M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

IHSG Berpotensi Tertekan Gagalnya Kesepakatan Iran-AS Hari Ini (13/4)

IHSG Berpotensi Tertekan Gagalnya Kesepakatan Iran-AS Hari Ini (13/4)
Reporter: Sanny Cicilia  |  Editor: Sanny Cicilia


MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) punya kans untuk menguat kembali secara teknikal. Namun, gagalnya perundingan Amerika Serikat dan Iran di Islamabad berpotensi menekan indeks. Simak proyeksi IHSG dan rekomendasi saham hari ini, Senin, 13 April 2026 dari Mirae Asset Sekuritas. 

IHSG ditutup menguat 2,07% ke level 7.458,5 pada akhir pekan lalu, Jumat, 10 April 2026. Investor asing melakukan aksi beli dengan nilai beli bersih atau net buy Rp 239,92 miliar. 

Meski telah menguat, kinerja IHSG sepanjang tahun ini masih minus 13,74% dan investor asing mencatatkan nilai jual bersih atau net sell Rp 13,74 triliun. 

M. Nafan Aji Gusta, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas menyebutkan, secara teknikal, meskipun terjadinya koreksi IHSG, tren bullish consolidation masih berlaku. Di sisi lain, Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal positif, sementara volume meningkat.

Namun, sentimen kegagalan dalam mencapai kesepakatan dalam perundingan AS-Iran di Islamabad berpotensi menjadi sentimen negatif utama bagi IHSG akibat risk aversion para investor. 

Adapun hal-hal yang paling rumit dalam mengganjal dalam perundingan ini ialah isu Lebanon, dinamika sekutu regional Iran, isu Selat Hormuz, dinamika program nuklir Iran, dan pencabutan sanksi Iran.

 Setelah kegagalan ini, Presiden Trump memerintahkan Angkatan Laut AS segera memulai blokade Selat Hormuz dan mencegat kapal-kapal yang membayar tol kepada Iran. 

Sentimen ini di sisi lain bisa jadi bahan bakar bagi saham-saham komoditas. 

Baca Juga: Saham Pembagi Dividen Jadi Pelipur Lara Investor, Cek Yield Tertingginya

Dari dalam negeri, para pelaku pasar akan menantikan data Indeks Penjualan Riil per Februari 2026 yang diprediksikan naik dari bulan sebelumnya karena faktor Ramadan & persiapan Idulfitri 1447 H. Adapun konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi sehingga mendukung outlook produk domestik bruto (PDB) Indonesia triwulan pertama 2026. 

Rekomendasi saham 

Dalam kondisi ketidakpastian global ini, Nafan menyarankan investor  Fokus pada saham pilihan dengan fundamental solid, bervaluasi murah, menunjukkan arah pembalikan tren. Gunakan juga manajemen risiko dengan disiplin. 

Berikut tiga saham yang bisa diperhatikan investor atau trader untuk hari ini.

1. ADRO – Uptrend
ACTION: ADD (MARGINABLE STOCK); especially with entry level area around 2,360 – 2,460.
TP1: 2,500 (+2.46%)
TP2: 2,780 (+13.75%)
Support: 2,360 & 2,280

2. MEDC – Rebound
ACTION: ACCUMULATIVE BUY (MARGINABLE STOCK); especially with entry level area around 1,475 – 1,565.    
TP1: 1,605 (+3.22%)
TP2: 1,650 (+6.11%)
TP3: 1,820 (+17.04%)
Support: 1,475 & 1,395

3. PTBA – Upside still intact
ACTION: BUY (MARGINABLE STOCK); especially with entry level area around 2,810 – 2,910.
TP1: 2,970 (+2.77%)
TP2: 3,020 (+4.50%)
TP3: 3,060 (+5.88%)
Support: 2,810 & 2,700

Nah, rekomendasi saham ini bukan ajakan untuk beli atau jual saham tertentu. Setiap keputusan investasi membawa risiko yang ada di tangan masing-masing. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit.