M O M S M O N E Y I D
Bugar

Ini Gerakan Angkat Beban Untuk Ibu Selama Masa Kehamilan

Ini Gerakan Angkat Beban Untuk Ibu Selama Masa Kehamilan
Reporter: Benedicta Prima  |  Editor: Benedicta Alvinta


MOMSMONEY.ID - Saat hamil, Anda akan merasa perlu berhati-hati. Lalu apakah ini akan mengganggu latihan angkat beban yang selama ini sudah Anda lakukan? 

Gerakan angkat beban seperti apa yang aman untuk ibu hamil? Jika Moms masih bingung, baca dengan seksama penjelasan di bawah ini. 

Melansir Healthline, latihan angkat beban mungkin saja aman untuk Anda lakukan selama Anda konsultasi dengan dokter dan didampingi pelatih profesional yang sudah tersertifikasi. Sebab sebenarnya olah raga bisa membantu Anda mengatasi sakit sendi  dan nyeri, hingga menguatkan saat persalinan.

Nah, mengetahui olah raga yang tepat dan aman adalah kunci untuk mencegah terjadinya cidera dan menjaga Anda serta bayi tetap sehat selama masa kehamilan.

Baca Juga: Intip 7 Daftar Makanan yang Mengandung Vitamin untuk Gigi dan Mulut Sehat

Berapa berat angkat beban yang aman untuk ibu hamil?
Saat ini tidak ada jumlah berat beban yang pasti dan aman untuk ibu hamil. Sebaliknya, seberapa banyak beban yang bisa Anda angkat berkaitan dengan tingkat kebugaran Anda sebelumnya, seberapa jauh olah raga yang Anda lakukan dan perasaan Anda. 

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologist, seorang atlit yang latihan dengan intensitas tingga lebih dari dua jam sehari selama beberapa tahun perlu mengurangi beban resistensi mereka. Namun tidak ada spesifikasi khusus soal berat bebannya. 

Namun ada penelitian yang menatakan bahwa mengangkat beban lebih dari 20 kilogram sebanyak lebih dari 10 kali meningkatkan risiko kelahiran prematur. 

Anda mungkin bisa melanjutkan kebiasaan Anda olah raga angkat beban. Hanya saja pastikan Anda mengkonsultasikan dengan dokter atau pelatih yang sudah tersertifikasi yang bisa membantu Anda dan janin Anda.

Coba angkat beban tiga kali seminggu, kemudian pada seluruh badan selama olah raga dan sisanya fokus pada otot tertentu. Semakin besar usia kandungan Anda ada risiko pembengkakan pada otot yang Anda latih. Selain itu penekanannya lebih pada repetisi yang lebih banyak dengan beban yang lebih rendah hingga 70% dari kemampuan maksimal Anda. 

Ini gerakan angkat beban selama hamil per trimester
Gerakan angkat beban selama hamil trimester pertama

Otot

Gerakan

Set

Repetisi

Punggung

Lat pulldown

2-3

10-15

Pundak

Shoulder press

2-3

10-15

Dada

Dumbbell chest press

2-3

10-15

Bisep

Concentrion Curl

2-3

10-15

Trisep

Lying tricep extension

2-3

10-15

Pantat (Quads/glutes)

Lunge

2-3

10-15

Glutes/hamstring

Stiff-legged deadlift

2-3

10-15

Calves

Calf raise

2-3

10-15

Perut

Crunch

2-3

10-15

Perut

Plank

2-3

-

Perut

Side bridge

2-3

-

Gerakan angkat beban selama hamil trimester kedua dan ketiga

Tubuh dan bayi Anda semakin bertambah dengan kecepatan tinggi hingga dilahirkan. Banyak dari beban ini berada di sekitar tengah tubuh, sehingga latihan untuk otot perut makin sulit dilakukan. 

Sehingga sebaiknya hindari olahraga yang mengharuskan Anda terlentang dan menekan pembuluh darah besar yang membawa darah dari bagian bawah tubuh ke jantung. 

