M O M S M O N E Y I D
HOME, InvesYuk

IHSG Ditutup Menguat 0,97% ke 7.044 Pada Selasa (21/6), Besok Masih Solid?

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 67,69 poin atau 0,97% ke 7.044,07 pada akhir perdagangan Selasa (21/6). Sebanyak 352 saham naik, 190 saham turun dan 142 saham stagnan.

Seluruh indeks sektoral kompak menguat sehingga menopang kenaikan IHSG. Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah IDX Sektor Infrastruktur yang naik 1,75%, IDX Sektor Teknologi naik 1,72% dan IDX Sektor Transportasi yang naik 1,29%.

Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 24,37 miliar saham dengan total nilai Rp 13,50 triliun.

Achmad Yaki Analis BCA Sekuritas memproyeksikan, IHSG untuk perdagangan Rabu (22/6), berada di rentang 6.912-7.090. "Pergerakan IHSG masih akan fluktuatif menjelang rapat dewan gubernur Bank Indonesia," kata Achmad, Selasa (21/6).

RDG BI akan menentukan tingkat suku bunga di dalam negeri, mengingat baru-baru ini The Fed agresif mengerek bunga acuannya yang memicu pasar modal bergejolak.

Selain itu, pergerakan IHSG yang fluktuatif juga dipengaruhi oleh volatilitas harga minyak dan komoditas lain, serta adanya kekhawatiran akan terjadi resesi. 

Baca Juga: IHSG Menguat pada Selasa (21/6) Pagi, Simak Proyeksinya ke Depan

Top gainers LQ45 hari ini adalah:

1. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) (8,04%)
2. PT XL Axiata Tbk (EXCL) (7,76%)
3. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) (6,02%)

Top losers LQ45 hari ini adalah:

1. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) (-1,39%)
2. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) (-1,39%)
3. PT Astra International Tbk (ASII) (-1,08%)

Investor asing mencatatkan penjualan bersih senilai Rp 430,04 miliar di seluruh pasar.

Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 201 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 106,2 miliar dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 39,1 miliar.

Sedangkan, saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 92,6 miliar, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp 55,7 miliar dan PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 54,7 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit.