M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Ini Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasi Delayed Grief

Ini Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasi Delayed Grief
Reporter: Benedicta Prima  |  Editor: Benedicta Alvinta


MOMSMONEY.ID - Simak penyebab, gejala dan cara mengatasi delayed grief, rasa duka yang dirasakan setelah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah kejadian!

Rasa duka biasanya disebabkan oleh kehilangan yang besar atau kematian. Namun sebagian orang membutuhkan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk bisa merasakannya.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Skincare untuk Mengecilkan Pori-Pori Wajah yang Ampuh

Biasanya ketika seseorang kehilangan orang yang dikasihinya, kesedihan akan langsung muncul. Di kebanyakan film, karakter akan terlihat langsung terpukul bahkan mengalami prediksi. 

Namun, melansir Psych Central, ternyata kesedihan jarang bisa diprediksi. Kesedihan mungkin bisa langsung dirasakan. Namun mungkin juga bisa lebih lambat muncul alias delayed griefing.

Apa itu delayed grief?

Delayed grief adalah kondisi  seseorang yang berduka mungkin tidak tampak sedang berduka sama sekali. Orang tersebut mungkin tidak dapat memproses reaksinya sepenuhnya karena merasa terkejut, mengalami pikiran yang ‘sibuk’ dan menjadi kewalahan. 

Reaksi berduka ini baru akan dialami seseorang setelah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun kemudian setelah kejadian terjadi. 

Baca Juga: 5 Macam Jenis Kacang Paling Menyehatkan di Dunia, Juaranya Almond

Psikiater dan Direktur Medis di MidCity TMS New York dr Bryan Bruno menjelaskan kesedihan memang tidak memiliki aturan yang baku dan bukan merupakan proses linier. 

Delayed grief atau kesedihan yang tertunda dapat memengaruhi setiap orang termasuk mereka yang tampak tidak berduka tepat setelah peristiwa kehilangan, serta orang yang mulai berduka setelah kehilangan tetapi mengira mereka mulai pulih. 

“Jadi meski waktu telah berlalu sejak peristiwa kehilangan tersebut, kesedihan masih dapat memengaruhi Anda seolah-olah baru terjadi kemarin,” ungkap Bruno.

Kesedihan tertunda ini bisa terjadi karena merasakan kesedihan yang tidak diungkapkan dan kesedihan traumatis yang muncul karena kekerasan. Nah, kesedihan yang tertunda dapat menjadi faktor risiko mengalami kesedihan berkepanjangan yang bisa sebabkan tindakan bunuh diri. 

Baca Juga: Finlandia Menjadi Negara Paling Bahagia di Dunia 2024!

Apa yang menyebabkan delayed grief?

Delayed grief biasanya disebabkan oleh ketidakmampuan  seseorang untuk memproses keterkejutan atas kehilangan pada saat itu terjadi. 

Kewajiban atau kesibukan setelah kehilangan

Penyebab pertama terjadinya delayed grief adalah adanya kewajiban sosial atau profesional pada saat kehilangan. Kondisi ini memaksa seseorang untuk menahan emosinya agar tetap berfungsi dan ‘melewatinya’.

Misalnya seseorang tidak mampu mengatasi kehilangan pasangan atau orang tua pada awalnya karena sibuk mengurus pemakaman atau merasa cemas atas tekanan keuangan yang tiba-tiba. 

Tidak memiliki waktu dan ruang

Delayed grief seringkali muncul setelah Anda memiliki waktu, ketenangan dan ruang untuk menghadapi kehilangan dan perasaan yang selama ini ditekan. 

Kesedihan yang tertunda adalah saat tubuh Anda akhirnya memproses emosi yang ingin Anda ekspresikan. Tubuh akhirnya merasa cukup aman untuk mengalami dan merasakan emosi tersebut sepenuhnya. 

Baca Juga: Tujuh Anggota BTS Kini Masuk 10 Besar Billboard 200 sebagai Solois

Tiba-tiba teringat

Kesedihan yang tertunda juga bisa muncul setelah Anda tiba-tiba teringat mengenai kehilangan itu. Sehingga perasaan sedih kembali muncul.

Apa saja gejala delayed grief?

Kesedihan adalah reaksi yang kuat dan beragam, bukan reaksi tunggal. Sehingga gejalanya tidak persis sama dirasakan oleh semua orang. Setiap orang akan mengalami gejala yang berbeda, biasanya gejalanya:

  1. Kenangan berulang tentang kehilangan itu
  2. Sering mimpi dan mimpi buruk tentang orang yang telah meninggal
  3. Sulit tidur
  4. Perasaan sedih yang kuat
  5. Perasaan rindu
  6. Merasa sendiri
  7. Mudah merasa marah
  8. Sulit berkonsentrasi
  9. Merasakan energi yang rendah
  10. Kelelahan
  11. Kesulitan berkonsentrasi
  12. Merasa sakit dan nyeri
  13. Merasa cemas
  14. Mengalami perubahan suasana hati
  15. Mengalami perubahan nafsu makan
  16. Perasaan apatis

Cara mengatasi delayed grief

Memberikan waktu untuk merasakan sedih

Memberi diri Anda waktu untuk merasakan apa yang Anda rasakan mungkin hal terbaik mengatasi delayed grief. Dalam hal ini tidak ada batas waktu untuk melupakannya. 

Berikan ruang dan waktu kepada diri untuk merasakan emosi yang muncul adalah cara terbaik memulai penyembuhan dari kehilangan. Anda mungkin akan mempertimbangkan menunda keputusan besar dalam hidup Anda. Ini adalah hal yang alami dari perasaan kesedihan. 

Baca Juga: Promo Ace Hardware Bagi-Bagi Cashback Rp 1.200.000, Ini Syaratnya!

Merawat diri sendiri

Bersikaplah baik dan sabar terhadap diri Anda sendiri dan melakukan yang terbaik untuk menjaga kesehatan saat bersedih. 

Cari dukungan dari orang lain

Ingatlah bahwa tidak apa-apa jika Anda membutuhkan orang lain untuk berpikir atau berbicara soal orang yang Anda kasihi. Anda bisa mulai berbicara dengan sahabat atau saudara dekat, membuat catatan pribadi atau bergabung dengan komunitas serupa. 

Terapi

Jika merasa kesulitan menghadapi delayed grief mungkin ada baiknya untuk meminta bantuan psikolog. Jika Anda merasa terganggu dengan perasaan ini selama 2 minggu lebih Anda mungkin mengalami depresi sehingga membutuhkan terapi dan pengobatan yang tepat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

4 Tips Parenting Anak Gen Alpha, Bantu Anak Tumbuh Seimbang di Era Digital

Membesarkan anak Gen Alpha menghadirkan tantangan unik yang belum pernah dihadapi generasi orang tua sebelumnya.

Estetika Ruangan Semakin Meningkat Drastis, Ini Rekomendasi Model Tirai Modern

Cek tren tirai jendela yang sudah usang dan temukan solusi modern agar rumah terasa lebih terang, nyaman, dan relevan dengan gaya hidup sekarang.

Beberapa Kesalahan Fatal Ini Akan Hancurkan Keuangan Pengantin Baru, Catat Sekarang

Kesalahan mengatur keuangan sering dialami pengantin baru. Simak panduan ini agar finansial rumah tangga kamu lebih stabil sejak awal.  

Hujan Turun Sejak Subuh, Ini Prakiraan Cuaca Besok (30/1) di Jakarta dari BMKG

Cek prakiraan BMKG cuaca besok Jumat (30/1) di Jakarta dengan hujan intensitas sedang berpotensi kembali turun di subuh dan pagi hari.

Data Pribadi Kamu Terancam? Hindari 7 Kebiasaan Buruk saat Pakai Mobile Banking

Simak yuk, panduan agar transaksi mobile banking Anda tetap aman dari penipuan digital dan kebocoran data di era serba online.

Rumah Terlihat Kuno Tanpa Disadari? Ini 7 Detail Interior yang Perlu Segera Diganti

Rumah terasa jadul padahal tak direnovasi? Ini solusi cerdas mengganti detail interior yang bikin tampilan terlihat tua, yuk simak.

Kebutuhan Mendesak: KTA atau Multiguna, Mana yang Paling Tepat untuk Anda?

Punya aset tapi bingung mau jaminan atau tidak? Kredit multiguna tawarkan plafon besar. Hitung keuntungannya sebelum mengajukan.

Tren Warna Cat Rumah 2026 yang Diprediksi Mendominasi, Lebih Cozy dan Menonjol

Tren warna cat rumah 2026 hadir lebih hangat dan berani, yuk, cek inspirasi lengkapnya agar hunian Anda terasa hidup dan kekinian.

4 Fakta Menarik Tentang Gen Z, Generasi Blak-Blakan yang Peduli Kesehatan Mental

Gen Z punya 4 fakta menarik yang tak banyak diketahui. Pelajari cara mereka mengubah tren pasar dan komunikasi global.

5 Sayuran yang Efektif Turunkan Tekanan Darah Tinggi secara Alami

Apa saja sayuran yang efektif turunkan tekanan darah tinggi secara alami, ya? Cari tahu di sini, yuk!