risiko dengan Asuransi Jiwa dan Penyakit Kritis

Sebagian dari total keuntungan investasi ini, yaitu sebesar 6,2%, dibayarkan sebagai dividen kepada seluruh investornya secara berkala setiap periode tertentu selama satu tahun tersebut.

Sisanya, yaitu 0,6% tetap dicatatkan sebagai pertumbuhan modal investasi, yang tercermin pada kenaikan NAB/unit dari Rp 2717,05 pada 29 Juni 2024 ke Rp2731,07 pada 30 Juni 2025.

Dari sisi pajak, investasi reksadana juga lebih menguntungkan karena tidak menjadi menjadi objek pajak. Sementara bunga Bank dikenai pajak sebesar 20%.

Sedangkan keuntungan reksadana, baik yang dibagikan sebagai dividen maupun yang dicatatkan sebagai pertumbuhan modal, bukan objek pajak. 

Artinya, ketika kita membandingkan return reksadana dengan bunga deposito, jangan lupa membuat perbandingan yang apple-to-apple dengan memperhitungkan potongan pajak tersebut.

Misalnya, return 1 tahun (Juni 2025) Reksadana MOU Kelas A sebesar 6,8%, akan setara dengan bunga deposito 8,5% setahun.

"Bagi investor yang menginginkan arus pendapatan rutin, dividen reksa dana dapat diterima dalam bentuk tunai dan langsung dibelanjakan. Akan tetapi bagi investor yang mengutamakan pertumbuhan modal, dividen reksa dana dapat diinvestasikan kembali agar modal dan keuntungan investasi terus menggulung", tutup Freddy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Adu Khasiat Kopi dan Teh Hijau, Mana yang Lebih Efektif Menurunkan Berat Badan

Bingung memilih antara kopi hitam atau teh hijau untuk mendampingi program diet Anda? Simak perbandingan cara kerja keduanya.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (29/7), Masih Turun Hujan Lebat di Provinsi Ini

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Rabu 29 Juli 2026 dengan status Waspada hujan lebat di provinsi berikut ini.​

Fakta Operasi Bariatrik: Bukan Sekadar Diet Instan, Ada 5 Efek Samping Menanti Anda

Pertimbangkan matang-matang sebelum menjalani operasi bariatrik untuk menurunkan berat badan. Pelajari 5 efek samping bagi tubuh serta psikologis.  

Udara Kabur Selimuti Sejumlah Wilayah, Cek Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok (29/7)

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur Rabu (29/7) didominasi berawan dan udara kabur, tanpa hujan.    

Jangan Lupa Bawa Payung, Begini Prakiraan Cuaca Besok (29/7) dan Lusa di Banten

​BMKG memperkirakan hujan ringan akan turun di daerah Tangerang Selatan besok, sementara daerah lainnya akan cerah dan berawan.

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok Rabu (29/7) Didominasi Cerah, Nihil Hujan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah pada Rabu (29/7) didominasi cerah tanpa potensi hujan di seluruh wilayah.

Antisipasi Hujan, Ini 6 Wilayah Jawa Barat yang Diguyur Hujan Besok Rabu (29/7)

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat pada Rabu (29/7) didominasi berawan, disertai hujan ringan di sejumlah wilayah.

Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Besok (29/7) dan Lusa, Hujan Guyur Daerah Ini

​BMKG memperkirakan hujan ringan akan turun di daerah Jakarta Selatan besok dan lusa, sementara daerah lainnya akan berawan.

Ramalan Zodiak Besok Rabu 29 Juli 2026: Cinta, Karier, Keuangan serta Asmara

Yuk cek ramalan zodiak Rabu 29 Juli 2026, Bulan Purnama Aquarius membawa perubahan untuk cinta, karier, dan keuangan 12 zodiak.

Kaya Bahan Baku, Indonesia Punya Modal Kuat Mengembangkan Industri Minuman Kreatif

Indonesia memiliki modal kuat mengembangkan industri minuman kreatif didukung keragaman bahan baku lokal dan perubahan gaya hidup masyarakat.