M O M S M O N E Y I D
InvesYuk, Kilas Pendidikan

IHSG Dibuka Menguat pada Awal Perdagangan Jumat (1/7), Jelang Data Inflasi Indonesia

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (1/7). Pukul 09.00 WIB, IHSG menguat 6,906 poin atau 0,09% ke 6.917,15.

Sebanyak 95 saham naik, 105 saham turun dan 246 saham stagnan. Empat indeks sektoral menguat, mengikuti kenaikan IHSG. Sedangkan enam indeks sektoral lainnya masuk zona merah.

Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah IDX Sektor Kesehatan yang naik 0,4054, IDX Sektor Barang Konsumen Primer naik 0,1% dan IDX Sektor Infrastruktur yang naik 0,05%.

Sedangkan indeks sektoral dengan pelemahan terdalam adalah IDX Sektor Barang Baku yang turun 0,89%, IDX Sektor Teknologi turun 0,43% dan IDX Sektor Perindustrian yang turun 0,27%.

Total volume perdagangan saham di bursa pagi ini mencapai 1,02 miliar saham dengan total nilai Rp 410,53 triliun.

Mengutip riset Samuel Sekuritas, Jumat (1/7), IHSG hari ini akan menguji level support 6.920. Jika rebound market akan cenderung sideways dalam doji-doji berkepanjangan. 

"IHSG diperkirakan bergerak sideways seiring mixed sentimen bursa global dan regional, serta penantian data inflasi Indonesia," William Mamudi Analis Samuel Sekuritas dalam riset. 

Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat Pada Perdagangan Kamis Pagi 30 Juni 2022

Top gainers LQ45 pagi ini adalah:

1. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) (2,05%)
2.PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) (2,05%)
3. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) (1,81%)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit.