M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

IHSG Diperkirakan Bergerak Mixed (3/12), Ini Saham yang Bisa Dilirik Investor

IHSG Diperkirakan Bergerak Mixed (3/12), Ini Saham yang Bisa Dilirik Investor
Reporter: Sanny Cicilia  |  Editor: Sanny Cicilia


MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak bervariasi pada Rabu, 3 Desember 2025 setelah menguat dua hari berturut-turut. Ini adalah proyeksi IHSG dari Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI). 

Kemarin Selasa, IHSG ditutup naik 0,8% ke level 8.617,04. IHSG juga pada perdagangan intrahari mencatatkan all time high sampai level 8.625,64. 

Di pasar reguler, asing mencatatkan nilai beli bersih (net buy) Rp 749,2 miliar kemarin. Namun, dalam sepekan terakhir, asing masih mencatatkan penjualan bersih atau net sell Rp 1,66 triliun. 

Baca Juga: Asing Catatkan Net Buy Rp 749 Miliar, Saham Grup Barito Mendominasi Pembelian

Menurut Tim Riset KISI, didorong optimisme investor terhadap data ekonomi domestik yang kuat, penguatan rupiah, serta meningkatnya permintaan di saham sektor industri dan siklikal. Namun, tekanan dari penjualan bersih asing dan kondisi teknikal yang kencang berpotensi menahan laju kenaikan. 

Di sisi lain, tekanan dari penjualan bersih asing dan kondisi teknikal yang kencang berpotensi menahan laju kenaikan. 

Karena itu, IHSG berpotensi bergerak mixed pada hari Rabu (3/12) setelah mencatat kenaikan dalam dua sesi terakhir. 

Batas kuat atas atau resistance IHSG hari ini 8.690, dan selanjutnya 8.730. Sementara support di 8.545 dan 8.495.

Rekomendasi Saham

Ada dua saham yang menjadi pilihan KISI pagi ini. Meski begitu, rekomendasi ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tersebut. Keputusan investasi ada di tangan masing-masing. 

1. ADMR
Primary Trend cenderung berada dalam Trend Sideways sejak akhir tahun 2024. Secondary Trend berada dalam Uptrend sejak bulan Juni 2025. Harga berpeluang melanjutkan Rebound menguji Resistance terdekat. Indikator RSI berada di sekitar level 50. Indikator MACD cenderung Downtrend sejak sebulan terakhir.

Rekomendasi: Buy
Entry: 1.290 ; 1.265
Target Price: 1.365 ; 1.405
Stop Loss: 1.220

 

2. MAPA
Primary Trend cenderung berada dalam Downtrend sejak akhir tahun 2024. Secondary Trend masih berada dalam Trend Sideways sejak bulan Juli 2025. Harga cenderung bergerak menguji level Support terdekat. Indikator RSI berada di sekitar level 50. Indikator MACD cenderung Downtrend sejak sebulan terakhir.   

Rekomendasi: Sell
Support: 685 ; 660
Resistance: 760 ; 785

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Promo JSM Indomaret Periode 2-4 Oktober 2026, Wardah-Pepsodent Diskon hingga 40%

Promo JSM Indomaret ini berlaku Nasional. Untuk Indomaret di luar Pulau Jawa, Bali, dan Lombok, terdapat selisih harga.

Katalog Promo JSM Alfamart Periode 2-4 Oktober 2026, Diskon Telur dan Minyak Goreng!

Cek sebelum belanja hari ini, berikut katalog promo JSM Alfamart periode 2-4 Oktober 2026 selengkapnya.

Cek 9 Promo HUT Bank Mandiri ke-28, Makanan & Minuman Favorit Mulai Rp 2.800

Nikmati ragam promo HUT Bank Mandiri ke-28 di berbagai resto populer. Dari Point Coffee hingga Es Teler 77 semuanya serba hemat.

Jangan Asal Terapkan Revenge Saving, Perhatikan Sejumlah Risiko Sebelum Beraksi

Tiba-tiba langsung menabung dalam jumlah besar untuk menutupi banyak pengeluaran justru mengundang beragam risiko yang perlu diperhatikan.

Hari Terakhir Promo J.CO International Coffee Day Bundling 2 Minuman Cuma Rp 50 Ribu

Jangan lewatkan hari terakhir promo J.CO International Coffee Day untuk dapatkan dua minuman seharga Rp 50.000 saja. Kunjungi outlet terdekat!

Belanja Kebutuhan Pokok Makin Ramai di Marketplace, Ngalahin Produk Kecantikan

Compas.coi.id merilis laporan perkembangan belanja online untuk periode semeste I-2026 dan makanan-minuman paling banyak dibeli.

Cek Harga Pangan di Akhir Pekan Awal Oktober, Cabai Masih Pedas

Berikut ini rincian harga-harga komoditas pangan yang tersaji untuk hari Jumat (2/10) dari PIHPS Bank Indonesia.

Indonesia Perlu Ubah Orientasi Pembangunan Industri, Ini Alasannya

Indonesia perlu mengubah orientasi pembangunan industri, dari sekadar mengejar volume produksi menuju industri bernilai tambah.

Indonesia Hadapi 4 Disrupsi Global yang Berlangsung Bersamaan, Dampaknya?

Dewan Ekonomi Nasional mengungkapkan, Indonesia menghadapi empat disrupsi global yang berlangsung secara bersamaan. 

Makan Sedikit, Berat Badan Naik? Resistensi Insulin & Gula Darah Tinggi Penyebabnya

Makan sedikit tak menjamin berat badan turun jika insulin tinggi. Cek bagaimana gangguan gula darah mengubah sisa energi jadi lemak.