M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Ide Memasak Daging Kurban Merayakan Idul Adha

Reporter: Benedicta Prima  |  Editor: Benedicta Alvinta


MOMSMONEY.ID - Sudah dapat daging kurban Idul Adha tapi belum punya ide memasak? Yuk simak ide dan resepnya di bawah ini. 

Biasanya, daging kurban kita olah menjadi sate, tongseng, atau soto. Namun, jika Anda bosan, Anda bisa mencoba sejumlah resep yang akan dibahas di artikel ini kok.

Baca Juga: 4 Skincare yang Tidak Boleh Digunakan pada Siang Hari, Apa Saja?

Melansir Titipku, ada empat rekomendasi olahan daging kurban, terbagi atas dua olahan daging sapi dan dua olahan daging kambing.
Berikut resepnya!

Japanese Beef Curry

Ide memasak daging kurban yang pertama adalah Japanese Beef Curry. Daging sapi kurban yang Anda dapat bisa Anda olah menjadi kare daging ala Jepang. Namun, pastikan daging sapi diproses dulu ya agar empuk, karena daging kurban yang biasa didapat tidak selalu bagian yang empuk.

Proses mengempukkan daging sapi antara lain: membersihkan silver skin (bagian pelapis daging berwarna putih keabu-abuan), merebusnya dengan api kecil dalam waktu lama/dengan alat presto, atau memarinasi dengan nanas dalam waktu singkat.

Jika sudah diproses empuk, berikut resep Japanese Beef Curry
Bahan:

  • ·   1 sdm vegetable oil
  • ·   ½ buah bawang bombay, iris kasar
  • ·   1 siung bawang putih, cincang halus
  • ·   1 buah wortel ukuran kecil, potong dadu
  • ·   200 gram daging sapi yang sudah diempukkan, iris tipis
  • ·   1 blok bumbu kari Jepang
  • ·   1 sdm kecap asin
  • ·   500 ml air
  • ·   Garam secukupnya
  • ·   Merica secukupnya
  • ·   Nasi putih dicampur serbuk nori secukupnya.

Cara membuat:

  • ·   Tumis bawang putih dan bawang bombay dengan api kecil hingga harum.
  • ·   Setelah harum, masukkan wortel lalu aduk rata. Tunggu hingga wortel empuk.
  • ·   Jika sudah, masukkan daging, air, bumbu kari jepang, lalu didihkan hingga tekstur mengental.
  • ·   Masukkan garam, merica, dan kecap asin, aduk rata lalu koreksi rasa.
  • ·   Jika sudah pas, matikan kompor, pindahkan kari ke piring saji, dan sajikan bersama nasi putih yang dicampur serbuk nori.

Oseng-oseng Mercon Iga Sapi

Ide memasak daging sapi yang kedua ini untuk para pecinta pedas! Oseng-oseng ini dinamai mercon karena memang pedasnya yang ‘meledak-ledak’ di lidah maupun di perut.

Buat Anda yang merasa kuat untuk mengonsumsi daging kurban dalam wujud hidangan ini, berikut resepnya:
Bahan:

  • ·   500 g iga sapi
  • ·   2 lembar daun salam
  • ·   1 ruas jari lengkuas
  • ·   1 ruas jari jahe
  • ·   3 lembar daun jeruk
  • ·   4 siung bawang putih
  • ·   8 butir bawang merah
  • ·   10 buah cabai keriting merah
  • ·   10 buah cabai rawit merah
  • ·   1 buah gula jawa
  • ·   Kecap manis secukupnya
  • ·   Air secukupnya
  • ·   Minyak goreng secukupnya
  • ·   Merica sesuai selera

Cara membuat:

  • ·   Haluskan bawang merah, bawang putih, dan cabai. Lalu, masak bumbu halus beserta daun salam dan daun jeruk di wajan yang sudah diberi minyak goreng. Setelah itu, masukkan lengkuas dan cabai lalu masak hingga harum.
  • ·   Selanjutnya, masukkan daging yang sudah diempukkan, tambah garam dan gula jawa. Aduk-aduk, lalu masukkan air rebusan daging. Masak dengan api kecil hingga air menyusut.
  • ·   Tambahkan kecap dan merica, lalu koreksi rasa. Jika sudah pas, angkat lalu sajikan selagi hangat bersama sepiring nasi.

Krengsengan Kambing

Ide memasak daging kurban yang ketiga adalah krengsengan kambing. Krengsengan adalah olahan kambing khas Jawa Timur yang khas rasanya karena menggunakan petis.

Agar rasanya lezat, daging kurban kambing yang kita dapat harus kita olah dulu ya agar empuk dan tidak bau. Untuk mengempukkan daging kambing bisa dilakukan seperti mengempukkan daging sapi. 

Sementara, untuk menghilangkan bau kambing adalah dengan memarinasinya dengan irisan tipis bawang bombay atau dengan cara tidak mencuci dagingnya sebelum diolah.
Berikut resep krengsengan kambing.
Bahan:

  • ·   750 gram daging kambing yang sudah diempukkan dan dihilangkan baunya, potong dadu
  • ·   50 gram petis udang
  • ·   4 siung bawang putih
  • ·   8 butir bawang merah
  • ·   7 buah cabai merah keriting
  • ·   1 ruas jari jahe
  • ·   3 buah cabai merah, iris serong
  • ·   3 buah tomat, potong sesuai selera
  • ·   3 sdm kecap manis
  • ·   3 sdm minyak goreng
  • ·   400 ml air
  • ·   2 sdt garam

Cara membuat:

  • ·   Haluskan bawang putih, bawang merah, cabai merah keriting, dan jahe, lalu marinasi daging kambing dengan bumbu halus ini selama 30 menit hingga meresap.
  • ·   Panaskan minyak, masukkan daging dan masak hingga daging kaku.
  • ·   Masukkan air dan proses hingga daging lebih empuk. Jika sudah empuk, masukkan petis, cabai iris, tomat, garam, dan kecap manis. Aduk rata dan koreksi rasa.
  • ·   Jika sudah pas, pindahkan dan sajikan selagi hangat.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Lelah dan Kantuk Tanpa Minum Kopi, Nomor 4 Layak Dijajal

Tengkleng Kambing

Olahan terakhir adalah tengkleng kambing. Menu khas solo ini cocok dikonsumsi saat malam hari dan kondisi dingin. Berikut resepnya.
Bahan:

  • ·   500 gram balungan kambing
  • ·   1 batang serai, memarkan
  • ·   2 lembar daun salam
  • ·   1 lembar daun jeruk
  • ·   1 buah bunga lawang
  • ·   1 batang kayu manis
  • ·   3 butir kapulaga
  • ·   3 butir cengkeh
  • ·   ½ buah gula jawa
  • ·   3 sdm kecap manis
  • ·   500 ml santan cair
  • ·   Garam, gula, dan kalru jamur secukupnya
  • ·   8 siung bawang merah
  • ·   6 siung bawang putih
  • ·   3 butir kemiri
  • ·   3 cm kunyit
  • ·   2 cm jahe

Cara membuat:

  • ·   Haluskan bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, dan jahe. Jika sudah, tumis bumbu halus bersama balungan kambing yang sudah diempukkan sebelumnya, serai, daun salam, daun jeruk, cengkeh, kapulaga, bunga lawang, dan kayu manis sampai wangi.
  • ·   Setelah itu, masukkan santan encer. Aduk sebentar dan tambahkan gula jawa, garam, gula, dan kaldu jamur secukupnya. Masak sesaat.
  • ·   Jika santan sudah menyusut, tambahkan kecap manis dan cabai iris. Aduk rata lalu masak sampai kuah mengental pekat. Jika sudah, angkat dan sajikan selagi hangat.

 Selamat mencoba dan selamat merayakan Hari Raya Idul Adha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Jadwal KRL Solo-Jogja Akhir Pekan 24-25 Oktober 2026 dari Palur ke Tugu

Mau ke Jogja akhir pekan ini? Cek jadwal KRL Solo-Jogja 24-25 Oktober 2026 dari Palur hingga Tugu, lengkap dengan jam berangkat.

Jadwal KRL Jogja-Solo Akhir Pekan 24-25 Oktober 2026 dari Tugu ke Palur

Cek jadwal KRL Jogja-Solo akhir pekan pada 24-25 Oktober 2026 dari Tugu ke Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan setiap stasiun.

Jangan Asal Checkout! Ini Tips Belanja Baju agar Tak Menambah Sampah Tekstil

Pakaian murah dan model terbaru menggoda, tetapi belum tentu cocok atau nyaman saat dipakai. Yuk cari tahu agar pakaian tidak jadi limbah tekstil  

Gaet Ario Bayu hingga Sang Suami, Andien Bawa 13 Muse Lintas Generasi di MV Naksir

Penyanyi Andien merilis video musik terbarunya berjudul Naksir pada 21 Oktober 2026.​ Hadirkan 13 muse.

4 Daerah di Jabodetabek Ini Hujan Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (24/10)

Peringatan dini BMKG cuaca besok Sabtu (24/10), Waspada hujan lebat di wilayah Jabodetabek berikut ini.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (24/10), Ada 15 Provinsi Berpotensi Hujan Lebat

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Sabtu dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di banyak provinsi.

Telur Bebas Sangkar, Kenali Sistem Pemeliharaan Ayam Petelur

Telur bebas sangkar atau cage-free berasal dari ayam petelur yang dipelihara tanpa kandang baterai. ​

Mau Investasi Properti, Intip Peluang di Luar Jakarta

​JLL menyoroti peluang investasi properti di Indonesia, dari kawasan industri dan logistik, pusat data,  serta alih fungsi gedung. 

Kenangan Festival Bawa Naykilla hingga Yura Yunita, Tiket General Dijual Besok

Digelar 7 November, penjualan tiket reguler Kenangan Festival dibuka Sabtu, 24 Oktober mulai pukul 13.00 WIB.

Langkah dan Upaya Menggulirkan Roda Usaha di Daerah Terdampak Bencana

Kementerian UMKM membuat program untuk mempercepat pemulihan roda usaha di daerah yang terkena bencana.