MOMSMONEY.ID - Daihatsu Indonesia Masters 2026 menerapkan aturan time clock sejak hari pertama turnamen. Aturan baru ini dari Federasi Bulutangkis Dunia atau BWF merupakan konsep permainan berkelanjutan untuk menjaga ritme pertandingan tetap adil dan dinamis.
Dengan adanya sistem waktu yang objektif, time clock diharapkan bisa mengurangi subjektivitas dalam penilaian wasit pada saat penundaan permainan.
Selain itu, juga untuk menciptakan suasana pertandingan yang lebih tertib, cepat, dan profesional.
Baca Juga: Hasil Kualifikasi Indonesia Masters 2026: 4 Wakil Indonesia Melaju ke Babak 32 Besar
Dikutip dari pbdjarum.org, dalam aturan baru ini, pemain terkhusus server akan memiliki waktu maksimal 25 detik untuk melakukan persiapan servis berikutnya setelah reli berakhir.
Nantinya, time clock akan mulai menghitung mundur sejak wasit memasukkan skor reli sebelumnya. Selama 25 detik itulah, pemain bisa beraktivitas sesuai yang dibutuhkan di sisi lapangan.
Misalnya, minum, ganti baju, mengelap keringat, mengikat tali sepatu, hingga menggunakan semprotan dingin sendiri tanpa izin ke wasit.
Meski begitu, penerima servis harus mengikuti tempo server dan tidak diperbolehkan untuk sengaja membuat lambat jalannya permainan.
Baca Juga: Jadwal Daihatsu Indonesia Masters 2026, 11 Wakil Indonesia Bertanding untuk 16 Besar
Di dalam aturan baru ini, wasit memiliki wewenang untuk memberi sanksi jika terjadi penundaan waktu yang tidak semestinya. Sanksi tersebut berupa pemberian peringatan, kartu kuning, hingga kartu merah.
Tapi, di masa percobaan ini hanya akan diberlakukan peringatan saja.
Karena masih dalam masa uji coba, tentunya akan terus dilakukan evaluasi pada aturan baru ini. Sebelum nantinya diterapkan secara permanen oleh BWF saat AGM meeting atau Council meeting.
Jika time clock berhasil, maka aturan ini akan diberlakukan sepenuhnya pada pertandingan di tahun 2026.
Selanjutnya: Sempat Tertunda, TEPCO Akan Hidupkan Kembali Pembangkit Listrik Nuklir Kashiwazaki
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News