MOMSMONEY.ID – Kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) yang jatuh di penghujung Oktober 2026 memberi tekanan pada kinerja reksadana berbasis saham dan campuran.
Infovesta Utama mencatat selama periode 23-30 Oktober 2026, kinerja reksadana saham terkoreksi hingga 4,02 %. Padahal pada pekan sebelumnya sempat melesat 5,21%. Pelemahan tersebut membawa kinerja reksadana saham tercatat turun 6,61% sejak awal tahun atau secara year to date (ytd).
Pada akhir perdagangan Jumat (30/10), indeks ditutup melemah 0,80% ke level 5.057,05. Tekanan terhadap IHSG ini bersumber dari arus keluar dana asing pasca-usulan MSCI dan sikap The Fed yang menahan suku bunga di kisaran 3,75%-4,00%.
Bukan hanya reksadana saham, reksadana campuran turut terseret turun 2,43%. Namun ini jauh lebih baik dibanding kinerjanya tahun ini berjalan yang turun 5,73%.
Baca Juga: IHSG Rebound, Kinerja Reksadana Saham Balik Pimpin Penguatan Sepekan
Reksadana campuran sedikit bernasib lebih baik. Kinerjanya hanya turun 0,62% secara mingguan. Kalau diliat sejak akhir tahun pelemahannya hanya 1,00%.
Reksadana pasar uang menjadi satu-satunya reksadana dengan kinerja positif pekan ini. Sepekan terakhir tercatat tumbuh 0,09%. Begitu juga dengan kinerja sejak awal tahun yang masih tumbuh 0,09%.
“Saat pasar saham terkoreksi, investor cenderung bertahan pada instrumen defensif dan likuid,” tulis Infovesta dalam laporan kinerja mingguan.
Untuk sepekan ke depan, investor reksadana sebaiknya tetap mempertahankan fleksibilitas alokasi aset dengan fokus pada proteksi nilai portofolio. Reksadana pasar uang masih menjadi pilihan instrumen sebagai area penampungan dana darurat dan likuiditas utama.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini (3/11) Menguat Jadi Rp 2.541.000 per Gram, Buyback Naik
Bagi investor reksadana pendapatan tetap, pemilihan produk berbasis obligasi pemerintah berdurasi pendek hingga menengah tetap disarankan untuk menjaga imbal hasil berkala sekaligus menekan dampak kenaikan yield.
“Untuk reksadana saham, strategi pembelian berkala secara bertahap dapat terus dilanjutkan pada produk yang memiliki alokasi pada emiten berfundamental solid dan berkeuangan sehat,” saran Infovesta.
Berikut 5 reksadana saham yang mencatatkan kinerja terbaik sepekan lalu:
- Pan Arcadia Dana Saham Syariah 0,48%
- Cipta Syariah Equity -0,08%
- Pacific Equity Fund -0,18%
- Pacific Equity Progresif Fund -0,68%
- Pacific Equity Growth Fund -1,12%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News