Otot

Gerakan

Set

Repetisi

Punggung

Seated row

1-3

10-15

Pundak

Lateral raisse

1-3

10-15

Dada

Seated machine chest press

1-3

10-15

Bisep

Dumbbell curl

1-3

10-15

Trisep

Tricep kickback

1-3

10-15

Pantat (Quads/glutes)

Dumbbell squat

1-3

10-15

Glutes/hamstring

Cable back-kick

1-3

10-15

Calves

Calf raise

1-3

10-15

Perut

Bird dog

1-3

-

Perut

Plank

1-3

-

Perut

Side bridge

1-3

-

Baca Juga: Apakah Konsumsi Minuman Kolagen Bagus untuk Ibu Hamil?

Ketimbang fokus pada gerakan Anda, fokus pada bentuk tubuh saat melakukan repetisi dan angkat beban. Menjaga postur pada kondisi yang tepat akan menjaga Anda dari cidera punggung dan otot lainnya.

Hindari posisi terlentang, membungkuk ke depan pada pinggul atau pinggan setelah trimester pertama. Ini akan membuat Anda merasa pusing dan menyebabkan punggung bawah terasa sakit. 

Hentikan latihan jika Anda mengalahi pendarahan atau pecah ketuban, serta jika Anda merasakan pergerakan bayi berkurang. Hentikan latihan jika Anda merasa pusing, sakit kepala, nyeri dadam sesak napas dan bengkak pada betis. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Risiko Kehilangan Bilyet Deposito Bisa Sirna? BCA Beri Solusinya, Simak Yuk

Membuka deposito kini tanpa bilyet fisik. Dana Anda tetap aman, bunga rutin dikirimkan tiap bulan, dan pencairan pun mudah. Yuk, pahami sekarang.

Punya Rumah Sempit? Coba Ubah Lukisan Jadi Tempat Simpan Rahasia

Jangan biarkan rumah sempit membatasi Anda! Lukisan dinding ternyata bisa jadi lemari tersembunyi yang fungsional. Begini cara cerdas mengaturnya.

Tren Warna Pink Hangat yang Bikin Ruang Tamu Terasa Fungsional di 2026

Bosan dengan putih atau abu-abu? Pink lembut bernuansa peach terbukti bikin rumah terasa hangat dan menyambut. Simak tips memilihnya!  

NIK Jadi NPWP: Aktivasi Coretax Itu Wajib, Ini Cara Daftar Mudahnya!

Berikut cara daftar NPWP online lewat Coretax 2026, lengkap dengan panduan aktivasi NIK jadi NPWP resmi dan praktis modal HP.   &nbs

Accrual Basis vs Cash Basis: Mana yang Cocok untuk Pembukuan Bisnis di 2026?

Berikut perbedaan accrual basis dan cash basis serta cara memilih metode pembukuan yang tepat untuk bisnis Anda.

Mau Tidur Lebih Nyenyak Ini 7 Warna Cat Kamar yang Bikin Adem dan Tenang

Kamar terasa kurang nyaman padahal sudah rapi? Bisa jadi warna dindingnya penyebabnya. Hindari 3 kesalahan ini sebelum mengecat ulang.

Lewat Ekosistem Bisnis Ocean, BCA Bidik Pelaku Bisnis termasuk UMKM

BCA meluncurkan Ocean by BCA sebagai bagian dari strategi penguatan ekosistem layanan digital untuk segmen bisnis.​

10 Tanda-Tanda Masalah Ginjal pada Tubuh yang Penting Diketahui

Ini, lho, tanda-tanda masalah ginjal pada tubuh yang penting diketahui. Cari tahu selengkapnya di sini!  

Sambut Ramadan, Ngaji.ai Hadirkan Fitur Baru untuk Dampingi Ibadah Harian

​Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, aplikasi belajar Al-Qur’an ngaji.ai menghadirkan sejumlah fitur baru untuk dampingi ibadan harian  

11 Obat Herbal agar Gula Darah Tinggi Turun secara Alami

Yuk, ketahui beberapa obat herbal agar gula darah tinggi turun secara alami berikut ini! Ada apa saja?